Sponsors Link

3 Macam-macam Stratifikasi Sosial Berdasarkan Tipe-tipenya

Sponsors Link

Stratifikasi sosial atau juga disebut dengan istilah pelapisan sosial. Berdasarkan bahasanya, staratifikasi adalah serapan dari bahasa latin yaitu stratum yang berarti tingkatan. Secara harfiah, stratifikasi sosial adalah tingkatan masyarakat yang berada di dalam kehidupan masyarakat sosial itu sendiri. Stratifikasi sosial juga bisa disebut sebagai pemisahan masyarakat ke dalam suatu kelompok tertentu berdasakan kategori atau sifat yang dibutuhkan.

ads

Secara hirarki, stratifikasi sosial menempatkan setiap individu atau kelompok memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Dalam hal ini juga berarti bahwa setiap kelompok memiliki tingkatan kekuasan yang berbeda-beda terhadap kelompok lainnya di dalam sebuah masyarakat. Stratifikasi sosial ini juga seringkali disebut dengan istilah pelapisan sosial. Hal ini juga sedikit banyak berpengaruh terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi sosial budaya itu sendiri.

1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Ekonomi

Stratifikasi sosial yang berdasarkan ekonomi biasanya akan membentuk sebuah lapisan-lapisan sosial masyarakat yang berdasarkan kekuasaan dan juga kekayaan yang dimiliki. Biasanya stratifikasi sosial yang berdasakan ekonomi ini memiliki sifat yang terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa suatu anggota dari lapisan masyarakat dapat berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing, hal ini merupakan salah satu contoh bentuk-bentuk struktur sosial.

Berikut ini adalah pendapat dari beberapa orang mengenai stratiikasi sosial yang berdasarkan ekonomi :

1. Aristoteles

Menurut Aristoteles, stratifikasi sosial berdasarkan ekonomi terbagi menjadi 3 lapisan yaitu :

  • Golongan Sangat Kaya. Dalam lapisan paling atas ini berisikan anggota yang sangat terbatas. Para anggotanya terdiri dari beberapa golongan bangsawan dan pengusaha-pengusaha besar.
  • Golongan Kaya. Golongan ini merupaka golongan yang banyak memiliki anggota. Biasanya golongan ini memiliki profesi yang membuat setiap individu anggotanya memiliki status sosial yang tinggi. Beberapa contoh dalam hal ini seperti para dokter, pedagang, pengacara, dan lain sebagainya.
  • Golongan Miskin. Menurut Aristoteles, golongan ini adalah golongan yang memiliki jumlah anggota paling banyak di antra kedua golongan di atas. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang jelas dan nyata seperti fakta bahwa angka kemiskinan di sebagian besar negara-negara yang ada di belahan dunia manapun masih sangat tinggi sampai dengan sekarang.

2. Karl Marx

Menurut Karl Marx, stratifikasi sosial berdasarkan ekonomi juga terbagi menjadi 3 lapisan yaitu :

  • Golongan Kapitalis atau Burjois. Golongan ini merupakan lapisan paling atas yang beranggotakan sekelompok individu yang menguasai tanah dan juga peralatan produksi. Ciri-ciri kapitalisme adalah seperti adanya hak kepemilikan pribadi atas suatu benda, dan lain sebagainya.
  • Golongan Menengah. Golongan yang kedua ini merupakan golongan yang cukup banyak anggotanya. Golongan ini merupakan golongan yang membela golongan kapitalis atau burjois, sehingga terkadang para anggotanya juga dimasukkan dalam kategori golongan kapitalis. Anggota dari golongan menengah ini biasanya terdiri dari beberapa individu atau kelompok yang dapat memanfaatkan suatu tanah atau peralatan produksi untuk kepentingan mencapai tujuan tertentu. Tapi golongan ini hanya sebatas memanfaatkan sumber yang ada saja, dan bukan merupakan pemilik dari hal tersebut. Beberapa contoh sederhana dari anggota golongan menengah ini adalah para pegawai pemerintahan.
  • Golongan Protelar. Ini adalah lapisan masyarakat paling bawah yang mana tidak ada kaitannya dengan kedua golongan tersebut di atas secara langsung. Golongan ini beranggotakan individu atau kelompok yang sedikitpun tidak dapat menggunakan sebuah tanah ataupun alat-alat produksi.
Sponsors Link

2. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial

Stratifikasi sosial yang kedua adalah stratifikasi yang lebih mudah untuk dipahami karena hal ini dikelompokkan lagi berdasarkan bidang-bidang yang lebih khusus dan detail. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai golongan tersebut :

1. Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Berdasarkan tingkat pendidikannya, suatu masyarakat sosial dibedakan menjadi 5 lapisan sosial, diantaranya sebagai berikut :

  • Pendidikan sangat tinggi. Lapisan masyarakat yang paling tinggi ini biasanya terdiri dari beberapa individu yang mampu untuk mengenyam pendidikan hingga tingkatan paling tinggi. Dalam hal ini biasanya terdiri dari beberapa anggota yang memiliki gelar tinggi seperti Doktor (Dr.) dan juga Professor (Prof.)
  • Pendidikan tinggi. Pada lapisan tertinggi kedua ini biasanya terdiri dari beberapa anggota yang mampu mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang universitas tahap 1. Biasanya dalam hal ini, para anggota nya memiliki gelar atas pendidikannya seperti Sarjana.
  • Pendidikan menengah. Dalam lapisan tertinggi urutan 3 ini adalah seseorang atau kelompok yang mampu mengenyam pendidikan sampai ke jenjang sekolah menengah. Biasanya dalam lapisan masyarakat ini terdiri dari beberapa individu atau kelompok yang mampu lulus dari pendidikan di SMA atau yang sederajat.
  • Pendidikan rendah. Pada lapisan masyarakat terendah nomor 2 ini beranggotakan beberapa individu atau kelompok yang hanya mampu mengenyam pendidikan sampai tingakatan SMP atau bahkan hanya sampai SD saja.
  • Tidak berpendidikan. Ini adalah lapisan masyarakat paling bawah dimana semasa hidupnya tidak pernah sekalipun mengenyam pendidikan. Hal ini menyebabkan para anggotanya menjadi buta huruf.

Berdasarkan Keahlian atau Pekerjaan

ads

Berdasarkan tingkat keahlian atau pekerjaannya, suatu masyarakat sosial dibedakan menjadi 6 lapisan sosial, diantaranya sebagai berikut :

  • Elit. Lapisan yang paling tinggi ini beranggotakan individu atau kelompok yang sangat sukses di bidangnya masing-masing. Hal ini menyebabkan para anggotanya dikenal secara luas dan juga dihormati oleh semua kalangan masyarakat.
  • Profesional. Lapisan tertinggi nomor 2 ini biasanya beranggotakan beberapa individu atau kelompok yang memiliki gelar di dalam bidang pendidikan yang biasanya mengisi beberapa jenis lembaga sosial dan berhasil dalam bidangnya masing-masing.
  • Semi Profesional. Kemudian lapisan masyarakat nomor 3 teratas ini adalah lapisan masyarakat yang beranggotakan para individu atau kelompok yang mempunyai spesialisasi dalam bidangnya masing-masing namun tidak memiliki gelar untuk menunjang dalam pekerjaannya. Dalam lapisan masyarakat ini biasanya terdiri dari beberapa profesi seperti pegawai kantor, teknisi berpendidikan menengah, dan masih banyak lagi.
  • Tenaga Terampil. Pada lapisan masyarkat ini terdiri dari beberapa individu yang memiliki spesialisasi di bidangnya dan juga memiliki kemampuan teknis yang baik seperti penjahit, buruh pabrik dan juga tukang pangkas rambut.
  • Tenaga Tidak Terdidik. Pada lapisan paling bawah ini beranggotakan beberapa individu atau sekolompok orang yang tidak memiliki spesialisasi dan jarang yang mengenyam pendidikan. Para anggota lapisan sosial ini biasanya berprofesi sebagai tukang kebun, pembantu rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan Status Sosial di Pedesaan

Berdasarkan status sosial di pedesaan, lapisan masyarakat di pedesaan yang mana merupakan salah satu contoh kondisi sosial masyarakat di suatu wilayah ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  • Elit Desa. Lapisan masyarakat ini biasanya terdiri dari beberapa individu atau sekelompok masyarakat yang memiliki status sosial yang tinggi dan juga dipandang serta dihormati oleh warga seperti lurah, pegawai, guru, tokoh politik, tokoh agama, dan lain sebagainya.
  • Massa. Lapisan masyarakat selanjutnya yang ada di pedesaan ini merupakan lapisan masyarakat bawah atau biasa, yang biasanya anggotanya terdiri dari beberapa individu atau kelompok yang memiliki pekerjaan biasa seperti buruh tani, pedangang kecil, dan lain sebagainya.

3. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik

Dalam stratifikasi sosial yang berdasarkan atas kriteria politik ini biasanya sedikit banyak dipengaruhi oleh kewenangan atau kekuasaan salah satu pihak baik itu individu atau kelompok yang lebih berkuasa dari pada kelompok lainnya di dalam masyarakat. Ciri identik lainnya secara sederhana adalah di dalam stratifikasi sosial jenis ini biasanya terdapat kelompok yang menguasai dan juga adanya kelompok yang dikuasai. Dalam hal bentuk kekuasaan, setiap masyarakat memiliki ciri khas nya masing-masing, hal ini menyebabkan satu kelompok masyarakat akan berbeda lapisan sosialnya dibandingkan dengan kelompok lainnya. Dalam hal kekuasaan, biasanya juga sangat erat kaitannya dengan beberapa hal seperti adat istiadat, perilaku dan juga kebiasaan yang berlaku di wilayah tersebut.

Berikut ini adalah tiga pola umum stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik sebagaimana dikemukakakan oleh Mac Iver.

1. Tipe Kasta

Tipe kasta merupakan pemisahan sebuah lapisan masyarakat dengan menerapkan pola pemisah yang kaku dan tegas. Dalam stratifikasi tipe kasta ini, perubahan susunan lapisan sosial baik turun ataupun naik akan sangat sulit terjadi. Hal ini dikarenakan dalam sistem kasta, seseorang sejak lahir sudah mendapatkan status sosialnya dikarenakan sebuah garis keturunan yang merupakan salah satu unsur-unsur budaya di dalam sebuah masyarakat. Dan hal ini merupakan salah satu contoh realitas sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu suatu perubahan akan sangat sulit terjadi di dalam sistem ini. Berikut ini adalah urutan susunan stratifikasi sosial yang terdapat dalam sistem kasta:

Sponsors Link

  • Raja atau maharaja
  • Bangsawan
  • Pegawai pemerintahan
  • Pegawai rendah
  • Tukang atau pelayan
  • Petani dan buruh tani
  • Budak-budak

2. Tipe Oligarkis

Stratifikasi sosial tipe oligarkis ini memiliki sedikit kesamaan dengan tipe kasta tetapi memiliki pola aturan yang sedikit lebih fleksibel. Hal ini juga bisa dikatakan bahwa stratifikasi sosial tipe oligarkis memiliki batasan yang tegas tetapi batasan kelas sosial di dalamnya ditentukan oleh beberapa hal seperti kebudayaan masyarakat. Hal ini menyebabkan mobilitas suatu strata sosial baik naik atau turun bisa saja terjadi. Hal ini juga memungkinkan seseorang dapat naik ke tingkat strata sosial yang lebih tinggi atau juga turun ke dalam strata sosial yang lebih rendah. Perbedaan lapisan sosial antara satu dengan yang lainnya juga terlihat tidak terlalu mencolok. Berikut ini adalah urutan susunan stratifikasi sosial yang terdapat dalam tipe oligarkis.

  • Raja atau penguasa
  • Bangsawan dari berbagai macam tingkatan
  • Orang-orang kaya dan pegawai tingkat tinggi (militer dan sipil)
  • Pengacara, tukang, petani, buruh tani dan lain sebagainya

3. Tipe Demokratis

Sesuai dengan namanya yaitu demokratis, di dalam stratifikasi sosial jenis ini memiliki garis pemisah di antara masing-masing strata sosial sangatlah terbuka atau hampir tidak ada. Hal ini memungkinkan seorang individu dapat naik ke tingkatan strata sosial yang lebih tinggi ataupun turun ke dalam strata sosial yang lebih rendah dengan sangat mudah. Di dalam stratifikasi sosial jenis ini, sebuah kelahiran tidak menentukan seseorang untuk berada di dalam strata sosial jenis tingkat tertentu. Beberapa faktor yang menjadikan penentu seseorang dapat bermobilisasi dalam tingkatan status sosialnya adalah kemampuan individu dan juga keberuntungan. Berikut ini adalah urutan susunan stratifikasi sosial yang terdapat dalam tipe demokratis.

  • Pemimpin politik, Pemimpin partai, Kalangan orang kaya, dan pemimpin organisasi besar.
  • Pejabat administratif dan kelas-kelas atas berdasarkan keahlian masing-masing.
  • Para ahli teknik, petani, dan juga pedagang.
  • Pekerja rendahan dan petani rendahan.

Jadi perpindahan lapisan-lapisan masyarakat di dalamnya akan bebas berpindah dari level satu ke level lainnya, baik meningkat atau menurun sesuai kemampuan ekonomi setiap individu anggotanya. Beberapa hal di atas adalah 3 bentuk atau macam-macam stratifikasi sosial yang ada pada sebuah kelompok masyarakat.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Tuesday 09th, January 2018 / 07:11 Oleh :
Kategori : Sosiologi