Sponsors Link

7 Perbedaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional

Sponsors Link

Perbedaan pasar tradisional dan pasar modern sebenarnya dapat terlihat secara jelas, namun dalam sistem penentuan harga dan kegiatan ekonomi ada beberapa hal yang perlu dijabarkan. Artikel berikut ini akan membahas perbedaan pasar tradisional dan pasar modern mulai dari sistem jual bel, kegiatan ekonomi, penentuan harga, hingga tingkat kebersihan. Selamat membaca.

ads

Apakah Anda pernah pergi ke pasar? Ketika seseorang menyebutkan pasar, maka yang terbayang adalah sebuah kegiatan jual beli dimana pembeli dan penjual bertemu dan melakukan proses tawar menawar hingga mencapai kesepakatan yang diinginkan. Namun, bayangan seperti ini sebenarnya mewakilkan kondisi pasar tradisional. Pasar sebenarnya memiliki pengertian yang jauh lebih luas (Baca juga: Kegiatan Ekonomi di Indonesia).

Pengertian Pasar Secara Umum

Perbedaan pasar modern dan pasar tradisional secara umum memiliki pengertian tempat terjadinya proses jual dan beli, secara lebih luas pasar memiliki artian sebagai sebuah sistem, prosedur, dan tempat jual beli baik barang, jasa, dan sumber daya atau tempat pertukaran sumber daya (alam atau manusia) dengan uang atau alat pembayaran lainnya yang sah dan diakui. Pasar merupakan salah satu bagian penting dalam sistem perekonomian. Dalam pasar, ada persaingan baik itu persaingan antara pedagang maupun antara merek dagang. Dalam pelaksanaannya pasar setidaknya harus memiliki tiga fungsi berikut ini:

  • Fungsi distribusi
  • Fungsi pembentukan harga
  • Fungsi promosi

Ketiga fungsi ini akan ada di berbagai jenis pasar. Pasar dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis dan yang akan dibahas kali adalah klasifikasi berdasarkan sistem jual belinya yaitu pasar tradisional dan pasar modern. (Baca juga: Ciri-Ciri Kapitalisme)

Artikel terkait:

Perbedaan Pasar Tradisional dan Modern

Pasar tradisional adalah tempat jual beli dimana penjual dan pembeli bertemu secara langsung dan melakukan tawar menawar hingga tercapai kesepakatan harga. Pasar tradisional umumnya terdiri dari kios-kios semi permanen dan menyediakan barang-barang segar, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Contoh pasar tradisional antara lain adalah: Pasar Senen, Pasar Tanah Abang, Pasar Bogor dan pasar sayur mayur di pagi hari. (baca juga: Kegiatan Ekspor Impor)

Sedangkan pasar modern adalah tempat jual beli dimana tidak ada aktifitas tawar menawar di dalamnya, pembeli sudah menyetujui harga yang diajukan karena harga tersebut bersifat tetap (fixed price). Umumnya pasar ini berada di satu tempat yang luas dan permanen. Berdasarkan definisi di atas, tentu sudah terbayang perbedaan dari kedua jenis pasar ini bukan? Namun, agar lebih jelasnya artikel di bawah ini akan lebih menjabarkan perbedaan pasar tradisional dan pasar modern dari berbagai aspek secara lengkap. Contoh pasar modern adalah: Minimarket (Alfamart, Indomaret, dll), Swalayan (Superindo, TipTop, dll), Hypermarket (Carrefour, Giant, dll). Dan inilah, beberapa perbedaan yang harus kalian ketahui sebagai berikut:

  1. Perbedaan Jenis Barang yang Dijual

Pasar tradisional umumnya menjual bahan makanan segar, namun beberapa pasar juga menjual kebutuhan sandang (pakaian). Intinya adalah pasar tradisional selalu menjual bahan kebutuhan sehari – hari. Hal ini dilakukan karena keluar-masuk barang lebih cepat dan selalu dibutuhkan masyarakat sehingga kelangsungan proses jual beli tetap terjaga.

Pasar modern juga menjual barang kebutuhan sehari – hari, namun banyak juga yang menjual kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Jika ke hypermarket, Anda dapat melihat bahwa meeka bukan hanya menjual makanan atau pakaian melainkan juga elektronik, gadget, hingga furniture. Berbagai jenis barang tersedia di pasar modern. Hal inil merupakan salah satu yang membedakan keduanya. (baca juga: Ciri- Ciri Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi)

Sponsors Link

  1. Proses Pembentukan Harga

Pada pasar tradisional, harga terbentuk melalui kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli. Penjual bisa memasang harga sesuai yang diinginkan berdasarkan keuntungan yang ingin diterimanya dan pembeli boleh mengajukan keberatan akan harga yang diajukan penjual. Mereka akan melakukan tawar menawar hingga sepakat. Inilah yang menjadi pembentuk harga. Namun dalam beberapa proses tawar menawar, kesepakatan mungkin tidak terjadi sehingga harga tidak terbentuk. Meskipun begitu umumnya harga yang ditetapkan penjual pasar tradisional lebih murah dibandingkan pasar modern.

Berbeda dengan pasar tradisional, di pasar moderen pembeli sudah menyetujui harga yag ditetapkan penjual. Harga sudah tercetak di tag dan pembeli langsung membayar sesuai harga yang tertera. Harga barang di pasar modern terbentuk hanya dari perhitungan pemilik pasar. Harga didasarkan dari perhitungan penjual akan modal, komisi, dan biaya lain – lain. Hal ini yang menyebabkan beberapa barang di pasar modern lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. (baca juga: Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam)

Artikel lainnya:

ads
  1. Subjek yang Melakukan Proses Jual Beli

Pada perbedaan pasar modern dan pasar tradisional, penjual langsung menjajakan barang dagangannya kepada pembeli. Namun, ada banyak penjual yang menjual barang sejenis pada satu pasar. Sedangkan di pasar modern, yang menjual barang adalah satu pemilik pasar atau penjual. Pemilik pasar menjual beberapa merek dagang kepada pembeli. Biasanya pada pasar modern, pembeli memilih merek dagang yang disediakan penjual (pemilik pasar) bukan memilih barang sejenis yang dijual oleh penjual berbeda. Pembeli juga tidak melakukan proses tatap muka langsung dengan penjual (pemilik pasar). (baca juga: Pengertian Perubahan Kebudayaan)

Artikel lainnya:

  1. Modal dan Pengalaman Penjual

Pada pasar tradisional penjual umumnya memiliki modal yang terbatas atau modalnya tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, barang yang dijual biasanya adalah barang kebutuhan sehari – hari yang cepat laku dan banyak dicari sehingga perputaran modal berjalan lancar. Selain itu, penjual pada pasar tradisional juga hanya memperhitungkan keuntungan dalam jangka waktu pendek (Baca juga: Jenis-Jenis Lembaga Sosial).

Berbeda dengan pasar tradisional, pada pasar modern penjual umumnya sudah lebih  berpengalaman dalam berbisnis. Modal yang digunakan jauh lebih besar dibandingkan dengan modal penjual di pasar tradisional. Perhitungan penjual di pasar modern lebih berorientasi pada keuntungan jangka panjang biasanya perhitungan bersifat kuartal tahu atau per semester.

Artikel lainnya:

  1. Harga, Diskon, dan Promo

Pasar tradisional umumnya menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pasar modern. Namun, tidak ada potongan harga lainnya saat harga sudah terbentuk. Harga hanya ditentukan dari proses tawar menawar antara penjual dan pembeli. Tidak ada potongan harga dan promo yang ditawarkan penjual. Harga yang ditawarkan dari hari ke hari bisa berbeda – beda tergantung modal yang dikeluarkan penjual setiap hari.

Pasar modern memang pada umumnya memberikan harga yang lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. Namun, untuk menarik pembeli mereka memberikan potongan harga ke beberapa barang tertentu atau memberikan hadiah kepada pembeli. Hargayang ditawarkan oleh penjual di pasar modern juga cenderung tetap karena harga sudah dibentuk per periode waktu tertentu dan ditetapkan sebelum barang diberikan price tag. (baca juga: Manfaat Kegiatan Ekspor dan Impor)

Artikel lainya:

  1. Keragaman Pembeli

Pembeli yang melakukan proses jual beli di pasar tradisional adalah pembeli yang berlokasi di sekitar pasar. Hal ini disebabkan pasar tradisional hanya buka dalam waktu yang singkat dalam sehari (misalnya pasar pagi atau pasar malam) dan tidak buka sepanjang hari. Selain itu, pasar tradisional juga dimiliki oleh setiap kecamatan jadi mudah dijangkau oleh pembeli setempat.

Sponsors Link

Pembeli pada pasar modern umumnya adalah warga setempat dan warga lainnya yang mungkin tidak berasal di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan pasar modern terkadang hanya tersedia di beberapa tempat tertentu, tidak seperti pasar tradisional yang tersedia di setiap kecamatan. Meskipun saat ini banyak minimarket yang tersebar di setiap kelurahan atau bahkan lebih namun pembeli yang berbelanja bisa dari tempat lain karena pasar modern memiliki jam operasional yang lebih panjang. (baca juga: Pengertian Piramida Penduduk)

  1. Kenyamanan dan Pelayanan

Perbedaan pasar modern dan pasar tradisional memiliki sistem penjual melayani pembeli sepenuhnya mulai dari ambil barang, timbang (untuk produk tertentu), hingga proses pembayaran. Keuntungannya adalah adanya interaksi dan komunikasi yang sangat baik yang bisa dilakukan oleh sehari – hari. Namun, kondisi di pasar tradisional umumnya tidak terlalu tertib dan nyaman bagi sebagian orang. Pasar tradisional umumnya terletak di ruangan semi terbuka dan pengelolaan limbah belum terlalu berjalan dengan baik. Hal ini mengakibatkan pasar tradisional terlihat agak lembab dan agak kotor.

Pasar modern memiliki sistem self service dimana pembeli mengambil sendiri barang yang dibutuhkan. Pembayaran akan dibantu oleh petugas yang dipekerjakan oleh pemilik pasar (penjual). Untuk masalah kenyamanan, pasar modern sudah berdiri di atas bangunan tetap dan dilengkapi pendingin udara sehingga lebih nyaman. Keuntungan lainnya adalah pasar modern sudah memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu sehingga meminimalkan tampilan yang terkesan kotor dan kumuh.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Wednesday 02nd, August 2017 / 06:52 Oleh :
Kategori : Ekonomi