Sponsors Link

6 Aspek Perbedaan Membership Group dan Reference Group

Sponsors Link

Dua dari macam-macam kelompok sosial yang ada di masyarakat adalah membership group dan reference group. Membership group dan reference group merupakan macam atau jenis kelompok sosial yang didasarkan pada hubungan atau interaksi antara individu dengan kelompok tersebut. Klasifikasi tersebut pertama kali di kemukakan oleh seorang sosiolog, Robert K. Merton, pada tahun 1981.

ads

Dari dua pengertian reference group diatas, dapat disimpulkan bahwa reference group merupakan suatu kelompok acuan dalam membentuk perilaku dan kepribadian seseorang yang bukan bagian dari anggota kelompok yang bersangkutan. Dalam reference group juga terdapat dua bentuk atau dua tipe, yaitu tipe normatif dan tipe perbandingan. Tipe normatif menjadi suatu dasar kepribadian atau perilaku bagi seseorang atau individu. Sedangkan tipe perbandingan dijadikan sebagai pegangan bagi individu dalam menilai kepribadian diri sendiri maupun orang lain yang bersangkutan dalam kelompok tertentu.

Membership group dan reference group juga memiliki beberapa ciri-ciri tertentu, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Setiap anggota atau individu memiliki motif atau kepentingan yang sama antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan suatu interaksi, hubungan, maupun kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.
  • Adanya suatu sebab akibat dari interaksi dan hubungan yang berlangsung, dimana berkemungkinan untuk berlainan antar individu yang bersangkutan. Akibat yang ditimbulkan akan bergantung pada rasa dan kecakapan yang dimiliki masing-masing individu yang bersangkutan.
  • Didalam suatu kelompok terdapat penugasan serta pembentukan organisasi kelompok atau struktur kelompok yang jelas. Kondisi tersebut juga menyangkut adanya peranan dan kedudukan bagi masing-masing individu yang bersangkutan.
  • Setiap kelompok juga pasti memiliki nilai dan norma, dimana pasti ada peneguhan terhadap norma yang ada sebagai pedoman dalam tingkah laku para anggota kelompok. Norma juga dapat mengatur hubungan serta interaksi yang berlangsung di setiap kegiatan kelompok dan antar anggota demi mencapai tujuan dan kepentingan bersama.
  • Setiap individu memiliki kesadaran serta ikatan dengan individu yang lainnya, baik sebagai anggota didalam kelompok maupun bukan anggota kelompok.

Apa itu Membership Group?

Menurut beliau membership group merupakan suatu kelompok sosial dimana setiap anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota kelompok tersebut. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto pada tahun yang sama mengemukakan bahwa membership group merupakan suatu kelompok dimana setiap orang atau individu secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Dari dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa membership group merupakan kelompok yang memiliki anggota kelompok yang tercatat secara fisik dan resmi sebagai anggota kelompok tersebut.

Walaupun pada kenyataan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, penggunaan batasan fisik sebagai dasar keanggotaan suatu kelompok tidak dapat dilakukan secara mutlak. Mengapa demikian, karena disebabkan oleh kondisi atau keadaan yang terus mengalami perubahan. Hal tersebut juga berpengaruh pada derajat interaksi dalam kelompok tersebut, dimana sering kali seorang anggota tidak dapat menunjukkan kehadiran fisik didalam kelompoknya walaupun secara resmi anggota tersebut masih merupakan anggota kelompok yang bersangkutan.

Didalam membership group juga terdapat dua sub-group, yaitu nominal group member dan peripheral group member. Nominal group member merupakan anggota yang secara aktif masih berinteraksi dengan anggota lain maupun dengan kelompok yang bersangkutan. Sedangkan, peripheral group member merupakan anggota yang sudah tidak lagi aktif berinteraksi sehingga tidak memiliki kekuasaan atas kelompok yang bersangkutan, namun masih tercatat sebagai anggota.

Apa itu Reference Group?

Robert K. Merton juga mengemukakan pengertian mengenai reference group, menurutnya reference group merupakan suatu kelompok acuan. Disebut sebagai kelompok acuan berarti bahwa orang-orang menjadikan suatu kelompok tertentu sebagai acuan dalam bertindak dan berperilaku, walaupun secara fisik maupun resmi tidak tercatat sebagai anggota kelompok. Soerjono Soekanto juga memberikan pendapatnya mengenai reference group, dimana reference group dipahami sebagai suatu kelompok sosial yang dijadikan sebagai tolak ukur bagi seseorang yang bukan merupakan anggota kelompok tersebut dalam pembentukan kepribadian dan perilaku.

Sponsors Link

Itulah beberapa ciri-ciri kelompok sosial membership group dan reference group yang biasa ditemui dalam suatu kelompok sosial di masyarakat. Walaupun sama-sama merupakan suatu kelompok sosial, tetapi membership group dan reference group sebenarnya berbeda, terutama dalam hal keanggotaan. Selain dalam aspek keanggotaan, membership group dan reference group juga memiliki beberapa perbedaan di berbagai aspek kelompok sosial. Berikut ini beberapa perbedaannya:

  1. Pengertian

Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah pengertian dari membership group dan reference group. Seperti yang telah di jelas kan diatas, bahwa membership group merupakan suatu kelompok dimana individu harus secara fisik dan resmi dapat dianggap sebagai anggota kelompok.

Sedangkan reference group dianggap sama seperti suatu kelompok acuan, dimana dijadikan sebagai suatu acuan atau pedoman dalam pembentukan kepribadian dan pola tingkah laku. Pembagian sub-group dari keduanya juga berbeda, dimana membership group memiliki nominal group dan peripheral group yang didasarkan pada keaktifan interaksi yang terjadi, sedangkan reference group memiliki tipe normatif dan tipe perbandingan yang didasarkan pada manfaatnya sebagai suatu acuan.

  1. Keanggotaan
ads

Perbedaan yang jelas lainnya adanya dalam aspek keanggotaan antara membership group dan reference group. Dimana keanggotaan dari membership group secara jelas dan resmi seseorang akan dinyatakan atau tercatat sebagai seorang anggota kelompok. Kondisi tersebut dapat dibuktikan dengan kartu keanggotaan yang diberikan kelompok kepada para anggotanya.

Keanggotaan membership group juga didasarkan pada kehadiran secara fisik seorang individu didalam kelompok yang bersangkutan. Sedangkan keanggotaan reference group tidak secara resmi sebagai seorang anggota dari kelompok yang bersangkutan. Hanya saja, para individu menjadikan sebuah kelompok tertentu sebagai suatu acuan dan menerapkan prinsip-prinsip kelompok yang bersangkutan dalam kehidupan para individu tersebut. Baik dalam hal pembentukan kepribadian atau pola tingkah laku, maupun yang lainnya.

  1. Recognition

Pada membership group, para anggotanya akan mudah untuk dikenali baik ketika berada didalam kelompok maupun di luar kelompok yang bersangkutan. Kondisi tersebut juga disebabkan karena  kepemilikan kartu keanggotaan atau pun dari sikap serta perilaku yang biasanya mencerminkan ciri khas dari suatu kelompok tertentu. Kegiatan atau aktivitas yang sering dilakukan juga dapat mencerminkan bahwa seseorang merupakan anggota dari suatu kelompok maupun bukan.

Sebaliknya , pada reference group para anggota atau individu yang mengacu pada suatu kelompok tertentu akan sulit untuk diketahui. Tidak mudah untuk membedakan apakah seorang individu menjadikan suatu kelompok tertentu sebagai referensi atau acuan dalam kehidupannya. Hal ini juga yang mungkin menyebabkan reference group sulit untuk dipahami atau terdengar asing bagi sebagian orang dalam masyarakat.

  1. Interaksi

Interaksi menjadi salah satu faktor pembentuk kelompok sosial membership group, karena menyangkut sistem keanggotaan suatu kelompok tertentu. Dalam membership group derajat interaksi antar anggota maupun antara anggota dengan kelompok yang bersangkutan sangatlah penting. Terkadang keaktifan interaksi atau hubungan setiap anggota kelompok menjadi patokan apakah seorang individu masih menjadi bagian atau anggota dari kelompok tersebut atau tidak. Dimana sifat-sifat hubungan sosial dan interaksi sosial sangat beragam.

Interaksi sosial juga harus berjalan dengan baik didalam suatu kelompok demi mencapai tujuan bersama. Sedangkan dalam reference group, interaksi bukanlah merupakan suatu hal yang penting. Karena seorang individu yang bukan merupakan anggota kelompok tertentu hanya akan mengidentifikasikan atau menyesuaikan dirinya dengan berbagai prinsip kelompok yang diinginkannya. Hal ini disebabkan karena reference group hanya merupakan kelompok acuan bagi seseorang, jadi interaksi antara orang yang berpedoman pada kelompok yang bersangkutan dengan kelompok tersebut mungkin saja tidak terjadi.

  1. Motif dan Tujuan

Seperti ciri utama suatu membership group dan reference group bahwa setiap individu yang bersangkutan memiliki motif dan tujuan yang sama dengan kelompok tertentu, namun dalam proses pelaksanaannya akan berbeda antara membership group dengan reference group. Bagi membership group, setiap anggotanya harus memiliki motif dan tujuan yang sama yang harus dicapai secara bersama-sama sehingga dapat mencegah penyebab terjadinya konflik dalam kelompok tersebut.

Sponsors Link

Proses yang dilalui adalah dengan adanya interaksi atau kerjasama antar anggota kelompok dengan kelompok yang bersangkutan. Namun berbeda bagi reference group, karena disini kelompok tertentu hanya dijadikan sebagai suatu acuan dan seorang individu bukanlah merupakan anggota dari kelompok tersebut. Oleh sebab itu, walaupun memiliki motif dan tujuan yang sama namun dalam pelaksanaannya antara kelompok acuan dan para individu akan berbeda atau berjalan masing-masing, tanpa berlangsungnya interaksi dan kerjasama didalamnya.

  1. Kesadaran Anggota

Setiap anggota pada membership group pasti memiliki semacam kesadaran yang mencerminkan ikatan yang erat satu sama lainnya. Kondisi tersebut juga berlaku dalam reference group, hanya saja dalam membership group berarti berlangsung didalam suatu ikatan organisasi atau ikatan kelompok, sedangkan pada reference group berlangsung tidak didalam ikatan organisasi atau ikatan kelompok yang bersangkutan. Tetapi tetapi saja bagi para anggota kedua membership group dan reference group akan ada sikap kesadaran akan prinsip-prinsip, nilai, atau norma dan tujuan yang harus diterapkan dan dicapai bersama.

Itulah beberapa perbedaan membership group dan reference group di berbagai bidang atau aspek berlangsungnya suatu kelompok. Banyak contoh dari membership group dan reference group di kehidupan masyarakat yang membantu memahami lebih dalam perbedaan keduanya. Salah satunya adalah keanggotaan PGRI tetapi menerapkan prinsip-prinsip koperasi dalam membangun kehidupan keluarga seorang individu. Demikian penjelasan mengenai perbedaan membership group dan reference group, semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kita mengenai jenis kelompok sosial di masyarakat.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Wednesday 07th, March 2018 / 03:25 Oleh :
Kategori : Sosiologi