Sponsors Link

4 Tipe-Tipe Organisasi Sosial Dalam Lingkungan Masyarakat

Sponsors Link

Organisasi sosial merupakan suatu susunan atau struktur gabungan dari berbagai hubungan dan interaksi antar manusia yang berlangsung dalam suatu lingkungan masyarakat. Organisasi sosial adalah suatu perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan keinginan untuk membangun masyarakat tersebut. Pembentukan organisasi sosial juga didasarkan pada nilai dan norma dalam masyarakat, dimana banyak sekali contoh nilai sosial yang dapat dijadikan panutan oleh masyarakat terutama dalam berperilaku sebagai makhluk sosial.

ads

Di dalam suatu organisasi sosial juga terdapat tujuan dan kepentingan masing-masing yang diharapkan dapat dicapai, dimana kepentingan-kepentingan tersebut tidak dapat dicapai dengan diri sendiri. Oleh sebab itu anggota masyarakat membentuk suatu perkumpulan sosial berbentuk organisasi sosial untuk memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan tersebut, yang mana antar anggota masyarakat juga terjadi sikap saling ketergantungan sebagai salah satu faktor pendorong terjadinya hubungan sosial dan contoh tindakan sebagai makhluk sosial. Terlebih lagi suatu organisasi sosial dapat berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, selain itu organisasi sosial juga memiliki beberapa tipe. Apa saja tipe-tipe organisasi sosial? Sebelum membahas mengenai tipe-tipe organisasi sosial, berikut ini ada beberapa syarat terbentuknya suatu organisasi sosial di masyarakat.

Syarat Organisasi Sosial

Keanggotaan dalam organisasi sosial tersusun atau terstruktur secara sistematis, dengan pembagian tugas dan peran masing-masing yang jelas dan biasanya juga bersifat formal. Hal ini disebabkan karena hubungan antar manusia sering kali berubah-ubah atau dinamis, sehingga diperlukan aturan atau pembagian yang jelas agar walaupun sifat nya berubah-ubah tetapi masih dalam lingkaran yang wajar atau benar dan sesuai. Oleh sebab itu terdapat syarat-syarat organisasi sosial yang menyangkut hubungan antar anggota yang hidup bersama didalamnya, berikut ini beberapa diantaranya:

  • Organisasi sosial harus memiliki ukuran yang tetap dalam tata hubungan sosial, dimana aturan-aturan tersebut dapat diterima oleh para anggotanya.
  • Terdapat pembagian kekuasaan atau otoritas yang jelas dalam pelaksanaan tata hubungan sosial tersebut.
  • Adanya hubungan antar individu dengan kelompok dalam lapisan sosial tertentu yang dapat digambarkan sebagai suatu proses koordinasi dan subordinasi.
  • Terbentuknya suatu suasana hidup yang harmonis antar anggota organisasi walaupun para anggotanya memiliki kehidupan di berbagai bidang yang berbeda.
  • Memiliki aturan standar suatu pola tingkah laku berdasarkan nilai dan norma yang ada, yang nantinya akan menjadi suatu pedoman bagi tingkah laku para anggota masyarakat.

Itulah beberapa syarat organisasi sosial yang dapat disimpulkan bahwa organisasi sosial memiliki pola struktur yang ideal, dimana para anggotanya harus menjalankan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan sesuai perannya dan sesuai rencana. Dengan demikian organisasi sosial merupakan suatu proses sosial yang memiliki aturan-aturan terhadap aktivitas atau kegiatannya dalam upaya mencapai tujuan dan kepentingan bersama.

Tipe-Tipe Organisasi Sosial

Organisasi sosial juga memiliki beberapa tipe yang didasarkan pada proses pembentukannya dan pada keterlibatan emosional para anggotanya. Berikut ini beberapa tipe-tipe organisasi sosial yang biasanya hadir di dalam lingkungan masyarakat:

Organisasi Sosial Berdasarkan Proses Pembentukannya

Didasarkan pada proses pembentukan nya, organisasi sosial memiliki dua tipe yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Yang mana kedua nya didasarkan pada seberapa terstruktur organisasi tersebut, termasuk dalam keanggotaannya, program, hingga eksistensi atau lama keberadaannya. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya:

  1. Organisasi Formal

Organisasi formal atau resmi merupakan organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan anggota masyarakat yang memiliki struktur yang jelas dan baik, atau terumuskan dengan jelas. Oleh sebab itu organisasi sosial ini dapat menerangkan hubungan-hubungan antar otoritas, kekuasaan, akuntabilitas, hingga tanggung jawab serta peran masing-masing anggotanya dan juga organisasi sosial itu sendiri dengan baik dan jelas.

Sponsors Link

Selain itu biasanya organisasi formal juga memiliki kekuatan hukum, dan proses serta bentuk komunikasi yang rapi dan struktur, oleh sebab itu organisasi formal juga relatif tidak fleksibel. Terlebih lagi suatu organisasi formal juga bersifat tahan lama atau eksistensi nya terus ada di lingkungan masyarakat, dan juga selalu terencana demi mencapai tujuan dan kepentingannya.

  1. Organisasi Informal

Berbeda dengan organisasi formal yang cenderung tidak fleksibel dan keanggotaannya terstruktur dengan baik, organisasi informal memiliki struktur keanggotaan yang tidak terlalu struktur bahkan dapat secara sadar maupun tidak sadar. Oleh sebab itu, organisasi informal lebih bersifat fleksibel, sehingga tergantung sulit untuk menentukan kapan seseorang menjadi seorang anggota dari organisasi informal.

Selain itu, organisasi informal juga biasanya memiliki hubungan antar anggota serta tujuan dan kepentingan organisasi yang tidak terspesifikasi. Namun dalam organisasi informal, biasanya komunikasi yang terjalin sebagai salah satu unsur-unsur hubungan sosial dapat dikatakan lebih akrab dan mengandung emosi yang lebih erat dibanding dalam organisasi formal.

Organisasi Sosial Berdasarkan Keterlibatan Emosional Para Anggota

Sponsors Link

Organisasi sosial juga dapat dilihat dari seberapa besar keterlibatan emosional para anggotanya, dimana disini dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu organisasi primer dan organisasi sekunder. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

  1. Organisasi Primer

Organisasi primer lebih menuntut keterlibatan emosional dari para anggotanya, dimana kemudian hubungan-hubungan atau komunikasi yang terjalin lebih bersifat pribadi, langsung, spontan, dan lain sebagainya. Yang mana komunikasi juga merupakan salah satu sifat-sifat hubungan sosial yang penting dalam eksistensi suatu organisasi. Oleh sebab itu organisasi primer lebih menghasilkan hubungan serta komunikasi yang akrab antar para anggotanya, karena adanya keterlibatan emosional secara penuh.

  1. Organisasi Sekunder

Sedangkan dalam organisasi sekunder hubungannya lebih bersifat keterlibatan kontraktual, termasuk bersifat intelektual dan rasional. Oleh sebab itu, organisasi sekunder lebih bersifat formal dan impersonal, tidak menuntut keterlibatan emosional pada para anggotanya secara penuh. Sehingga segala peran dan kewajiban para anggotanya juga terstruktur secara jelas dan eksplisit dalam upaya mencapai tujuan dan kepentingan organisasi.

Demikian penjelasan mengenai tipe-tipe organisasi sosial di dalam lingkungan masyarakat, semoga dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Friday 13th, April 2018 / 02:47 Oleh :
Kategori : Sosiologi