Sponsors Link

3 Perubahan Wilayah Laut Teritorial Indonesia yang Wajib Kita Ketahui

Sponsors Link

Negara manakah yang menyandang status sebagai negara kepualauan paling luas di dunia? Negara makakah yang menyandang status sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia? Tanpa kita sadari, Indonesia lah jawabannya. Hampir sekitar 70% wilayah Indonesia adalah lautan dan sisanya adalah daratan. Pulau yang ada di Indonesia sendiri kurang lebih berjumlah 17.500 pulau termasuk pulau besar dan pulau kecil.

ads

Hal inilah yang mendukung Indonesia memilliki garis pantai sepanjang 81.0000 km dan memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 dengan rincian 2,7 juta km2 wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan 3,1 juta km2 laut kedaulatan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan maritim yang tidak perlu diragukan lagi oleh dunia. Hal tersebut sesuai dengan hasil dari perubahan wilayah laut teritorial Indonesia.

Perkembangan Luas Wilayah Indonesia

Indonesia sempat memiliki lebar laut seluas jalur-jalur laut internasional yang memisahkan satu pulau dengan yang lainnya seluas 3 mil atau hanya 5.5 km dihitung dari garis saat air laut mengalami surut. Konsep ini diterapkan pada saat Belanda menjajah Indonesia kurang lebih 350 tahun lamanya. Luas 3.3 mil tersebut bukanlah luas yang wajar dan bisa dikatakan luas untuk sebuah wilayah perairan Nusantara sebuah negara. Sebagai negara yang dijajah oleh belanda tentu saja Indonesia tidak memiliki kekuasaan untuk merubah hal tersebut. Selain karena Indonesia merupakan negara yang dijajah, saat itu para ahli atau cendekiawan belum banyak muncul. Selain itu, cendekiawan yang ada tidak begitu mengerti atau belum memahami tentang pentingnya wilayah terotorial Indonesia.

Tatanan tersebut tentu saja mampu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dan sangat merugikan Indonesia karena akan banyak kapal asing yang mengambil sumber daya laut Indonesia secara bebas dan kurangnya pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam. Maka dari itu, perlu diadakannya perubahan dari wilayah laut teritorial Indonesia. Setelah perkembangan wilayah Indonesia terjadi, tepat pada 13 Desember 1957, pemerintah Indonesia menggunakan Deklarasi Juanda yang berisi tentang laut dan perairan antar pulau di Indonesia menjadi sarana pemersatu dan penghubung antar pulau dan batas wilayah laut Indonesia diukur sejauh 12 mil dari garis pantai terluar. Perubahan wilayah laut teritorial Indonesia ini selanjutnya diteruskan dengan UU No. 4 Tahun 1960 mengenai wilayah perairan Indonesia.

Jenis-jenis Wilayah Laut Indonesia

Namun perlu setidaknya 20 tahun untuk mendapatkan pengakuan dari dunia internasional mengenai Deklarasi Juanda tersebut. Deklarasi Juanda akhirnya disetujui dan diakui oleh dunia internasional di Jamaica tahun 1980. Saat ini konvensi dari hukum laut telah diakui dan keberadaan wilayah perairan Indonesia meliputi perairan Nusantara, luas wilayah beserta Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) juga telah diakui.

Saat ini, perubahan wilayah laut Indonesia dibagi atau dibedakan menjadi tiga bagian. Diantaranya:

  1. Zona Laut Teritorial

Zona laut territorial adalah sebuah jalur laut yang memiliki jarak 12 mil dari garis laut dasar ke lautna lepas. Garis dasar sendiri adalah sebuah garis khayal yang digunakan untuk menghubungkan titik-titik dari ujung pulau. Indonesia sendiri memiliki kedaulatan penuh terhadap lautan sampai batas laut teritorial ini dengan syarat negara harus menyediakan jalur pelayaran lintas damai baik diatas maupun dibawah permukaan laut.

  1. Zona Landas Kontinen

Zona Landas Kontinen merupakan sebuah dasar laut yang menjadi lanjutan dari sebuah benua. Landasan Kontinen ini memiliki kedalaman kurang dari 150 meter dan diukur dari garis dasar mampu memiliki jauh hingga 200 mil laut. Untuk menentukan zona landa lkontinen ini, perlu dilakukannya perjanjian antar negara, khususnya negara tetangga. Indonesia sendiri memiliki landas kontinen di benua asia dan Australia yang kemudian diatur dalam UU No. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia. Zona ini mampu digunakan oleh negara yang memiliki faktor perubahan sosial untuk memanfaatkan suber daya alam yang ada. Seperti zona laut territorial, Indonesia juga harus memberikan jalur pelayaran yang dapat menjamin kemanan dan keselamatan pelayanya. Dengan adanya perubahan wilayah laut teritorial Indonesia seperti ini, diharapkan lebih menjaga kesatuan negara dan menguntungkan setiap warga Indonesia.

  1. Zona Ekonomi Eksklusif

Tentu saja kita semua tidak asing dengan istilah ini. Zona Ekonomi Eksklusif merupakan sebuah Batasan yang ditetapkan terhadap wilayah laut Indonesia selebar 200 mil. Pengukuran ZEE ini dimulai dari garis pangkal laut Indonesia. Terdapat sebuah aturan apabila ZEE Indonesia ini bersinggungan atau berhimpitan dengan negara orang lain maka perlu dilaksanakan perundingan antara dua negara tersebut secara adil dan damai. Karena, pada batas ZEE, Indonesia boleh dan memiliki wewenang penuh untuk melakukan eksplorasi, pengolaham eksploitasi dan pelestarian sumber data alam yang ada didalamnya baik pada air laut maupun dasar laut.

Itulah penjelasan detail mengenai perubahan wilayah laut teritorial Indonesia. Perubahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh negara untuk lebih mengembangkan sumber daya yang ada di wilayah laut Indonesia. Selain itu, diharapkan Bersama masyarakat, negara juga mampu melindungi hewan dan sumber daya laut yang diancam oleh kepunahan. Harus kita sadari bahwa kita perlu meningkatkan lagi kewaspadaan semua lapisan masyarakat Indonesia agar bisa menjaga wilayah laut Indonesia dari nelayan negara lain yang ingin mengambil sumber daya milik kita Bersama dan usaha pelestarian laut.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Friday 24th, November 2017 / 07:38 Oleh :
Kategori : Pendidikan