Sponsors Link

Kumpulan Teori dan Pendekatan Patologi Sosial

Sponsors Link

Setelah memahami tentang apa saja jenis-jenis masalah sosial, maka kali ini akan kami jelaskan mengenai teori dan pendekatan patologi sosial dan semua informasi yang berkaitan dengannya. Masalah sosial memang tidak bisa dihindari dan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Ada aspek-aspek perubahan sosial yang harus dipahami sebagai salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah sosial tersebut. Masalah sosial yang tidak ditangani akan semakin membuat macam-macam nilai sosial yang berlaku mulai tergerus sehingga bisa menghilang karena sudah tidak dihiraukan lagi.

ads

Maka dari itu, dibutuhkan sebuah ilmu khusus yang digunakan untuk mengetahui dan juga mengatasi permasalahan yang terjadi. Ilmu tersebut adalah patologi sosial. Setiap ilmu sudah tentu memiliki teori dan pendekatannya masing-masing. Begitu pula dengan patologi sosial. Terdapat teori dan pendekatan patologi sosial yang juga harus diperhatikan ketika seseorang mulai mempelajari salah satu cabang dari ilmu sosial atau sosiologi ini. Oleh sebab itulah kami akan menjelaskan kepada Anda semuanya berkaitan dengan apa saja yang menjadi teori serta pendekatan patologi sosial.

Teori Patologi Sosial

Ada beberapa teori yang berlaku yang dilakukan oleh seseorang untuk mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi. Beberapa teori tersebut akan kami jelaskan di bawah ini.

1. Teori Konflik

Bagi seseorang yang berpegang pada teori ini, mereka berkeyakinan bahwa masalah yang terjadi berasal dari konflik sosial. Beberapa konflik sosial tersebut bisa berupa konflik kelas, konflik gender, konflik agama, konflik budaya, konflik etnis, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat dua perspektif yang berhubungan dengan teori yang satu ini. Kedua perpektif tersebut adalah teori marxis dan juga teori non-marxis. Teori Marxis berpendapat bahwa masalah sosial terjadi karena adanya kesenjangan pada kelas sosial.

Maka dari itu, teori ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kesenjangan dan ketidakadilan sosial. Sementara untuk Teori Non-marxis, ia lebih berfokus mengenai konflik yang terjadi antarkelompok soal yang ada di masyarakat. Konflik ini hadir dikarenakan terjadinya perbedaan pendapat atau kepentingan yang terjadi antarkelompok tersebut.

2. Teori Interaksi Simbolis

Seseorang yang berpegang pada teori ini memiliki pandangan jika seseorang bertindak, maka ia berdasarkan nilai-nilai simbolik yang hadir pada situasi atau kondisi tertentu. Setidaknya terdapat dua pemahaman yang mengkaji tentang teori interaksi simbolis ini, yakni teori pelabelan dan teori konstruksionisme sosial. Untuk teori pelabelan atau labelling theory berpendapat bahwasanya kondisi sosial dikatakan bermasalah ketika kondisi tersebut memang sudah dianggap oleh kebanyakan orang sebagai masalah.

Sudah tentu masalah tersebut harus segera diatasi agar tidak sampai berlarut-larut dan malah mengakibatkan dampak positif dan negatif perubahan sosial dilingkungan masyarakat. Adapun untuk teori kedua berkeyakinan bahwa masalah sosial berasal atau hasil dari konstruksi manusia. Hal ini disebabkan adanya interaksi intens pada setiap individu terhadap orang-orang yang mendefinisikan berbagai hal menyimpang pada suatu hal yang positif maupun hal yang biasa.

3. Teori Fungsionalis

Teori yang satu ini berkeyakinan bahwa setiap manusia atau masyarakat sudah memiliki bagian atau fungsinya masing-masing. Semua bagian tersebut berkeinginan melakukan kerjasama demi membangun sebuah tatanan sosial yang harmonis dan stabil. Ketika terdapat salah satu bagian yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik sebagaimana mestinya, maka bisa mengakibatkan terjadinya ketidakteraturan kondisi sosial.

Pada akhirnya kondisi ini mengakibatkan terjadinya permasalahan sosial. Dari teori ini tercipta dua pandangan mengenai masalah sosial. Kedua pandangan ini berupa patologi sosial dan disorganisasi sosial. Di dalam patologi sosial, masalah lebih dipandang sebagai sebuah penyakit yang ada di dalam diri manusia. Faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit adalah karena salah satu bagian tubuh tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik sebagaimana fungsinya yang semestinya dijalankan.

Sponsors Link

Pendekatan Patologi Sosial

Ada beberapa pendekatan yang dimiliki oleh patologi sosial, diantaranya:

1. Approach Biologis

Approach Biologis atau pendekatan biologis merupakan sebuah tingkah laku sosiopatik di dalam biologi yang biasanya berfokus pada yang berkaitan dengan genetik.

  • Patologi menurun melalui plasma atau gen yang membawa sifat keturunan maupun kombinasi dari ada maupun tidak adanya gen-gen tersebut.
  • Terdapat pewaris umum yang melalui keturunan dengan menunjukkan kecenderungan untuk bisa berkembang ke arah pathologis. Kecenderungan ini bersifat abnormal.

2. Approach Psychoogist and Psychiatris

  • Pendekatan Psikologis: Pendekatan ini berkaitan dengan teori intelegensi sehingga setiap individu berpotensi melanggar norma sosial. Pelanggaran tersebut bisa disebabkan oleh faktor kepribadian, intelegensi, proses berpikir, sifat hidup (yang keliru), internalisasi (yang salah), dan juga karena motiviasi.
  • Pendekatan Psikiatris: Pendekatan yang berdasarkan konflik emosional dan juga kecenderungan psikopatologi yang terdapat di balik sebuah tingkah laku menyimpang.

3. Approach Sosiologis

Untuk pendekatan sosiologis adalah murni berasal dari sosiologi itu sendiri dimana tingkah laku tersebut menyimpang atau diluar kebiasaan norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat atau lingkungan tertentu. Hal ini kemudian mengakibatkan terjadinya reaksi tidak setuju. Dampaknya bisa berlanjut pada pemberian sanksi atau hukuman atau bahkan pengucilan (segregrasi).

Demikian informasi yang bisa kami berikan berkaitan dengan teori dan pendekatan patologi sosial. Ketahui pula perbedaan sosiologi pedesaan dan sosiologi perkotaan yang wajib dibaca. Semoga bermanfaat bagi Anda semua.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Tuesday 20th, August 2019 / 07:17 Oleh :
Kategori : Ekonomi