Sponsors Link

Kenali 7 Teori-Teori Perilaku Menyimpang Yang Sering Terjadi Pada Masyarakat

Sponsors Link

Sebagai manusia pastinya pernah melakukan kesalahan dan simak juga perbedaan tindakan sosial dan perilaku sosial, entah itu sekali hingga berkali- kali dan entah itu sadar maupun tidak namun dalam taraf yang sewajarnya. Dalam hal ini pula dapat dikatakan kesalahan yang kita perbuat tentunya tidak hanya kesalahan atas diri sendiri namun juga bisa mempengaruhi sosial. Disebut sebagai kesalahan tentunya karena perilaku ini berkaitan dengan nilai maupun norma di masyarakat yang tidak seharusnya dilakukan.

ads

Pengertian Perilaku Menyimpang

Hal ini juga dapat disebut sebagai perilaku menyimpang, disebut begitu karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan bahkan kericuhan dalam kehidupan di sebuah masyarakat. Sebelum anda mempelajari lebih lanjut mengenai teori- teori perilaku menyimpang lalu simak juga perbedaan tindakan sosial dengan perilaku sosial, ada baiknya anda mengetahui dasar- dasar dari perilaku menyimpang berdasarkan pengertian para ahli sebagai berikut ini.

  • James W. Van Der Zanden

Menurut seorang ahli bernama james, mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan sebuah perilaku yang dianggap tercela oleh sebagian besar masyarakat dan sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Biasanya perilaku menyimpang ini lebih sering dilakukan oleh seorang individu maupun kaum minoritas dalam masyarakat mayoritas.

  • Edwin M. Lemert

Berbeda dengan pengertian perilaku menyimpang sebelumnya, Lemert mengungkapkan bahwa pengertian perilaku menyimpang dibagi menjadi 2 berdasarkan jenisnya yaitu perilaku menyimpang primer dan sekunder. Pada perilaku menyimpang primer, seorang individu melakukan perilaku menyimpang namun masih dapat diterima maupun ditoleransi oleh masyarakat sekitar. Seperti ketika seorang individu menunggak pembayaran listrik, telepon dan air. Hal ini tentu masih dapat ditoleransi oleh masyarakat walaupun mendapatkan hukuman kecil berupa denda, namun masyarakat sekitar masih dapat menerima hal tersebut.

Berbeda dengan perilaku penyimpangan primer berbeda dengan contoh perilaku konsumerisme, perilaku penyimpangan sekunder merupakan sebuah perilaku menyimpang yang sudah tidak dapat ditoleransi maupun diterima oleh masyarakat sekitar. Sebagian besar karena pelaku dari perilaku menyimpang ini telah melakukan perilaku penyimpangan primer berkali- kali. Seperti contohnya ketika seorang pemabuk melakukan hal tersebut berulang- ulang maka masyarakat akan memberikan sanksi berupa pengusiran maupun pidana. Contoh lain yaitu ketika seorang individu sudah menunggak pembayaran listrik, telepon, maupun air berulang kali dan tidak dibayar maka hukuman yang diberikan yaitu berupa pemutusan arus listrik, telepon, dan air.

  • Robert M.Z. Lawang

Adapun pengertian perilaku menyimpang menurut Robert, perilaku menyimpang merupakan semua tindakan menyimpang berkaitan dengan norma yang berlaku sebagai sebuah sistem sosial. Tidak hanya itu, perilaku menyimpang akan menimbulkan usaha dari masyarakat yang berwenang atau memiliki jabatan dengan tugas khusus dalam masyarakat untuk memperbaiki perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seorang individu. Itulah pengertian dari perilaku menyimpang menurut para ahli yang menjadi dasar- dasar dari teori- teori perilaku menyimpang. Adapun kesimpulan dari pengertian- pengertian perilaku menyimpang di atas yaitu sebuah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai- nilai dan norma- norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Hal ini juga dapat diartikan sebagai sebuah pola perilaku dari seorang individu maupun kaum minoritas yang tidak dapat beradaptasi di masyarakat terhadap nilai dan normanya. Dan perlu anda ketahui pula bahwa perilaku menyimpang tidak terletak pada ukuran baik buruknya atau benar salahnya menurut pengertian secara umum. Ini didasarkan pada ukuran longgar tidaknya sebuah norma maupun nilai sosial dalam sebuah masyarakat. Hal ini juga karena nilai dan norma antara kelompok masyarakat satu dengan lain sangatlah berbeda.

Teori- Teori Perilaku Menyimpang

Lalu setelah anda benar- benar paham dengan apa itu yang dimaksud perilaku menyimpang simak juga contoh perilaku konsumerisme, berdasarkan pengertian maka saatnya anda mengetahui lebih lanjut mengenai perilaku menyimpang berdasarkan teori- teorinya. Ada 7 teori perilaku menyimpang beserta sedikit penjelasan yang perlu anda pahami seperti berikut ini.

Sponsors Link

  1. Teori Prespektif Konflik

Teori ini dikembangkan oleh seorang ahli penganut Karl Max, dalam teori ini penganutnya memiliki sebuah pandangan bahwa kejahatan memiliki keterkaitan dengan perkembangan paham kapitalis. Dan berdasarkan teori tersebut berbeda dengan penyebab perilaku penyimpangan di lingkungan masyarakat, perilaku menyimpang sendiri diciptakan oleh kelompok- kelompok yang memiliki kekuasaan serta kewenangan  dalam sebuah masyarakat.

Adapun tujuan dari perilaku menyimpang berdasarkan teori konflik yaitu untuk melindungi individu maupun kelompok pelaku perilaku menyimpang tersebut. Dalam hal ini pula terdapat sebuah pandangan mengenai hukum yang merupakan sebuah cerminan dari kepentingan orang- orang berkuasa. Dan pada sistem peradilan pidana memiliki cerminan sebuah nilai dan kepentingan mereka. Contoh dari perilaku menyimpang berdasarkan teori konflik yaitu sebuah kejahatan oleh kaum kapitalis terhadap kelas proletar sehingga menyebabkan sebuah konflik dan ketidaksetaraan.

  1. Teori Fungsi

Teori perilaku menyimpang berikutnya yaitu teori fungsi berbeda dengan faktor penyebab perilaku konsumerisme, dikemukakan oleh Emile Durkheim teori ini berisi tentang keseragaman dalam kesadaran moral. Dan keseragaman dalam kesadaran moral yang dimaksud ini tidak bisa berlaku bagi semua masyarakat karena setiap individu memiliki perbedaannya masing- masing. Adapun perbedaan- perbedaan individu dalam masyarakat ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, fisik, dan keturunan. Oleh karena itu dalam sekelompok masyarakat pasti setiap individunya memiliki watak berbeda- beda dan orang dengan watak negatif pun selalu dapat dijumpai pada tiap kelompok masyarakat.

ads

Lalu Durkheim juga mengatakan bahwa dengan adanya watak negatif atau jahat pastilah ada kejahatan dan ini sangat penting bagi masyarakat karena merupakan sebuah pemicu serta pendukung dalam perkembangan moral dan hukum secara normal. Adapun fungsi dari teori fungsi terhadap perilaku menyimpang yaitu mempertegas batasan moral dan norma, mempromosikan integrasi sosial, menyeimbangkan dan mengaktifkan peran lembaga masyarakat dalam menangani perilaku menyimpang.

  1. Teori Ketegangan

Dalam teori ketegangan berbeda dengan ciri-ciri perilaku menyimpang, dijelaskan bahwa perilaku menyimpang terjadi karena adanya ketegangan di antara masyarakat. Adapun contoh dari teori ini seperti adanya frustasi maupun depresi akibat tingkat perekonomian yang lemah.

  1. Teori Labelling

Berikutnya yaitu teori labeling, teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert dan berisi mengenai penyebab adanya sebuah tindak atau perilaku menyimpang. Dalam teori ini dijelaskan bahwa seseorang melakukan perilaku menyimpang atau menjadi menyimpang karena adanya proses labeling. Proses labeling diberikan kepada seseorang maupun individu tersebut oleh masyarakat dengan maksud memberikan julukan atau cap dengan konotasi “negatif”. Padahal orang tersebut awalnya hanya melakukan penyimpangan secara primer, namun karena sebuah label atau cap dari masyarakat maka seorang individu tersebut terpengaruh.

Pengaruh atau dampak yang terjadi dalam diri orang tersebut yaitu dengan mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang penyimpang sehingga mengulangi perilaku menyimpang primer secara berulang- ulang hingga ia melakukan penyimpangan sekunder. Kebanyakan alasan mengapa ia melakukan hal tersebut karena julukan masyarakat dan menganggap apa yang ia lakukan sudah terlanjur ia lakukan dengan baik. Adapun contoh dari teori labeling terhadap perilaku menyimpang yaitu ketika seseorang mencuri sekali dan diberi julukan sebagai pencuri, akhirnya orang tersebut menjadikan mencuri sebagai pekerjaannya dengan alasan sudah kepalang basah.

  1. Teori Pergaulan Berbeda

Differential Association atau teori pergaulan berbeda merupakan sebuah teori perilaku menyimpang yang dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland. Dalam teorinya Sutherland mengemukakan bahwa perilaku menyimpang ini bersumber dari pergaulan seorang individu dengan sekelompok orang yang menyimpang. Dan penyimpangan seorang individu tersebut diperoleh melalui sebuah proses alih budaya atau bisa disebut dengan cultural transmission. Dengan adanya proses alih budaya yang terjadi dalam diri seorang individu simak juga contoh perilaku penyimpangan sosial, maka individu tersebut secara tidak sadar akan mempelajari sebuah kebudayaan menyimpang atau bisa disebut dengan deviant subculture.

Teori ini juga dapat diartikan ketika seorang individu mulai belajar mengenai perilaku menyimpang, ini disebabkan oleh adanya norma- norma menyimpang disekitarnya karena ia berada pada sebuah kelompok yang menyimpang. Biasanya kelompok ini cenderung merupakan sebuah kelompok minoritas dalam masyarakat. Adapun contoh dari teori pergaulan berbeda terhadap perilaku menyimpang yaitu ketika siswa rajin namun salah bergaul dengan sekelompok siswa yang suka membolos maka siswa rajin tersebut akan terpengaruh dan mempelajari perilaku membolos.

Sponsors Link

  1. Teori Tipologi Adaptasi

Dikemukakan oleh Robert K. Merton dimana ia mengemukakan bahwa adanya perilaku menyimpang disebabkan melalui struktur sosial. Dijelaskan pula bahwa struktur sosial tidak hanya menyebabkan perilaku konformis saja, tetapi juga perilaku menyimpang. Dalam teori tipologi adaptasi sendiri juga dijumpai bahwa tujuan dari perilaku menyimpang tersebut merupakan hal yang baik dan dapat diterima secara sosial.

Adapun aturan sebuah perilaku dianggap menyimpang dalam teori ini, apabila tidak ada kaitan antara tujuan dengan cara untuk mencapai tujuan tersebut maka secara alami akan terjadi penyimpangan. Merton juga mengemukakan tipologi cara adaptasi dengan situasi yaitu konformitas, inovasi, ritualisme, pengasingan diri, dan pemberontakan.

  1. Teori Kelas dan Kejahatan

Dalam teori ini, masing- masing kelas memiliki gaya serta karakter penyimpangan berbeda- beda sesuai dengan kelasnya dan ada beberapa kelas seperti kelas jalanan dimana perilaku menyimpang yang sering terjadi yaitu pencopetan, perampokan, dan tawuran. Sedangkan pada kelas kerah putih, tentu perilaku menyimpang yang dilakukan jauh berbeda. Kejahatan pada kelas kerah putih merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat tinggi dan orang- orang berkuasa seperti tindakan korupsi dan penyuapan.

Itulah 7 teori perilaku menyimpang yang dapat kami sampaikan, pastikan anda membaca dengan cermat untuk mendapatkan ilmunya. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Saturday 27th, July 2019 / 04:56 Oleh :
Kategori : Sosiologi