Sponsors Link

11 Ciri – Ciri Masyarakat Majemuk dan Multikultural Secara Umum

Sponsors Link

Masyarakat majemuk atau yang lebih dikenal orang banyak dengan sebutan masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri dari beragam kumpulan masyarakat yang memiliki asal, adat istiadat, maupun latar belakang, dan kebudayaan yang berbeda. Multikulturalisme adalah sebuah pemahaman yang menekankan pengakuan dan juga penghargaan pada kesamaan ditengah – tengah perbedaan kebudayaan ataupun nilai – nilai lainnya. Cakupan perbedaan ini dapat berada baik secara individu maupun secara kelompok yang ditujukan terhadap golongan sosial entah itu suku bangsa, gender, umur, kebudayaan, maupun adat istiadat.

ads

Pemahaman multikulturalisme ini ini biasanya saling mendukung dengan keberadaan demokrasi pada suatu negara yang pada dasarnya merupakan hal yang sulit untuk dipisahkan. Setelah perang dunia ke-II, beberapa contoh negara – negara yang masyarakatnya menganut paham majemuk yang juga memiliki contoh masyarakat multikultural antara lain merupakan negara Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, dan Suriname. Di Indonesia sendiri, kosep tentang multikulturalisme telah lama diperbincangkan oleh para tokoh – tokoh sosial maupun tokoh – tokoh agama yang ada pada waktu itu. Dengan munculnnya kesadaran bahwa masyarakat Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa, adat istiadat, agama dan ras. Pembahasan multikulturalisme ini menjadi sebuah topik yang sangat relevan dengan semboyan Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Tokoh-tokoh Sosiologis Tentang Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultural tidaklah hanya dilihat sebagai konsep keanekaragaman secara sukubangsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, akan tetapi juga menekankan pada keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan yang ada. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pengertian masyarakat multikultural menurut beberapa tokoh sosiologis ternama yang pernah membahas tentang masyarakat multikultural:

  • Furnivall

Menurutnya masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri tanpa ada pembaruan satu sama lain didalam suatu satu kesatuan politik.

  • Clifford Gertz

Menurut Clifford Gertz, masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub – sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing – masing sub sistem terkait oleh ikatan – ikatan primordial.

  • Nasikun

Menurut Nasikun salah seorang sosiologis asal Indonesia. Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara satu struktur memiliki sub – sub kebudayaan yang bersifat tidak dapat dibalikkan yang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu – kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik – konflik sosial.

Faktor – Faktor Pendorong Masyarakat Majemuk dan Multikultural

Terdapat beberapa faktor yang mendorong terbentuknya kemajemukan dan multikulturalisme dalam bangsa Indonesia. Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  • Faktor Sejarah Indonesia

Adanya kaitan antara hubungan perbedaan waktu dan juga jalur perjalanan ketika nenek moyang bangsa Indonesia berpindah dari tempat asalnya ke pulau – pulau di Nusantara. Ini membuat munculnya beragam -kebudayaan yang tersebar ke berbagai wilayah di Nusantara. Selain itu mengingat Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Bukanlah merupakan hal yang mengherankan jika banyak negara – negara asing yang telah menjajah negara Indonesia. Mereka yang menjajah ini sebagian meninggalkan  bibit – bibit multikulturalisme sehingga menjadi faktor yang menambah kemajemukan dalam masyarakat yang telah ada di Indonesia.

Sponsors Link

  • Faktor Pengaruh Kebudayaan Asing

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka. Hal ini tentu meningkatkan pengaruh asing dalam membentuk keanekaragaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia yaitu antara lain pengaruh kebudayaan India, Cina Arab dan Eropa. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat Indonesia jadi lebih mudah menerima budaya asing yang datang dari luar.

Meskipun sering terjadi benturan budaya asing dengan budaya lokal. Faktor ini juga yang dapat meningkatkan kebudayaan yang telah ada dan membantu membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat multikultural. Yang pada akhirnya akan memberikan hasil dari dampak positif keberagaman budaya.

  • Pengaruh Variasi Iklim yang Berbeda

Variasi iklim yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya yang ada pada sebagian besar wilayah Indonesia menciptakan suatu keberagaman dalam jenis – jenis kehidupan masyarakat yang ada di Nusantara. Jenis serta kesuburan tanah yang berbeda diantara suatu tempat yang berbeda membentuk gaya hidup yang berbeda juga. Misalnya di daerah Indonesia bagian Timur yang memiliki lahan lebih kering masyarakatnya tumbuh menjadi masyarakat peternak. Sementara itu di daerah Indonesia bagian Barat seperti Jawa dan Sumatera yang dipengaruhi oleh aktivitas vulkanisme, membuat tanah di tempat itu cenderung subur. Hal ini membuat sebagian besar masyarakatnya memilih untuk hidup dengan bercocok tanam Variasi iklim dan jenis serta kesuburan tanah ini yang mengakibatkan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memiliki bentuk masyarakat yang majemuk dalam hal kebudayaan, dan adat istiadat.

ads
  • Faktor Geografis

Selain fakta bahwa negara kita memiliki kekayaan dalam hal rempah – rempah dan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia juga memiliki letak geografis yang cukup strategis yang membuat Indonesa menjadi lokasi yang sangat baik di dalam jalur perdagangan Internasional di masa lampau. Sebagai salah satu lokasi di jalur perdagangan Internasional, banyak negara-negara asing yang datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang seperti Cina, India, Arab, dan negara – negara Eropa. Kondisi inilah yang juga menambah budaya yang masuk ke Indonesia dan memperkaya keberagaman masyarakat yang telah ada..

Kategori – Kategori Masyarakat Majemuk dan Multikultural

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Furnival sebagai salah seorang sosiologis yang pernah membahas tentang masyarakat majemuk (Plural Society) mengemukakan bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas/kelompok yang secara kultural dan ekonomi terpisah – pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya.

Menurutnya keberadaan masyakarat majemuk dapat dibedakan menjadi empat kategori yakni sebagai berikut:

  • Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang merupakan masyarakat yang berada di suatu daerah yang memiliki kesempatan sama dalam hal persaingan politik, ekonomi, maupun kedudukan.
  • Masyarakat majemuk dengan masyarakat dominan. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan merupakan masyarakat yang berdiam disatu tempat akan tetapi memiliki kompoisisi penduduk berbeda antara ras yang satu dengan ras yang lainnya serta suku, adat – istiadat, budaya maupun agama yang berbeda. Sehingga penduduk mayoritas biasanya lebih dominan atau menguasai dalam aspek hal – hal tertentu, yang mungkin dari segi politik ataupun dari segi ekonomi.
  • Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan yaitu masyarakat minoritas menguasai atau mendominasi kehidupan daerah tersebut.
  • Masyarakat majemuk dengan fragmentasi. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi merupakan masyarakat yang memiliki dominasi berbeda-beda pada setiap kehidupannya.

Bentuk – Bentuk Struktur Sosial Masyarakat Majemuk

Bentuk – bentuk masyarakat multikultural dapat dilihat salah satunya di negara kita di Indonesia. Bentuk – bentuk tersebut merupakan bentuk pola interaksi struktur sosial ciri – ciri masyarakat majemuk tersebut. Berikut merupakan bentuk – bentuk struktur sosial masyarakat majemuk:

  • Struktur sosial yang berinteraksi (intersected social structure)

Kelompok – kelompok sosial yang ada dalam masyarakat dapat menjadi wadah beraktivitas dari orang – orang yang berasal dari berbagai latar belakang, suku bangsa, agama, ras dan kebudayaan berbeda. Dalam bentuk struktur sosial yang berinteraksi (intersected social structure) keanggotaan para anggota masyarakat dalam kelompok sosial yang ada memiliki bentuk saling menyilang, sehingga terjadi kesetiaan/ loyalitas yang juga saling silang menyilang. Bentuk struktur sosial seperti ini akan menjadi faktor pendorong integrasi sosial dalam masyarakat yang multikultural.

  • Struktur sosial yang terkonsolidasi (Consolidated Social Structure)

Dalam bentuk struktur yang terkonsolidasi (Consolidated Social Structure), kelompok – kelompok sosial yang ada hanya mewadahi orang – orang yang berlatar belakang, suku bangsa, agama ras, dan aliran yang sama. Sehingga terjadi tumpang tindih parameter dalam pemilahan struktur sosial. Bentuk struktur sosial yang semacam ini akan menghambat terjadinya integrasi sosial dalam masyarakat multikultural. Ini dapat terjadi karena akan terjadi pertajaman prasangka antar kelompok.

Karakterisitik dan Ciri – Ciri dari Masyarakat Majemuk dan Multikultural Secara Umum

Sponsors Link

Setelah mengenal apa itu masyarakat majemuk dan multikultural sekarang saatnya kita membahas tentang karakteristik dan ciri – ciri dari masyarakat majemuk dan multikultural. Menurut salah seorang sosiologis ternama Pierre L. Van den Berghe, karakterisitik dan ciri – ciri masyarakat majemuk dan multikultural secara umum dapat dilihat dengan tanda – tanda seperti berikut:

  1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk – bentuk kelompok sub kebudayaan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi – bagi ke dalam lembaga – lembaga yang bersifat non komplementer.
  3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota  – anggotanya terhadapa nilai – nilai yang berifat dasar.
  4. Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lainnya.

Berdasarkan hal – hal yang sudah disebutkan sebelumnya dapat dikatakan bahwa masyarakat multikulturla bila dilihat secara umum memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • Kesederajatan dalam kedudukan (status sosial) yang tetap bertahan meskipun ditengah – tengah kebudayaan, adat istiadat, maupun ditengah suku, dan agama yang berbeda – beda.
  • Mengakui adanya perbedaan dan keberagaman serta kompleksitas dalam masyarakat.
  • Menjunjung tinggi unsur kebersamaan, kerja sama, dan selalu hidup berdampingan dengan damai meski terdapat perbedaan.
  • Menghargai hak asasi manusia dan toleransi terhadap perbedaan.
  • Tidak mempersoalkan kelompok minoritas maupun mayoritas yang ada di tengah – tengah masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang memahami keberagaman dalam kehidupan didunia dan juga kehidupan masyarakat serta menerima adanya keberagaman tersebut seperti nilai – nilai, sistem budaya, kebiasaan dan politik sebagai sebuah kekayaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

Keberadaan masyarakat multikultural dapat diakui merupakan faktor pendorong mobilitas sosial. Dengan kehadiran masyarakat yang beragam ini juga nantinya akanmeningkatkan kualitas dari suatu masyarakt baik itu secara langsung maupun tidak langsung .

Itu tadi pembahasan tentang ciri – ciri masyarakat majemuk dan multikultural secara umum. Sampai jumpa lagi di pembahasan selanjutnya

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 14th, December 2017 / 09:19 Oleh :
Kategori : Pendidikan