Sponsors Link

9 Upaya Memperkecil Permasalahan yang Menimpa TKI di Indonesia

Sponsors Link

Ada banyak bentuk kerja sama internasional yang dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara lain. Tidak hanya dalam kegiatan ekspor impor, tapi juga kerjasama menyangkut ketenagakerjaan atau yang biasa dikenal dengan nama TKI. Dan dalam kerjasama ini, banyak upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Mungkin banyak diantara kita yang bertanya apakah manfaat yang didapatkan dari kerjasama ketenagakerjaan ini sama seperti manfaat kegiatan ekspor dan impor atau manfaat perdagangan internasional lainnya.

ads

Pasalnya, jumlah TKI yang dikirim oleh Indonesia semakin lama semakin banyak jumlahnya dan terkadang beberapa diantara mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dinegara yang mereka tempati. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya permasalahan yang dihadapi oleh TKI, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasinya. Dan beberapa upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI tersebut adalah:

  1. Pembekalan Keterampilan Dalam Bidang Yang Akan Dikerjakan

Permasalahan dasar yang paling sering menghambat kinerja TKI dinegara tempat mereka kerja adalah keterampilan. Terkadang TKI yang sudah diberangkatkan tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan atau tidak sesuai standart sehingga akan menimbulkan masalah pada negara berkembang yang mereka tempati. Inilah kenapa memberikan pelatihan kepada calon TKI adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh pemerintah sehingga Indonesia nantinya hanya akan mengirim TKI yang memiliki kualitas keterampilan yang cukup dan sesuai dengan standart.

  1. Melakukan Diplomasi

Upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja, melainkan juga melalui diplomasi yang dilakukan oleh kedua negara. Diplomasi adalah hal yang penting dilakukan karena dari sini akan muncul perjanjian khusus dimana salah satunya adalah pemberian jaminan keselamatan kerja bagi para TKI. Tidak hanya itu, diplomasi juga merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional yang biasa terjadi antara dua negara atau lebih.

  1. Pembekalan Berbahasa

Tidak hanya keterampilan dalam bekerja, pembekalan terhadap bahasa juga hal yang sangat penting dalam upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI. Para calon TKI haruslah diajari tentang tutur kata yang baik dan sopan serta penggunaan bahasa yang benar.

  1. Pengenalan Seputar Negara Tujuan

Permasalahan lain yang dihadapi oleh TKI adalah tidak kenalnya mereka dengan negara mereka bekerja. Hal inilah yang kemudian menjadi jurang pemisah antara mereka dan majikan mereka disana. Padahal, dalam bekerja, para TKI harus menyesuaikan diri dengan kebudayaan serta lingkungan hidup yang baru di negara tempat mereka bekerja. Tanpa melakukan itu, mereka sudah dapat dipastikan tidak akan mampu bekerja dengan kualitas terbaiknya. Inilah yang menjadi salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia, mereka nekat pergi mengundi nasib ke negara orang sebagai TKI tanpa mengenal seluk beluk negara tujuan mereka bekerja hingga akhirnya kepergian mereka sia-sia.

  1. Hindari Jalur Tidak Resmi

Upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI selanjutnya adalah izin kerja. Hal ini perlu diperhatikan karena terdapat banyak sekali pihak-pihak yang menyalurkan TKI keluar negeri tanpa izin yang jelas sehingga ketika sampai di tempat tujuan, TKI mendapatkan masalah izin tinggal dan digolongkan sebagai imigran gelap.

Berikut adapun beberapa tindakan upaya lainnya yang bisa di lakukan:

  1. Meningkatkan kualitas kerja TKI
  2. Memberikan pembekalan yang maksimal pada TKI
  3. Memberikan perlindungan khusus pada TKI
  4. Memberikan tunjangan yang memuaskan pada TKI

Itulah lima upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI saat bekerja di luar negeri. Upaya-upaya ini sejatinya terus dilakukan dan dievaluasi karena permasalahan yang menimpa TKI semakin beragam setiap harinya. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Saturday 10th, March 2018 / 04:44 Oleh :
Kategori : Sosiologi