Sponsors Link

11 Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Global

Sponsors Link

Perubahan yang terjadi di dalam lingkup masyarakat memang merupakan perubahan yang normal. Pengaruh perubahan tersebut sangat cepat masuk ke dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan perubahan tersebut dapat berdampak langsung dan mempengaruhi perubahan di satu tempat ke tempat yang lain. Ciri-ciri perubahan sosial yang terjadi dapat semakin berkembang seiring dengan kehidupan masyarakat di era moderninsasi atau di era global. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

ads

Modernisasi dan Globalisasi

Modernisasi merupakan segala bentuk perubahan masyarakat yang  berpindah dari keadaan yang tradisional atau pra modern menuju masyrakat modern. Pengertian modernisasi menurut para ahli adalah :

  1. Widjojo Nitisastro menyatakan modernisasi adalah suatu bentuk transformasi dari kehidupan yang lebih ekonomis dan politis. masyarakat yang tradisional dalam bentuk teknologi atau organisasi sosial ke arah
  2. Soerjono Soekanto menyatakan modernisasi merupakan bentuk bentuk hubungan sosial yang berubah namun direncakan terlebih dahulu atau yang biasa disebut dengan social planning. Atau dengan pengertian tersebut, maka secara umum istilah modern mengandung pengertian sebagai berikut :
  • Modern berarti kemajuan yang terjadi dalam seluruh bidang masyarakat untuk menambah taraf hiduo masyarakat secara merata
  • Modern berarti kemanusiaan yang tinggi akan nilai peradabannya dalam pergaulan hidup masyarakat

Soerjono Soekanto menjelaskan persyaratan modernisasi adalah sebagau berikut :

  • Memiliki cara berpikir yang ilmiah dalam suatu masyarakat
  • Sistem administrasi baik mewujudkan birokrasi
  • Sistem mengumpulkan data yang baik teratur dan terpusat
  • Menciptakan iklim manusia dan masyarakat yang menyenangkan terhadap modernisasi
  • Tingkat organisasi tinggi dimana satu pihak menyatakan disiplin sedangkan yang lain mengurangi kemerdekaan

Globalisasi merupakan proses menyebarnya usnur-unsur baru yang membawa informasi mendunia baik secara cetak maupun elektronik. Globalisasi ada karena disebabakan oleh kamjuan di bidang komunikasi. Masyarakat juga sering menyebut globalisasi sebagai penghapus batas ruang dan wakt. Berikut adalah unsur globalisasi yang sukar diterima oleh masyarakat :

  • Teknologi rumit dan mahal
  • Budaya luar tidak bersifat ideologi dan religi
  • Disesuaikan dengan kondisi masyarakat

Setelah kita mengetahui unsur budaya tidak diterima masyarakat, berikut adalah unsur globalisasi yang mudah diterima anatara lain :

  • Unsurnya mudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat
  • Memiliki teknologi tepat guna
  • Adanya pendidikan formal di sekolah

Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya

  1. Dampak positif modernisasi dan globalisasi pada perubahan sosial budaya :
  • Pergesera nilai-nilai dan sikap masyarakat yang irrasional menjadi rasional
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi lebih mudah dan berkembang
  • Industri alat-alat komunikasi dan transportasi yang muali berdiri mampu mengurangi pengangguran sehingga taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik
  1. Dampak negatif modernisasi dan globalisasi pada perubahan sosial budaya :
  • Perkembangan industri-industri membuat masyarakat membunyai pola hidup yang konsumtif
  • Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat masyarakat acuh tak acuh kepada orang lain sehingga muncul sikap individualistik
  • Budaya Barat mulai masuk yang terkadang tidak cocok diterapkan di Indonesia
  • Timbulya kesenjangan sosial antara manusia yang satu dengan manusia yang lain
Sponsors Link

Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Global

  • Sikap konsumerisme

Masyarakat menjadi tertarik dengan produk-produk terbaru yang dipromosikan melalui media elektronik dan juga media sosial sehingga sikap konsumerisme meningkat. Produk-produk tersebut meliputi produk makanan, kosmetik, minuman, pakaian dan lainnya. Media massa atau media elektronik seperti televisi, radio, koran , majalah selalu menyediakan berita dan promosi setiap harinya. Apalagi dengan media sosial juga sangat berpengaruh besar meningkatkan bentuk-bentuk perubahan sosial yakni hasrat konsumerisme masyarakat. Media sosial telah banyak menyediakan fasilitas mudah untuk memudahkan produsen dalam mempromosikan produknya. Kemudahan-kemudahan inilah yang semakin mempengaruhi konsumerisme masyarakat di seluruh dunia.

  • Nilai-nilai kebersamaan diabaikan

Globalisasi menuntut masyarakat untuk lebih mengutamakan kepentingan sendiri yakni dengan berusaha menyejajarkan diri dengan negara-negara maju, namun mengabaikan rasa kebersamaan. Rasa kebersaman seperti tolong menolong atau gotong royong berubah menjadi rasa individualistis dan egoistis. Mereka tidak lagi memikirkan kepentingan-kepentingan kelompok, asalkan kepentingannya sendiri dapat terpenuhi. Mereka akan mengabaikan kepentingan orang lain.

  • Timbul rasa matrealistis
ads

Masyarakat saling berusaha mengejar materi hingga segala sesuatunya dinilai dalam bentuk uang. Rasa matrealistis ini semakin lama semakin meningkat. Mereka beranggapan seseorang yang berhasil di jaman globalisasi ini adalah mereka yang memiliki banyak uang.

  • Berkomunikasi dengan alat yang lebih mudah

Bahasa sebagai alat komunikasi sekarang tidak hanya disampaikan secara langsung dengn tatap muka, tanpa bertemu langsung pun seseorang bisa saling berkabar dengan orang lain. Jarak dan waktu bukan lagi menjadi penghalang. Masyarakat tak lagi bersusah payah mengirim surat, mereka dapat memanfaatkan teknologi yang ada seperti smartphone yang menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan sehingga kita dapat berkirim pesan, gambar melalui aplikasi chatting.

  • Berbusana mengikuti model

Dahulu, seseorang memakai busana hanya sekedar untuk menutupi tubuh tanpa memperhatikan model. Namun sekarang dalam era global, cara berbusana seseorang mengikuti tren yang berkembanga. Mereka yang tidak mengikuti mode dikatakan sebagai orang yang kurang gaul. Padahal yang lebih penting, kita dapat mengikuti cara berbusana namun juga dengan mengikuti norma-norma yang berlaku sebab pada hakekatnya pakaian adalah sebuah tampilan diri yang menggambarkan karakter seseorang tersebut.

  • Gaya hidup kebarat-baratan

Berubahnya unsur-unsur budaya di era global adalah akibat dari proses perubahan gaya hidup. Dengan adanya globalisasi ini, masyarakat bergaya hidup menjadi serba instan. Gaya hidup serba instan membuat seseorang menginginkan sesuatunya mnejadi lebih mudah dan praktis. Mereka akan cenderung lebih menirukan gaya kebarat-baratan yang terkadang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, remaja yang mengikuti gaya kebarat-baratan harus dibimbing dan diawasi agar saat mengadopsi gaya tersebut tidak ada penyimpangan sosial yang terjadi.

  • Emansipasi wanita

Peran wanita di era global hanya untuk kegiatan-kegiatan tertentu saja. Kedudukannya berada di bawah pria sehingga lebih diperhitungkan posisinya. Wanita hanya dibutuhkan untuk mengurus urusan dapur dan dilarang untuk berkerja. Di era global ini, banyak sekali wanita yang bekerja hingga menempati posisi tinggi seperti pria. Terjadi emansipasi wanita yang membuat wanita memiliki kesempatan menduduki posisi strategis di pekerjaan maupun pemerintahan.

  • Pola pemikiran yang berubah

Pola pemikiran yang berubah juga akibat sikap masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial budaya di era global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan berbagai informasi. Informasi tersebut dapat mudah dikritisi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Pola pemikiran masyarakat di era global menjadi lebih kritis terhadap berbagai isu-isu sosial. Pemikiran yang kritis tersebut dapat berupa kritik dan saran yang sesuai dengan nalar dan pengetahuan yang dimiliki.

  • Permainan tradisional berkurang

Permainan tradisional adalah proses pewarisan budaya dari nenek moyang. Permainan tradisional banyak sekali ragamnya yang dapat dimainkan oleh segala umur dimana setiap permainannya memiliki makna dan arti tertentu. Melalui permainan tradisional kita dapat menjalin persatuan dan kesatuan. Namun di era global, permainan tradisioanl jarang sekali dimainkan. Jaman sekarang permainan tradisional dianggap sebagai permainan yang ketinggalan jaman yakni hanya orang-orang jaman dahulu saja yang memainkannya. Permainan tradisional juga dianggap sebagai permainan orang pinggiran sehingga permainan ini kurang diminati khususnya oleh kaum muda. Saat ini, permainan tradisional diganti dengan permainan elektronik yang sudah disediakan di smartphone.

  • Kurangnya minat pada lagu dan alat musik daerah
Sponsors Link

Indonesia adalah negara pewarisan budaya memiliki banyak lagu dan alat musik daerah hingga menarik para warga dari negara lain untuk ikut mempelajarai alat musik daerah di Indonesia melalui kursus atau pendidikan formal. Namun sekarang masyarakat Indonesia lebih sering mendengarkan lagu modern daripada lagu-lagu daerah. Bagi anak-anak muda di Indonesia, lagu daerah hanya dipelajari melalui pendidikan formal di sekolah.

Padahal lagu daerah tersebut memiliki makna, arti atau nilai mendalam yang disampaikan melalui lirik-lirik lagunya. Dibandingkan dengan lagu modern sekarang, liriknya hanya mengandung makna percintaan dan jarang memberikan pelajaran bagi pendengarnya. Kurangnya ketertarikan kaum muda terhadap lagu daerah juga dipengaruhi alat musik yang mengiringinya. Alat musik tradisional dianggap tidak kekinian sehingga sangat mengurangi minat kaum muda untuk mendengarkan lagu daerah. Oleh karena itu memang dibutuhkan upaya yang lebih untuk melestarikan lagu daerah dan alat musik daerah di kalangan anak muda.

  • Penggunaan bahasa daerah

Bahasa adalah kebutuhan manusia sebagai alat komunikasi manusia. Dahulu bahsa daerah adalah bahasa yang sering digunakan manusia sebagai alat komunikasi. Saat Era global belum memasuki perkembangan yang peat, bahasa daerah masih digunakan sebagai alat komunikasi antara manusia yang satu dengan manusia lainnya. Apalagi Indonesia sendiri adalah negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia. Setiap provinsi di Indonesia sendiri saja memiliki bahasa daerah yang beragam dimana setiap bahasa di dalam suatu provinsi mewakili karakteristik sesuai dengan tipe masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Selain itu bahasa daerah juga berperan sebagai alat untuk menyatukan masyarakat di seluruh Indonesia. Namun di era globalisasi ini penggunaan bahasa daerah mulai tergeser. Masyarakat mulai sering menggunakan bahasa Indonesia. Mereka beranggapan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, seseorang akan lebih mudah memaahami apa yang ingin kita bicarakan. Memang hal ini benar, namun penggunaan bahsa daerah juga perlu. Para generasi muda harusnya dapat mengenali bahasa daerah mereka sendiri-sendiri. Untuk itu perlu adanya upaya dari orang tua untuk ikut andil mengajarkan bahasa daerah ke anak-anaknya. Sehingga para generasi mudah tidak lupa dengan bahasa daerah mereka sendiri.

Demikian perilaku masyarakat dalam perubahan sosial budaya di era global serta modernisasi yang membawa dampak positif dan negatif perubahan sosial. Semoga hal ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan sosial dan bermanfaat di kehidupan selanjutnya.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Saturday 20th, January 2018 / 05:20 Oleh :
Kategori : Sosiologi
Search

Recent Posts

Recent
Teacher Room

Pernah Mengunjungi Museum – Museum Bersejarah tapi Mistis ini?