Sponsors Link

Sifat Uang Kartal dan Uang Giral

Sponsors Link

Uang merupakan alat pembayaran yang sah dimana ini ditemukan setelah adanya sistem barter dan anda juga bisa melihat pengaruh interaksi antarruang di Indonesia dan Asean, barter sendiri merupakan sistem untuk berinteraksi dengan menukarkan barang. Sayangnya sistem barter cenderung tidak efektif dan memiliki banyak sekali kekurangan, inilah yang menjadi cikal bakal adanya uang. Ada dua jenis uang yang kami bahas kali ini, uang kartal dan uang giral adalah jenis uang yang diterbitkan di Indonesia.

ads

Kedua jenis uang tersebut telah tersebar dan menjadi alat pembayaran yang sah mengacu pada pengertian uang sebelumnya. Namun berbeda dengan perbedaan antropologi budaya dan antropologi hukum berdasarkan ruang lingkupnya, uang kartal dan uang giral memiliki ciri khas masing-masing baik dari segi sifat, keamanan, cara transaksinya hingga proses pembuatannya. Dan berikut merupakan sifat uang kartal dan uang giral beserta sedikit penjelasannya.

  • Sifat Uang Kartal

Uang kartal adalah alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis uang kartal adalah uang kertas dan logam yang dibuat dan dikeluarkan oleh Bank Central. Bank khusus di negara Indonesia yang berhak mengeluarkan jenis uang ini adalah Bank Indonesia. Berikut adalah beberapa sifat uang kartal yang membedakan dengan jenis uang lainnya berbeda dengan keunggulan dan keterbatasan antar ruang terhadap penawarannya, diantaranya adalah:

  1. Uang kartal hanya bisa diterbitkan oleh Bank Indonesia.
  2. Jenis uang yang dikeluarkan oleh BI dalam bentuk uang kertas dan uang logam.
  3. Uang kartal aman karena dijamin oleh Undang-undang.
  4. Jenis uang ini adalah alat pembayaran yang sah untuk kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan oleh masyarakat.

Pada UU Pokok Bank Indonesia No.11 tahun 1953, ada dua macam uang kartal, yaitu:

  1. Uang Negara

Uang negara adalah uang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dibuat dari bahan plastik. Penggunaan uang negara telah terjamin oleh undang-undang sebab terdapat ada negara yang menerbitkannya dan telah ditangani oleh menteri keuangan.

  1. Uang Bank

Pada tahun 1968 terbitlah Undang-Undang no.13 yang berisi mengenai pemberhentian peredaran uang Negara yang kemudian digantikan dengan uang Bank yakni uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral berupa uang kertas dan uang logam. Penjaminan uang bank adalah dengan emas atau valuta asing.

Di dalam uang tersebut terdapat nama Bank Sentral negara yang menerbitkannya dan tanda tangan dari gubernur Bank Sentral. Sedangkan berbeda dengan tujuan dan fungsi mempelajari sosiologi pedesaan dalam ruang lingkupnya, berdasarkan jenisnya uang kartal dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Uang Logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari bahan logam emas atau perak dengan bentuk yang sedemikian rupa. Uang logam sendiri memiliki dua macam nilai yakni, nilai intrinsik (nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang) dan nilai ekstrinsik (besarnya nilai atau kemampuan uang jika ditukarkan dengan suatu barang). Kelebihan uang logam sendiri adalah dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama dimana kualitas bahannya dapat dikontrol.

Selain itu, uang logam juga kecil sehingga mudah dibawa meskipun dalam jumlah yang banyak. Sementara anda bisa melihat contoh interaksi antar ruang dan waktu yang terjadi di wilayah Indonesia, kekurangan dari uang logam sendiri adalah lebih berat dari berat uang kertas. Namun, apabila terlalu banyak, pemilik juga akan kesulitan untuk membawanya. Bahan untuk membuat uang logam tersebut terbatas.

  • Uang Kertas

Saat pertama kali dibentuk, uang kertas berupa surat tanda penyimpanan yang nilainya setara dengan deposito emas atau deposito uang logam. Pada dasarnya uang kertas adalah surat pengakuan hutang bank oleh bank yang sewaktu-waktu bisa ditukar dengan emas. Namun, seiring perkembangannya, surat pengakuan hutang beredar sebagai uang. Di dalam uang kertas terbuat dari bahan kertas yang didalamnya terdapat gambar dan cap khusus.

Sponsors Link

Kelebihan uang kertas adalah lebih praktis dan ringan meskipun dibawa dalam jumlah yang relatif banyak. Selain itu, uang kertas juga mudah dilipat sehingga tidak sulit bila akan menyimpannya. Di samping itu, kekurangan uang kertas adalah mudah hilang karena terlalu tipis dan ringan. Bahan yang digunakan pun mudah sobek, kusut atau rusak. Hal ini menyebabkan uang menjadi mudah terbakar dan habis. Ditambah lagi berbeda dengan faktor struktural dan kultural ketimpangan sosial, uang kertas lebih mudah untuk dipalsukan.

  • Sifat Uang Giral

Uang giral adalah uang yang diciptakan oleh bank umum atau bank perdagangan seperti rekening giro, traveler’s check atau rekening deposito. Sewaktu-waktu yang giral bisa digunakan sebagai alat pembayaran karena uang tersebut adalah simpanan atau deposito yang mudah ditarik kapanpun kita butuh.

Secara hukum uang giral adalah sah, namun secara hukum tidak atau hanya berlaku di kalangan tertentu sebab tidak semua transaksi dapat dibayar dengan uang giral atau menggunakan cek tersebut. Uang giral terbentuk apabila seseorang melakukan setor uang tunai ke bank dengan jumlah yang ditulis atas nama orang yang menyetor uang tunai. Beberapa sifat uang giral, diantaranya adalah:

  1. Diterbitkan oleh keuangan atau bank umum.
  2. Bentuk penerbitan uang ini adalah berupa surat berharga, kode atau alat elektronik.
  3. Masyarakat tidak wajib menerima dan menggunakan uang ini.
  4. Penjaminan uang giral hanya bisa dilakukan oleh bank yang melakukan penerbitan uang giral tersebut.
  5. Uang giral tidak bisa digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari di masyarakat.
ads

Kelebihan dari uang giral adalah lebih praktis untuk digunakan sebab tidak perlu membawa uang kontan seperti uang kartal. Jumlah yang dapat diterima oleh jenis uang ini dapat tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas. Penggunaan uang giral memang terlihat lebih cepat dan praktis sehingga resiko untuk hilang lebih kecil daripada jenis uang lainnya.

Saat uang giral hilang, pemiliknya dapat langsung melacak bahkan memblokirnya melalui laporan yang diberikan kepada pihak bank yang bersangkutan. Selain pecahan dan jumlahnya tidak terbatas berbeda dengan penyebab terjadi perang margarana, proses pindah tangan uang meskipun dalam jumlah yang besar dapat dilakukan dengan menggunakan biaya yang minim.

Di balik kelebihannya, jenis uang ini kurang efektif apabila digunakan untuk bertransaksi dengan nilai yang kecil. Artinya jenis uang ini hanya berlaku pada kalangan tertentu dan tidak semua orang dapat menerima uang ini sebagai alat untuk melakukan transaksi. Proses terjadinya uang giral sendiri dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  1. Primary deposit adalah proses terjadinya uang giral dimana nasabah melakukan penyetoran uang kartal ke bank guna dicatat di dalam rekening dimiliki untuk menjadi simpanan di bank.
  2. Loan deposit adalah simpanan di bank dimana seorang nasabah yang meminjam uang ke bank tidak menarik uang tersebut menjadi uang kartal, tetapi uang tersebut tetap dibiarkan di dalam rekening koran miliknya.
  3. Quasy money adalah simpanan di bank yang terjadi ketika nasabah melakukan penyimpanan uang di bank dalam bentuk deposito berjangka, sertifikat deposito atau tabungan.

Sedangkan jenis-jenis uang giral sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:

  1. Cek adalah surat berharga yang berbentuk seperti perintah tertulis dari pemilik rekening bank yang bersangkutan atau ditunjuk guna melakukan pembayaran sejumlah uang.
  2. Giro merupakan jenis simpanan di bank dimana penarikannya bisa dilakukan kapan saja. Penarikan ini bisa dilakukan dengan menggunakan cek, surat-surat berharga ataupun pemindahbukuan.
  3. Kartu kredit adalah kartu yang diterbitkan oleh pihak bank umum. Uang ini digunakan pemiliknya untuk lebih mudah melakukan transaksi sebab sangat mudah dan cepat. Selanjutnya pemegang kartu kredit wajib melakukan pembayaran kepada pihak bank yang terkait.
  4. Wesel pos adalah simpanan di bank yang berbentuk seperti surat pos yang bisa digunakan untuk mengirimkan uang atau melakukan transaksi menggunakan uang giral.
  5. Bilyet adalah suatu formulir, nota dan bentuk transaksi lain dimana dalam alat tersebut berisi keterangan atau perintah membayar.
Sponsors Link

Secara garis besar perbedaan uang kartal dan uang giral terlihat dari aspek berikut ini, diantaranya adalah:

  • Wujud, uang kartal berwujud logam atau kertas, sedangkan uang giral berbentuk cek atau bilyet giro.
  • Tingkat keamanan pada saat menyimpan, uang kartal terlihat cukup beresiko sebab jika hilang akan kesulitan untuk menemukannya. Sedangkan, apabila uang giral yang hilang bisa langsung melaporkan kepada pihak bank terkait sehingga bank tersebut bisa menangguhkan pencairan yang dilakukan oleh uang giral yang hilang tersebut.
  • Pihak yang mengeluarkan, uang kartal terbit oleh lembaga yang memiliki kewenangan dan telah ditunjuk oleh negara. Bank Indonesia adalah lembaga yang diperbolehkan untuk mencetak uang kartal. Seperti UU Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1 yang berbunyi bahwa Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengeluarkan uang kartal baik yang berbentuk logam maupun kertas. Sedangkan, uang giral hanya dikeluarkan oleh bank-bank dengan syarat dan ketentuan berlaku.
  • Peredaran, uang kartal dapat beredar di seluruh lapisan masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara uang giral hanya beredar dikalangan tertentu yakni masyarakat ekonomi kelas menengah ke atas yang memiliki relasi dengan bank tertentu.
  • Kepraktisan, yakni uang kartal dapat dibawa kemanapun pergi meskipun tersedia dalam jumlah banyak. Sedangkan uang giral lebih ringan dan mudah walaupun ada dalam jumlah banyak.

Itulah beberapa sifat dari uang kartal dan uang giral yang dapat kami sampaikan, semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Pastikan anda menyimak informasi di atas dengan tepat dan cermat agar informasi yang anda dapatkan tidak sia- sia, selamat membaca.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Wednesday 22nd, May 2019 / 04:34 Oleh :
Kategori : Ekonomi