Sponsors Link

6 Ciri-Ciri Lembaga Sosial dan Contohnya

Sponsors Link

Lembaga sosial atau yang dikenal dengan lembaga kemasyarakatan merupakan jenis lembaga yang mengatur serangkaian tata cara serta prosedur di dalam melakukan hubungan sesama manusia saat menjalankan kehidupan bermasyarakat dengan tujuan untuk bisa mendapatkan keteraturan hidup. Terbentuknya lembaga sosial bermula dari kebutuhan masyarakat mengenai keteraturan untuk hidup bersama. (baca juga: Masalah Negara Berkembang)

ads

Dari pengertian lembaga sosial, anda dapat mengetahui jika fungsi serta tujuan dari lembaga sosial ini. Lembaga sosial terbentuk dari norma, nilai, tata kelakukan, budaya, serta ada istiadat yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Nilai serta norma yang baru setelah diketahui, dikenal, diakui serta dihargai kemudian akan ditaati oleh masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari. Proses tersebut nantinya akan berlanjut pada nilai serta norma sosial yang mana diserap masyarakat hingga mendarah daging. Proses penyerapan ini dinamakan internalisasi. Dan kemudian setelah lama kelamaan akan berkembang serta menjadi bagian dari sebuah lembaga. Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai lembaga sosial, ciri-ciri lembaga sosial, serta contohnya. (baca juga: Kegiatan Ekonomi Di Indonesia)

Pengertian lembaga sosial menurut para ahli, ada beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli-ahli yang di dunia, antara lain adlaah:

1. Alvin L. Betrand

Lembaga sosial menurut hakikatnya merupakan sekumpulan norma-norma sosial yang memang sudah diciptakan dengan tujuan agar dapat melaksanakan fungsi dari masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut meliputi sekumpulan dari norma-norma serta bukan norma yang berdiri dengan sendirinya.

2. Robert Mac Iver dan CH Page

Lembaga sosial adalah kondisi ataupun bentuk prosedur yang sudah mapan dan menjadi karakteristik untuk aktivitas kelompok. Kelompok yang melaksanakan berdasar patokan-patokan tersebut dinamakan asosiasi. (baca juga: Penyebab Terjadinya Konflik Sosial)

3. Summer

Lembaga sosial jika dilihat dari sisi kebudayaan dapat diartikan sebagai cita-cita, sikap, perbuatan, serta perlengkapan kebudayaan yang mana memiliki sifat yang kekal dan bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Bagian yang terpenting adalah agar keteratiran serta integrasi dapat terjadi di dalam masyarakat. (baca juga: Contoh Perubahan Sosial Budaya_

4. Roucek dan Warren

Lembaga sosial merupakan pola-pola yang bermacam yang memang sudah memiliki sebuah kedudukan yang tetap agar dapat mempersatukan beragam dari kebutuhan manusia yang ditimbulkan dari kebiasaan-kebiasaan dengan cara mendapatkan persetujuan melalui cara yang sudah tidak terbantahkan lagi. Hal ini ntuk dapat memenuhi konsep dari kesejahteraan masyarakat serta menghasilkan sebuah struktur. (baca juga: Syarat Terjadinya Interaksi Sosial)

5. Mayor Polak

Lembaga sosial merupakan sebuah kompleks ataupun sistem dalam berbagai peraturan serta adat istiadat dengan mempertahankan nilai-nilai penting. (baca juga: Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya)

6. Leopold Von Wilsen dan Becker 

Lembaga sosial merupakan suatu jaringan dari proses-proses hubungan yang terjadi antar kelompok sosial dengan antar manusia yang memiliki fungsi agar dapat mempelihara hubungan hubungan tersebut beserta pola pola yang ada sesuai dengan minta serta kepentingan manusia serta kelompoknya.

7. Fitcher

Lembaga sosial merupakan suatu sistem dari hubungan-hubungan sosial yang mana memiliki kandungan nilai dan prosedur tertentu di dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok. (baca juga: Jenis Jenis Manusia Purba)

8. Soerjono Soekanto 

Sponsors Link

Lembaga sosial merupakan himpunna dari norma norma yang berasal dari segala tindakan yang berkaitan pada kebutuhan kebutuhan pokok yang ada di dalam masyarakat. (baca juga: Pengertian Masyarakat Multikultural)

9. Koentjaraningrat

Lembaga sosial merupakan sebuah sistem tata kelakuan yang ada di dalam hubungan yang memiliki pusat pada aktivitas aktivitas agar dapat memenuhi kompleks-kompleks pada kebutuhan khusus yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

10. Selo Soemardajan dan Soelaman Soemardi

Lembaga sosial merupakan semua norma-norma yang berasal dari segala tingkat yang berada pada keperluan pokok yang ada di dalam kehidupan masyarakat merupakan sebuah kelompok yang diberikan nama yaitu lembaga kemasyarakatan.

Ciri-ciri lembaga sosial, menurut Gillin dan Gillin, ada beberapa ciri-ciri utama dari lembaga sosial yang ada di masyarakat antara lain adalah:

  • Pola pemikiran serta perilaku yang terwujud dari aktivitas masyarakat dengan hasil hasilnya.
  • Mmeiliki sebuah tingkatan kekekalan yang khusus, dalam artian suatu nilai dan norma akan dapat menjadi lembaga setelah melalui proses percobaan yang ada dalam jangka waktu yang relatif lama. (baca juga: Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional)
  • Memiliki satu hingga lebih tujuan tujuan tertentu
  • Memiliki lambang sebagai simbol yang digunakan untuk tujuan serta fungsi dari lembaga tersebut
  • Memiliki alat-alat kelengkapan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan dari lembaga tersebut. Pada umumnya, alat-alat ini berbeda satu sama lainnya pada setiap masyarakat.
  • Merumuskan tujuan serta tata tertib, lembaga mempunyai tradisi (aturan) tertulis dan tidak tertulis. (baca juga: Pengertian Piramida Penduduk)

Syarat Terbentuknya Lembaga Sosial

Menurut Selo Soemardjan, lembaga sosial merupakan sesuatu hal yang harus dikendalakin dan dijadikan sebagai aturan mengikat di dalam lingkungan masyarakat sebagai bentuk proses pertumbuhan kelembagaan yang mengikat syarat-syarat yang ada. Ada sekitar 3 syarat dari terbentuknya sebuah lembaga sosial, antara lain adalah:

  • Diterima sebagian besar dari masyarakat tanpa adanya hal lain yang berarti
  • Norma yang menjiwai seluruh elemen masyarakat (baca juga: Jenis-Jenis Lembaga Sosial)
  • Norma harus mempunyai sanksi yang mana dapat mengikat setiap masyarakat.

Sifat-Sifat Lembaga Sosial, menurut Harsoja, Lembaga sosial memiliki sifat-sifat umum antara lain adalah:

  • Berfungsi sebagai sebuah unit yang ada di dalam sistem budata sebagai kesatuan bulat
  • Memiliki tujuan jelas
  • Relatif kokoh
  • Sifat karakteristiknya adalah sebuah lambang
  • Umumnya menjadi tradisi yang tertulis ataupun lisan (baca juga: Tokoh-Tokh Sejarah Pada Masa Buddha)
  • Menggunakan hasil kebudayaan material untuk menjalankan setiap fungsinya.

Fungsi lembaga sosial, menurut Soerjono Soekanto, fungsi lembaga sosial adalah:

ads
  • Lembaga sosial dapat memberikan pedoman pada seluruh elemen masyarakat yang bersangkutan dalam hubungan pemeuhuan kebutuhan. Dapat dikatakan jika pedoman di dalam bersikap maupun bertingkah laku untuk mengatasi masalah yang bersangkutan. Lembaga sosial berfungsi untuk menjaga kutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
  • Lembaga sosial memberikan arahan kepada masyarakat agar dapat mengadakan pengawasan pada anggota masyarakat melalui sistem pengendalian sosial. (baca juga: Pembagian Wilayah Waktu Di Indonesia)

Sedangkan menurut Horton dan Hunt, fungsi dari lembaga sosial, fungsi lembaga sosial menurut Horton dan Hunt, adalah:

  • Fungsi manifes, yang mana merupakan fungsi lembaga yang harus diakui dan disadari oleh anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Atau dapat dikatakan sebagai harapan dari banyak orang. Misalnya saja keluarga menjadi lembaga internalisasi serta sosialisasi dari nilai dan norma yang ada, dan lainnya. (baca juga: Macam-Macam Ras Di Indonesia)
  • Fungsi laten merupakan fungsi yang mungkin tidak disadari dikarenakan memang bukan menjadi tujuan utama saat sebuah lembaga tersebut muncul. Misalnya sajapada lembaga keluarga, pernikahan menjadi sebuah alasan untuk menutupi perasaan malu karena takut dikatakan tidak lakua. Lembaga politik menjadi lembaga persaingan karena berkuasa dan ingin menumpuk kekayaan.

Contoh lembaga sosial, yang harus kalian ketahui beberapa contohnya sebagai berikut:

1. Keluarga

Keluarga adalah unit sosial yang paling terkecil di dalam lingkungan masyarakat, yang mana terdiri dari ayah, ibu, serta anak. Sebuah keluarga dapat terbentuk karena beberapa hal, antara lain adalah:

  • Kelompok yang memiliki riwayat nenek moyang sama sehingga terjadi perkawinna diantara satu sama lainnya demi memiliki keturunan (endogami).
  • Sebuah kelompok kerabat yang aman disatukan melalui perkawinan ataupun darah. Pasangan perkawinan dapat berasal dari kelompok sendiri maupun kelompok yang berbeda (eksogami).
  • Pasangan perkawinan yang menghasilkan anak ataupun tidak. (baca juga: Peninggalan Sejarah Hindu Budha)
  • Pasangan yang tidak menikah namun memiliki anak. Biasanya hal ini terjadi pada kasus kasus hubungan di luar nikah, yang mana terjadi pada negara negara yang menganut paham liberal. Sehingga dianggap hal yang wajar saja terjadi. (baca juga: Ciri Ciri Negara Maju)
  • Satu orang yang hidup dengan beberapa anak, hal ini dikarenakan pasangan hidup, ayah, atau ibu berpisah. Entah dikarenakan perceraian ataupun salah satu pasangan meninggal.

Dalam lingkungan keluarga, terdapat aturan mengenai hubungan setiap anggota keluarga sehingga setiap anggota keluarga yang ada di dalamnya memiliki peran dan fungsinya masing masing. Misalnya saja seorang ayah, memiliki peran dan fungsi sebagai kepala keluarga serta tulang punggung keluarga. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi ayah untuk bisa memenuhi segala kebutuhan anggota keluarga lainnya. (baca juga: Penyebab Kegagalan LBB)

Sedangkan ibu memiliki peran sebagai pendamping kepala keluarga yang berfungsi untuk menjaga keutuhan serta keharmonisan dari keluarga tersebut. Keluarga adalah tempat sosialisasi pertama untuk anak. Sehingga lingkungan keluarga merupakan tempat dimana anak belajar dan diperkenalkan mengenai cara hidup bersama dengan yang lainnya. Sehingga saat mengenal lingkungan luas, anak sudah siap untuk hidup di dalam lingkungan masyarakat sebenarnya. (baca juga: Fungsi Bahasa Daerah)

Keluarga dibentuk atas dasar perkawinan serta hubungan darah dari setiap anggota keluarga. Ada beberapa macam fungsi dari lembaga keluarga, antara lain adalah:

  • Fungsi reproduksi, di dalam keluarga keturunan adalah inti dari sebuah pernikahan
  • Fungsi ekonomi, yang dimaksud fungsi ekonomi disini adalah peran ayah untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga. Namun kini ibu juga dapat berperan sebagai fungsi ekonomi untuk membantu menghidupi kebutuhan keluarga dan anggota keluarga lainnya. (baca juga: Perkembangan Awal Politik Pada Awal Kemerdekaan)
  • Fungsi proteksi, berarti jika lingkungan keluarga dapat menciptakan rasa tentram dan perlindungan bagi setiap anggota keluarga di dalamnya baik secara psikologi ataupun fisik
  • Fungsi sosialisasi, yang berarti di dalam keluarga menjadi tempat untuk anak belajar dan berlatih mengenai cara-cara hidup yang benar dan baik sehingga nantinya anak bisa menjalankan perannya di dalam masyarakat. (baca juga: Faktor Pendorong Mobilitas Sosial)
  • Fungsi afeksi, yang dimaksud adalah lingkungan keluarga dapat berperan dalam memberi kasih sayang dan kehangatan untuk setiap anggota keluarga.
  • Fungsi pengawasan sosial, yang berarti dapat mengontrol segala aktivitas serta tingkah laku di dalam lingkungan keluarga. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya. (baca juga: Contoh Kebutuhan Pokok)
  • Fungsi pemberian status, di dalam keluarga memiliki fungsi pemberian status yang di dapat melalui lembaga perkawinan. (baca juga: Manfaat Perdagangan Internasional)

2. Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan tempat dimana berlangsungnya segala kegiatan belajar mengajar yang dilakukan agar dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu menjadi lebih baik melalui hubungan yang ada di lingkungan sekitarnya. Lembaga pendidikan tersebut meliputi tingkat pra sekolah hingga ke bangku pendidikan tinggi. Dapat dikatakan jika lembaga pendidikan merupakan lembaga sosial setelah lingkungan keluarga. Melalui sebuah lembaga pendidikan, anak akan diperkenalkan tentang kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Anak juga akan mempelajari tentang cara memanfaatkan hingga mengelola sumber daya alam. (baca juga: Faktor Pendorong Urbanisasi)

Pada saat masa pra aksara, nenek moyang dari bangsa Indonesia belum mengenal tentang tulis menulis, berpindah-pindah, senang berburu, serta suka berkumpul di malam hari dan berbagi pengalaman satu sama lainnya. Pendidikan di masa tersebut adalah mengenai cara bertahan hidup dan berkenalan dengan alam. Setiap masa-masa yang ada di dalam sejarah Indonesia, memiliki sistem pendidikan yang berbeda satu sama lainnya. Namun tetap pada tujuan untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat pada masyarakat dan menjadikannya menuju arah yang lebih baik dari sebelumnya. Berikut ini fungsi-fungsi dari lembaga pendidikan yang dikemukakan Horton dan Hunt. (baca juga: Kabinet Pada Masa Demokrasi Liberal)

  • Mempersiapkan untuk bisa mencari nafkah. (baca juga: Dampak Positif dan Negatif Urbanisasi)
  • Sebagai pelestari dari kebudayaan masyarakat.
  • Sebagai tempat untuk mengembangkan bakat.
  • Tempat edukasi menambah ketrampilan sehingga dapat berpatisipasi di dalam demokrasi. (baca juga: Sejarah Perkembangan Sosiologi)
  • Memperpanjang masa remaja.
  • Mempertahankan sistem sosial.
3. Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi merupakan bagian dari lembaga sosial yang mana mengatur hubungan antara manusia satu sama lainnya di dalam memenuhi kebutuhan pokok. Lembaga ekonomi memiliki tujuan untuk mengatur bidang bidang ekonomi yang ada dalam rangka untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dan memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Sederhananya lembaga ekonomi diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Sektor agraris yang meliputi kegiatan kegiatan pertanian seperti sawah, ladang, perikanan, serta peternakan. (baca juga: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam)
  • Sektor perdagangan yang merupakan aktivitas menyalurkan barang dari produsen untuk konsumen. Sektor ini lebih mengembangkan tatanan sosial agar dapat menjalin hubungan antara penjual dan pembeli. Di sektor ini juga diatur mengenai cara mendaoatkan keuntungan, cara membeli yang baik mulai dari kontan hingga kredit, dan lainnya yang berkaitan dengan perdagangan. (baca juga: Jenis Pengendalian Sosial)
  • Sektor Industri, ditandai dengan adanya kegiatan memproduksi barang. Sektor ini membutuhkan lembaga ekonomi yang mana slaing berhubungan dan bergantung satu sama lainnya dalam sebuah sistem. Misalnya saja pabrik makanan, pabrik mobil, dan lainnya. (baca juga: Peninggalan Zaman Logam)

Ada beberapa macam fungsi fungsi dari lembaga ekonomi, antara lain adalah:

  • Sebagai pedoman agar dapat menjalankan pertukaran barang.
  • Memberikan pedoman untuk mendapatkan bahan pangan.
  • Sebagai pedoman tentang harga jual beli sebuah barang.

4. Lembaga Politik

Lembaga politik adalah lembaga khusus yang mana mengatur tentang pelaksanaan kekuasaan serta wewenang yang terkait kepentingan masyarakat dengan tujuan untuk mencapai keteraturan dan tata tertib dalam kehidupan masyarakat. Lembaga politik dapat berbentuk seperti pemerintahan yang memiliki peran untuk pemelihara ketertiban dan keamanan serta melindungan dan melayani segala anggota masyarakat. (baca juga: Perbedaan Kolonialisme dan Imperialismen)

Dapat dikatakan pula jika lembaga politik merupakan proses pembentukan serta pembagian kekuasaan di dalam masyarakat yang bertindak sebagai proses dari pengambilan keputusan. Contohnya saja, DPR, MPR, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lainnya. Ada beberapa fungsi-fungsi dari lembaga politik, antara lain adalah:

Sponsors Link

  • Menjaga keamanan dan ketertiban, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negerti.
  • Mengatur proses politik yang berlangsung.
  • Mengupayakan kesejahteraan umum. (baca juga: Manfaat Kegiatan Ekspor dan Impor)

Politik adalah kegiatan yang berkaitan tentang masalah kekuasaan. Kekuasaan merupakan kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang tersebut dapat dikuasai dan mau menerima serta mengikuti kehendak pihak yang memiliki kekuasaan. Adanya kekuasaan memang cenderung bergantung kepada hubungan yang terjadi diantara pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai. Kekuasaan selalu berada di dalam lingkungan masyarakat, enath itu yang susunannya masih sederhana ataupun yang sudah kompleks. (baca juga: Dampak Kepadatan Penduduk)

5. Lembaga Agama

Lembaga agama merupakan sistem keyakinan serta praktik keagamaan yang ada di dalam masyarakat. Pada dasarnya, agama merupakan aktivitas manusia yang berkaitan dengan Tuhannya. Agama memiliki peran yang sangat penting karena sebagai penyeimbang antara kehidupan manusia yaitu pada dunia dan akhiratnya. Pendidikan agaman akan menuntun individu menjadi individu yang lebih baik lagi kepada sesamanya, makhluk hidup lainnya, serta alam yang ada di sekitarnya. Sebagai manusia, harus disadari jika semua yang ada di alam merupakan karunia Tuhan yang mana diberikan kepada manusia sehingga sebagai manusia sudah sewajibnya bersyukur. (baca juga: Peran Keluarga Dalam Proses Sosialisasi)

Seperti halnya lembaga lembaga sosial lainnya, lembaga agama juga memiliki peran tersendiri di lingkungan masyarat. Lembaga agama memiliki peran di bidang sosial sebagaio penentu, agaman menciptakan sebuah ikatan bersama, baik yang terjadi pada anggota masyarakat maupun kewajiban sosial yang digunakan untuk mempersatukan masyarakat. Peran agama dalam sosialisasi individu akan nampak nyata ketika individu tersebut tumbuh dewasa. Saat masa tersebut, individu membutuhkan sebuah sistem nilai yang dijadikannya sebagai tuntutan umum agar dapat mengarahkan aktivitas di dalam lingkungan masyarakat serta sebagai tujuan akhir dari pengembangan kepribadiannya. (baca juga: Peran Lembaga Pendidikan )

Menurut Bruce J. Coher, ada beberapa fungsi dari lembaga agama antara lain adalah:

  • memberikan tafsiran tafsiran yang digunakan untuk membantu memperjelas mengenai kondisi fisik serta sosial dari seseorang (baca juga: Pewarisan Budaya)
  • Sebagai bantuaan yang digunakan untuk mencari identitas moral
  • Sebagai peningkatan keramahan di dalam pergaulan, solidiritas kelompok, serta kohesi sosial. (baca juga: Alat Komunikasi Zaman Sekarang)

6. Lembaga Budaya

Lembaga budaya adalah lembaga sosial yang mana berfungsi untuk bisa mengembangkan seni keyakinan serta kebudayaan yang ada dan dimiliki sekelompok masyarakat yang mana berasal dari karya, karsa, serta hasil cipta masyarakat tersebut. Contoh lembaga budaya yang ada di lingkungan masyarakat antara lain paguyuban seni & budaya, media cetak, media elektronik, masyarakat ilmiah, organisasi konservasi lingkungan, dan lainnya.(baca juga: Fungsi Pranata Keluarga)

7. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan merupakan lembaga yang memiliki peran untuk mendapatkan modal bagi anggota masyarakat untuk bisa menjalankan kegiatan ekonomi seperti usaha, bisnis, dan lainnya serta menjadi pedoman untuk kegiatan perputaran dari ekonomi masyarakat. (baca juga: Macam-macam Penyakit Sosial)

Nah itu tadi penjelasan rinci terkait ciri ciri lembaga sosial serta contohnya yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Tentu saja diharapkan jika fungsi setiap lembaga sosial akan berjalan sebagaimana mestinya di lingkungan masyarakat. Agar teripta keteraturan dan kedamaian di dalam masyarakat.  Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

baca juga:

Itulah sekilas artikel tentang lembaga sosial dalam bentuk ciri-cirinya dan juga menjelaskan beberapa contohnya yang bisa anda ketahui setelah membaca artikel ini.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Wednesday 13th, September 2017 / 03:42 Oleh :
Kategori : Sosiologi