Sponsors Link

8 Usaha Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Sponsors Link

Kemerdekaan merupakan salah satu hal paling bersejarah, dialami oleh bangsa Indonesia sendiri. Di masa penjajahan berbeda dengan perbedaan konflik sosial dengan masalah sosial, perjuangan bangsa Indonesia tentunya tidaklah sia- sia dimana banyak sekali korban mulai dari anak- anak hingga lansia. Tidak hanya itu saja, bahkan banyak sekali pahlawan dan jenderal pun mati bahkan presiden pertama pun seringkali keluar masuk penjara demi memperjuangkan nasib bangsa ini.

ads

Pada masa itu bisa dibilang merupakan masa sangat sulit dimana awalnya para penjajah hanya berniat untuk berdagang hingga akhirnya mengambil sebagian besar rempah- rempah di wilayah timur Indonesia dan berakhir pada menjajah. Semua ini tentu didasari oleh kerakusan mereka dalam hal memperoleh kekayaan. Tentunya selama masa penjajahan, banyak sekali penindasan terjadi kepada orang- orang pribumi.

Dalam berbagai macam proyek mulai dari pembangunan hingga pertanian semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan fisik akan dikerjakan oleh orang Indonesia. Tidak hanya itu saja anda juga bisa melihat peran sosiologi dalam pemecahan masalah sosial, bahkan tak jarang juga mereka bekerja diladang sendiri namun hasil panennya tidak bisa mereka nikmati sendiri. Selain itu banyak juga orang Indonesia bekerja secara paksa tanpa diberi upah dengan jam kerja sangat panjang.

  • Latar Belakang Kemerdekaan Indonesia

Berbagai cara dilakukan untuk meraih kemerdekaan mulai dari bernegoisasi dengan membuat berbagai perjanjian, hingga menggunakan berbagai jenis senjata. Namun dari semua senjata yang ada, bambu runcing merupakan salah satu senjata melegenda di masa itu. Banyak sekali orang jepang mati karena senjata bambu runcing. Indonesia sendiri merdeka pada 17 Agustus tahun 1945 dimana waktu itu jepang menyerah dan presiden Soekarno secara langsung berpidato dan menyemarakkan hari kemerdekaan RI.

Adapun sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dimana bangsa Indonesia berjuang sangat keras untuk meraih kemerdekaan. Selain itu adapun hal- hal menjadi latar belakang terjadinya kemerdekaan Indonesia. Ini tentunya diawali oleh masuknya jepang ke Indonesia dimana membuat Indonesia menjadi sangat sengsara setelah kepergian belanda. Berikut ini merupakan hal- hal yang menjadi latar belakang Indonesia merdeka.

  • Bom Atom Hiroshima

Sebelum kemerdekaan terjadi tampaknya jepang menyerah ditandai dengan adanya bom atom di kota Hiroshima. Bom atom dijatuhkan pada 6 Agustus 1945, dengan ini pula mental jepang dijatuhkan oleh Amerika.

  • Dibentuknya PPKI

Segera setelah Jepang mulai menyerah dan tidak memiliki kekuatan lebih maka pertama- tama Indonesia membentuk BPUPKI yaitu Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Namun nama BPUPKI diubah menjadi PPKI yaitu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dimana tugasnya mempersiapkan hal- hal dan segala macam kebutuhan terkait dengan prosesi kemerdekaan Indonesia.

  • Bom Atom Nagasaki

Setelah dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima anda juga bisa melihat jenis-jenis masalah sosial, tampaknya Amerika menjatuhkan bom atom ke duanya di kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Tentu ini sangat membuat jepang semakin terpuruk dan momen ini dengan baik dimanfaatkan oleh Indonesia untuk segera mempersiapkan kemerdekaan.

  • Peristiwa Rengasdengklok

Sehari setelah jepang menyerah di kapal USS Missouri pada 14 Agustus 1945, tampaknya ini menjadi kabar burung yang menggemparkan bagi Indonesia khususnya para pemuda masa itu. Namun tentara jepang tampaknya tidak semuanya meninggalkan Indonesia karena mereka berjanji untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Tentu ini membuat golongan muda mendesak golongan tua untuk cepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena mereka tidak ingin kemerdekaan diraih dengan cara diterima begitu saja. Kemerdekaan Indonesia diraih karena perjuangan bangsa Indonesia, oleh karenanya terjadilah peristiwa Rengasdengklok dimana para pemuda menculik Soekarno-Hatta.

Itulah hal- hal penting yang melatarbelakangi peristiwa kemerdekaan di Indonesia, tidak hanya mempelajari mengenai latar belakang maka anda juga perlu mempelajari dan mengetahui bagaimana detik- detik proklamasi berlangsung. Tentunya ini merupakan sebuah peristiwa mendebarkan sekaligus menyenangkan berbeda dengan contoh masalah remaja, banyak sekali orang menantikan momen penting ini. Dan berikut merupakan detik- detik dimana naskah proklamasi sebagai tanda bahwa Indonesia merdeka dibacakan.

  • Detik- Detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Adanya peristiwa Rengasdengklok merupakan sebuah awal bagi Indonesia untuk meraih kemerdekaannya dengan perjuangan dan keringat sendiri, tentunya kemerdekaan adalah hal yang sangat bersejarah. Perundingan untuk menyusun teks proklamasi tidak berlangsung lama, pada pukul 02.00 dini hari hingga pukul 04.00. Disusun oleh beberapa orang penting seperti presiden Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo di rumah laksamana Tadashi Maeda. Diketik oleh Sayuti Melik, naskah proklamasi secara resmi dibacakan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya.

Bertempat di Jalan Pegangsaan Timur, pukul 10.00 setelah pembacaan teks proklamasi dan pidato tanpa teks oleh Ir. Soekarno, bendera merah putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya. Perlu anda ketahui bahwa bendera merah putih ini dijahit oleh ibu Fatmawati. Setelah itu ada pula sambutan khusus dari Soewijo selaku wakil wali kota Jakarta.

Sponsors Link

Dalam pelaksanaan pengibaran bendera, awalnya yang diminta mengibarkan bendera adalah Trimurti namun ia menolak sehingga bendera dikibarkan oleh Latief Hadiningrat dan berbeda dengan contoh pranata pendidikan merupakan seorang prajurit PETA dan Soehoed. Upacara pengibaran bendera merah putih berlangsung khidmat dengan kehadiran sekitar 100 orang. Perlu anda tahu juga hingga saat ini bendera merah putih Indonesia jahitan ibu Fatmawati ini masih disimpan dan dijaga dengan baik di istana Negara.

Sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia, 18 Agustus 1945 Panitia Kemerdekaan Indonesia atau disebut dengan PPKI mengambil tindakan tegas untuk mengesahkan UUD 1945 sebagai dasar Negara. Dengan ini pula dibentuklah lembaga- lembaga Negara terutama MPR yang memiliki tugas penting dengan kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat. Pada masanya, perlu diketahui pula bahwa penyebaran berita kemerdekaan sangatlah sulit.

  • Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Melihat keadaan pada tahun 1945 sangat minim alat komunikasi anda bisa melihat permasalahan komposisi tenaga kerja berdasarkan usia. Berita kemerdekaan pun disebarkan dari radio ke radio dan tidak jarang pula beberapa wilayah di Indonesia bagian tertentu mengalami keterlambatan penerimaan berita selama 3 hari. Namun dengan semangat dan tekat, seluruh rakyat Indonesia bisa mendengar kabar tersebut walaupun mengalami beberapa konflik.

Salah satunya yaitu penyegelan kantor radio DOMEI yang saat ini memiliki nama kantor berita Antara oleh pemerintahan jepang, karena jepang masih tidak setuju dengan disahkannya kemerdekaan Indonesia. Namun pemuda Indonesia berhasil membuat pemancar radio baru sehingga berita proklamasi Indonesia dapat disiarkan kembali. Berita ini dalam sehari tidak hanya disiarkan sekali saja namun 2 hingga 3 kali berturut turut.

Setelah bangsa Indonesia merdeka tampaknya masih saja ada permasalahan- permasalahan untuk membuat bangsa Indonesia kembali kepada masa penjajahan. Untuk itu diadakan upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berbagai macam upaya pun dilakukan, mulai dari membuat perjanjian internasional hingga usaha menggunakan senjata. Dan berikut ini merupakan usaha bangsa Indonesia untuk kembali mempertahankan kemerdekaannya.

  1. Peristiwa 10 November

Tampaknya peristiwa 10 November di Surabaya merupakan sebuah peristiwa penting dimana Indonesia bertempur melawan pasukan sekutu yaitu Inggris. Diawali dengan adanya ultimatum senjata namun karena adanya pelanggaran perjanjian maka terjadilah pertempuran.

  1. Pertempuran Lima Hari Semarang

Pada 14 hingga 19 Oktober 1945, diawali dengan gugurnya Dokter Karyadi ditembak oleh Jepang akhirnya pertempuran pun pecah. Pasukan jepang kembali menyerang semarang dan menimbulkan banyak sekali korban jiwa. Pertempuran berakhir dan jepang pun menyerah.

  1. Bandung Lautan Api

Tidak hanya semarang, bahkan pada Oktober tampaknya menjadi awal bagi Bandung untuk mulai peperangan terhadap sekutu. Perang pecah pada 23 Maret berbeda dengan upaya memperkecil permasalahan yang menimpa TKI, hingga adanya kesepakatan untuk membumi hanguskan bandung agar sekutu pergi.

Sponsors Link

  1. Pertempuran Ambarawa

Terjadi pada 15 Desember 1945 dipimpin oleh kolonel Soedirman, Indonesia berhasil memukul pasukan inggris. Untuk memperingati peristiwa ini maka dibangunlah monument Palagan Ambarawa.

  1. Pertempuran Puputan Margarana

Peristiwa berdarah ini memakan banyak sekali korban jiwa termasuk gugurnya seorang pahlawan bernama I Gusti Ngurah Rai beserta pasukannya. Mereka berjuang melawan Belanda habis- habisan demi rakyat bali.

  1. Medan Area

Berikutnya yaitu peristiwa medan area dimana ini bermula pada 9 Oktober 1945, sekutu memboncengi NICA tampaknya bermaksud memperkuat pasukan Belanda di Medan dan bermaksud menjajah Indonesia kembali. Tentu saja ini menimbulkan penolakan oleh masyarakat Indonesia khususnya di Medan sehingga pecahlah perang diantaranya.

  1. Agresi Militer Belanda 1

Peristiwa ini terjadi pada 21 Juli 1947, diawali oleh pelanggaran Belanda terhadap pelanggaran Linggar Jati dengan melakukan serangan secara tiba tiba di kota- kota besar di Jawa dan Sumatera. Terutama Belanda melakukan penyerangan di daerah perkebunan dan minyak.

  1. Agresi Militer Belanda 2

Setelah adanya agresi militer 1, kembali lagi peristiwa agresi militer 2 kini terjadi pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta. Serangan oleh Belanda ini melanggar perjanjian Renville, sehingga terjadilah pembentukan pemerintahan RI di Bukit Tinggi. Itulah beberapa usaha untuk mempertahankan kemerdekaan RI yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Tentunya mempertahankan kemerdekaan tidaklah mudah, sama halnya ketika berjuang untuk meraih kemerdekaan.

Selain menggunakan cara perang sehingga menimbulkan korban jiwa, adapun usaha lain yaitu melalui jalur diplomasi tentunya sangat berbeda dengan cara di atas. Melalui jalur diplomasi tentunya harus ada perundingan terlebih dahulu antara pihak- pihak terkait. Seperti pada perundingan antara Soekarno dan Van Mook pada 23 Oktober 1945 di Gambir.

Perundingan ini tampaknya sia- sia karena tidak menghasilkan keputusan apapun, namun karena itu pula diadakan beberapa perundingan lainnya. dan itulah usaha- usaha untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 21st, February 2019 / 08:26 Oleh :
Kategori : Sejarah