Sponsors Link

2 Jenis BPJS dan Fungsinya

Sponsors Link

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah BPJS. Ya, salah satu asuransi yang tengah digalakkan oleh pemerintahan Indonesia.

ads

Semua penduduk Indonesia, termasuk ekspatriat yang telah menetap di Indonesia selama 6 bulan atau lebih, harus memiliki BPJS Kesehatan. Jenis BPJS ini diproses sendiri oleh perorangan.

Namun, jika kamu bekerja di perusahaan, baik perusahaan lokal maupun asing, kamu juga akan mendapatkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, yang disediakan oleh perusahaan untuk melindungi semua karyawannya.

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bersifat wajib. Siapa saja yang tinggal di Indonesia dan bekerja di perusahaan harus memiliki dua jenis BPJS.

Fungsinya keduanya berbeda. Penjelasan umum mengenai kedua BPJS dijelaskan sebagai berikut:

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

Sesuai namanya, jenis BPJS ini memberikan beberapa perlindungan kesehatan kepada pemiliknya, seperti:

  • Layanan Kesehatan Dasar
    Dengan layanan ini, kamu bisa memilih dokter atau klinik jika kamu membutuhkan layanan kesehatan dasar (untuk pemeriksaan kesehatan kapan pun kamu sakit). Kamu juga bisa memilih dokter gigi yang Anda inginkan. Kamu juga bisa menghubungi dokter atau klinik kapan pun.
  • Layanan Kesehatan Lanjutan
    Jika klinikmu tidak bisa memberikan layanan kesehatan lebih lanjut, mereka akan menandatangani surat rujukan sehingga, bisa mendapatkan perawatan khusus dengan dokter spesialis atau di rumah sakit yang lebih besar.
  • Layanan Rawat Inap
    Jika tindak lanjut diperlukan, sehingga harus dirawat inap, kamu bisa menggunakan layanan ini.

Ada 3 kelas BPJS Kesehatan, yang memberitahu jenis pelayanan medis seperti apa yang kamu dapatkan dan berapa biaya perawatan medis yang ditanggung.

Jika memilih Kelas 1, kamu harus membayar lebih, namun juga akan mendapatkan lebih banyak layanan dan ganti rugi untuk layanan rawat inap dibandingkan jika memilih Kelas 2 atau Kelas 3.

Tapi, jika kamu memilih untuk merasakan layanan VIP, kamupun harus membayar sejumlah uang ekstra untuk layanan rawat inap.

Ingatlah bahwa BPJS ini tidak mencakup perawatan medis lanjutan, seperti operasi jantung dan beberapa prosedur perawatan gigi lanjutan.

Jika menginginkan layanan lebih banyak, milikilah asuransi kesehatan mandiri yang biayanya kamu tanggung sendiri.

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS ini wajib untuk semua perusahaan. Artinya, jika kamu memiliki perusahaan, maka harus mendaftarkan semua karyawanmu untuk mendapatkan BPJS ini.

Dan jika kamu bekerja di sebuah perusahaan di Indonesia, perusahaanmu harus menyediakan layanan sampai mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan.

Tapi, jika kamu adalah pekerja lepas dan ingin memiliki BPJS Ketenagakerjaan, kamu bisa mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan mandiri.

Jika memiliki Kartu BPJS Ketenagakerjaan, kamu akan mendapatkan perlindungan dasar untuk:

  • JHT (Jaminan Hari Tua)
    Perlindungan ini akan memberikan manfaat begitu kamu meninggalkan perusahaan. Biasanya, akan mendapatkan manfaat maksimum jika kamu telah bekerja selama 10 tahun atau lebih di perusahaan yang sama.
  • JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja)
    Jika mengalami kecelakaan saat bekerja di perusahaan, kamu akan menerima kompensasi untuk luka atau perawatan medis.
  • JK (Jaminan Kematian)
    Sesuai namanya, akan mendapatkan manfaat ini jika kamu meninggal saat bekerja di perusahaan.
  • JP (Jaminan Pensiun)
    Jika telah mencapai usia pensiun, kamu akan menerima sejumlah kompensasi dari perlindungan jenis ini.

Pembayaran bulanan untuk program ini adalah tanggung jawab perusahaan dan kamu sebagai pemegang kartu.

Berdasarkan peraturan, kedua pihak harus membayar BPJS berdasarkan jenis perlindungan dan berapa besar gajimu setiap bulannya.

Jika kamu adalah anggota mandiri, maka harus membayar biaya bulanannya sendiri.

Sponsors Link
,




Post Date: Wednesday 24th, June 2020 / 06:36 Oleh :
Kategori : Ekonomi