Sponsors Link

4 Contoh Amalgamasi Beserta Dampaknya Bagi Indonesia

Sponsors Link

Dalam ilmu sosiologi banyak istilah-istilah yang menggambarkan atau mewakili kehidupan masyarakat, salah satunya adalah amalgamasi. Bagi sebagian orang, amalgamasi mungkin terdengar asing namun bila dilihat dalam kehidupan nyata masyarakat, sebenarnya banyak keadaan atau peristiwa yang termasuk sebagai contoh amalgamasi. Namun sebelum membahas mengenai apa saja contoh amalgamasi dalam lingkungan masyarakat, kita bahas terlebih dahulu mengenai apa itu amalgamasi untuk mendapat pemahaman yang lebih dalam.

ads

Secara singkat amalgamasi dapat diartikan sebagai suatu pencampuran antara dua hal atau aspek sosial budaya yang berbeda. Sedangkan dalam ilmu sosiologi, amalgamasi merupakan suatu istilah yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu perkawinan campuran antara dua etnis atau ras yang berbeda. Di Inggris sendiri, istilah amalgamasi dipakai pada sekitar abad ke 20.

Selain di Inggris, istilah amalgamasi juga sempat berlaku di Amerika serikat yang pada awalnya dipakai untuk menggambarkan perkawinan antara kaum Afrika dan Amerika. Perkawinan tersebut memiliki maksud untuk pembiakan etnis kulit hitam dan etnis kulit putih. Namun dalam perkembangannya istilah amalgamasi diganti dengan istilah perkawinan antar suku dan bangsa. Oleh sebab itulah amalgamasi disebut sebagai salah satu istilah kuno dalam ilmu sosiologi.

Menurut beberapa sumber amalgamasi berasal dari penggabungan istilah metalurgi yang memiliki kaitan dengan istilah metafora dan melting pot. Istilah metalurgi sendiri juga berasal dari Amerika Serikat sebagai suatu istilah yang menggambarkan sebuah asimilasi perkawinan. Dimana amalgamasi dan asimilasi serta satu lagi akulturasi sangat berkaitan satu sama lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan definisi amalgamasi, asimilasi, dan akulturasi agar lebih mudah melihat contoh yang ada di masyarakat:

  • Amalgamasi

Amalgamasi merupakan istilah kuno yang memiliki arti sama seperti istilah perkawinan antar suku atau bangsa dengan tujuan untuk pembiakan etnik atau ras yang berbeda-beda. Isilah amalgamasi sebagai suatu istilah kuno juga mengarah pada pembiakan etnis kulit putih dan non-putih. Sebagai contoh seperti perkawinan orang Afrika sebagai etnis kulit hitam dengan orang Amerika yang merupakan etnis kulit putih, dan lain sebagainya.

  • Asimilasi

Asimilasi merupakan suatu kondisi pembaharuan terhadap dua budaya dengan berkurangnya ciri khas kebudayaan yang asli sehingga dapat menghasilkan suatu kebudayaan yang baru. Contoh asimilasi budaya dapat dianggap sebagai suatu dampak dari adanya amalgamasi, dimana ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan antar dua orang atau kelompok, dan percampuran dua budaya yang memungkinkan terbentuknya suatu kebudayaan yang baru. Usaha yang dilakukan dapat berupa upaya dalam mempererat kesatuan tindakan atau pola tingkah laku, sikap, hingga perasaan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan bersama.

  • Akulturasi

Hal yang terkait dengan amalgamasi yang terakhir adalah akulturasi, dimana akulturasi secara singkat dipahami sebagai suatu proses sosial yang terjadi karena bertemu nya dua kebudayaan yang berbeda. Akulturasi merupakan suatu proses sosial yang timbul dalam suatu kelompok manusia yang memiliki kebudayaan tertentu karena dihadapkan dengan unsur kebudayaan asing yang lainnya.

Yang berbeda disini bahwa akulturasi tidak menghilangkan ciri khas suatu kebudayaan, sehingga percampuran dua kebudayaan tidak benar-benar menghasilkan kebudayaan baru yang menghilangkan unsur aslinya. Sebagai contoh akulturasi budaya seperti adanya budaya rap menggunakan bahasa jawa uang disebabkan karena budaya asing rap bertemu dengan kebudayaan  bahasa jawa. Itulah tiga istilah dalam ilmu sosiologi yang berkaitan dengan percampuran dua sosial budaya yang berbeda, dimana antara satu dengan lain memiliki kesamaan atau bisa saling terkait satu sama lainnya.

Sponsors Link

Contoh Amalgamasi

Suatu proses sosial dapat disebut sebagai suatu proses amalgamasi apabila terdapat budaya atau ras bercampur dan membentuk suatu budaya yang baru. Proses amalgamasi yang biasanya menentukan adalah lewat sebuah pernikahan campuran antar ras atau etnik. Mengapa demikian, karena pernikahan campuran dapat menciptakan suatu generasi baru sekaligus dengan budaya baru karena adanya ras, etnik, dan budaya yang berbeda bercampur jadi satu.

Amalgamasi juga dianggap sebagai suatu solusi dalam upaya menghilangkan berbagai macam pertentangan dan perselisihan yang biasa terjadi di suatu lingkungan masyarakat. Contoh amalgamasi yang paling sederhana dan sering terjadi adalah adanya perkawinan campuran tersebut, sehingga banyak keturunan campuran yang sering kita jumpai dilingkungan masyarakat sekitar. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai contoh amalgamasi yang biasa terjadi di masyarakat:

  1. Pernikahan antara Etnis Jawa dan Sunda

Walaupun etnis Jawa dan Sunda sama-sama berada dalam satu pula Jawa, namun pernikahan antara dua etnis ini bila berlangsung akan menghasilkan sebuah generasi baru dengan budaya hingga pola tingkah laku yang baru. Etnis Jawa dan Sunda masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda, sebagai contoh seperti keuletan dan kehalusan orang Jawa yang lebih tinggi dibanding dengan orang Sunda, namun dalam hal paras dan warna kulit orang Sunda lebih terkenal putih dan berparas cantik dan muda dibanding dengan orang-orang Jawa.

ads

Jadi jika kedua etnis ini bersatu dalam sebuah pernikahan, tidak menutup kemungkinan dapat melahirkan generasi baru yang memiliki paras menawan dan berperilaku lembah lembut serta ulet dalam segala hal. Mungkin juga generasi yang baru dapat berbicara menggunakan logat Sunda tetapi berbahasa Jawa maupun sebaliknya.

  1. Pernikahan antar Negro dan Kulit Putih

Contoh amalgamasi yang paling mudah dipahami dan banyak terjadi adalah pernikahan antar negro atau orang berkulit hitam dengan orang berkulit putih. Kondisi ini dapat dilihat paling banyak di Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat merupakan negara asli bagi orang berkulit putih namun dengan perkembangannya banyak orang berkulit hitam tumbuh dan berkembang pula disana.

Hal ini disebabkan karena adanya pernikahan antar dua etnis kulit hitam dan kulit putih, sehingga menciptakan suatu generasi baru dan kebudayaan baru dilingkungan masyarakat sekitarnya. Kebudayaan baru yang muncul seperti pola tingkah laku dan kebiasaan sehari-hari yang timbul dari perpaduan dua etnis yang berbeda, meningkatnya sikap saling toleransi dan menurunnya diskriminasi karena perpaduan etnis yang diterima di masyarakat, gaya bicara dan pakaian, serta banyak kebudayaan atau kebiasaan lainnya yang dapat timbul karena adanya proses amalgamasi.

  1. Pernikahan Orang Indonesia dengan Orang luar Negeri

Tidak sedikit orang Indonesia yang menikah dengan orang asing atau orang yang berasal dari luar negeri atau luar wilayah Indonesia, baik itu dari kawasan barat, timur, maupun kawasan Asia. Sebagai contoh seperti orang Indonesia yang menikah dengan orang Korea maupun orang Amerika. Perpaduan budaya yang di miliki Indonesia dan negara asing pastilah akan melahirkan suatu generasi dan kebudayaan yang baru.

Sama seperti pernikahan campuran lainnya, kebudayaan baru yang muncul dari dua orang dengan latar kebudayaan negara yang berbeda dapat menyangkut aspek bahasa, pola tingkah laku, gaya hidup, gaya bicara, dan lain sebagainya. Semuanya juga bergantung pada bagaimana orang tua menyikapi dan mengajarkan kebudayaan mereka bersama demi mencapai kepentingan dan tujuan bersama, yang pastinya untuk kehidupan generasi baru yang lebih baik.

  1. Pernikahan Beda Agama

Keberagaman agama yang ada di lingkungan masyarakat juga memungkinkan adanya pernikahan beda agama. Setiap agama yang ada pasti memiliki kebudayaan masing-masing, seperti kebudayaan Islam yang harus melakukan slametan ketika berlangsungnya suatu pernikahan, dan kebudayaan agama hindu atau budha dengan proses sesembahan nya. Pernikahan yang berlangsung pun biasanya didasarkan pada kesepakatan bersama tanpa merugikan salah satu pihak. Walaupun pernikahan beda agama jarang terjadi tetapi tidak menutup kemungkinan memang ada lingkungan masyarakat sekitar kita. Karena dua kebudayaan agama yang berbeda juga pasti akan menghasilkan generasi baru dengan kebudayaan yang baru pula.

Itulah beberapa contoh amalgamasi yang biasa kita jumpai dalam lingkungan masyarakat. Suatu proses amalgamasi jika memiliki dampak sosial baik itu positif maupun negatif. Amalgamasi berdampak positif karena dapat memadukan dua kebudayaan yang berbeda dan menciptakan kebudayaan yang baru. Bagi orang-orang yang memiliki kebudayaan dan karakteristik yang berbeda, adanya pencampuran kebudayaan dapat melengkapi kekurangan satu sama lain. Selain itu juga berdampak pada berkurangnya diskriminasi didalam masyarakat, terutama dalam hal warna kulit. Pernikahan antar kulit hitam dan kulit putih menjadi pengarah bahwa warna kulit bukanlah lagi sebagai suatu penghalang atau tembok bagi setiap orang untuk menentukan hidup dan melangsungkan hidup dalam masyarakat. Karena setiap manusia atau setiap orang memiliki hak yang sama untuk menjadi bagian dari suatu masyarakat sosial.

Sponsors Link

Dampak Amalgamasi Dalam Suatu Negara

Amalgamasi juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah semakin memudar nya ciri kas atau nilai kebudayaan asli karena sudah bercampur dengan kebudayaan yang lainnya yang diterima oleh generasi penerus. Selain itu, perbedaan karakter pelaku amalgamasi hingga dominasi kebudayaan juga dapat memicu timbulnya suatu perselisihan atau konflik.

Konflik yang terjadi dapat diantar pelaku amalgamasi, antar keluarga pelaku, maupun antar individu dengan keluarga baik satu maupun kedua pihak. Konflik dapat terjadi juga karena adanya perbedaan kepentingan yang ingin dicapai atau diperjuangkan oleh kedua kebudayaan yang bercampur. Konflik tersebut akan terus terjadi apabila masih ada egoisme budaya yang dipertahankan tanpa adanya upaya untuk menerima atau memahami budaya lain.

Demikian penjelasan mengenai contoh amalgamasi, semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat dan menyadarkan kita bahwa perbedaan itu baik adanya selama tujuan dan kepentingan bersama lebih diutamakan dibanding sikap egoisme semata. Karena keragaman suku bangsa dan budaya dalam masyarakat adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari tetapi harus dipahami dan diterima dengan baik. Sehingga dapat mencegah penyebab terjadinya konflik sosial dan permasalahan sosial budaya dalam lingkungan masyarakat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 01st, March 2018 / 03:57 Oleh :
Kategori : Antropologi