Sponsors Link

Sejarah dan Peninggalan Zaman Pra Aksara Lengkap Disini

Sponsors Link

Sebelum kita mengenal tentang huruf, angka, dan bagaimana cara kita mengolah suara untuk berkomunikasi ada masa dimana kita perlu mempelajari bagaimana manusia tanpa aksara dan bahasa. Tanpa aksara dan bahasa tentunya seorang manusia akan sangat sulit berkomunikasi dengan satu sama lainnya. Tidak hanya berkomunikasi bahkan bertahan hidup pun menjadi sangat sulit dan anda juga bisa melihat ciri- ciri manusia Wajak, untuk itu ada sebuah zaman yaitu zaman pra aksara. Zaman pra aksara sendiri merupakan suatu masa dimana manusia purba pertama kali belum bisa menggunakan aksara dan bahasa dengan baik. Untuk lebih jelasnya berikut kami sampaikan mengenai pengertian secara umum terlebih dahulu mengenai zaman pra aksara.

ads

Pengertian Zaman Praaksara

  1. Secara umum, zaman praaksara memiliki pengertian yaitu zaman prasejarah dimana zaman ini berakhir saat manusia mulai mengenal simbol dan cara untuk berbicara.
  2. Zaman pra aksara secara kamus besar bahasa Indonesia berasal dari kata “Pra” yang berarti sebelum, dana “Aksara” berarti tulisan.

Dua pengertian mengenai zaman pra aksara di atas merupakan sebuah dasar bagi anda untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai sejarah dari zaman pra aksara. Berikut merupakan sejarah singkat kehidupan manusia pada zaman pra aksara beserta penjelasan secara singkat.

Sejarah Zaman Pra Aksara Secara Umum

  • Perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwa zaman pra aksara ini berakhir dengan masa berbeda- beda pada setiap bangsa dan inilah merupakan awal bahwa setiap bangsa memiliki bahasa dan huruf berbeda- beda pula.
  • Selain itu berakhirnya zaman pra aksara berbeda- beda pada setiap bangsa didasarkan pada perkembangan setiap bangsa tersebut serta informasi yang masuk ke bangsa tersebut.
  • Zaman pra aksara dimulai sejak manusia ada di muka Bumi dimana Bumi sendiri merupakan sebuah planet berbeda dengan ciri-ciri manusia Wajak yang wajib diketahui, tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
  • Sepanjang masa zaman pra aksara dibagi menjadi 4 yaitu Arkeozoikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.
  • Arkeozoikum merupakan masa tertua pada zaman pra aksara dimana masa ini berlangsung sekitar 2500 juta tahun lalu dengan ditandai belum adanya kehidupan. Pada masa ini Bumi masih dalam proses pembentukan sehingga permukaan Bumi masih memiliki suhu sangat tinggi.
  • Adapun masa setelah Arkeozoikum yaitu masa Paleozoikum dimana pada masa ini juga disebut sebagai masa primer. Dalam hal ini sangat berbeda dengan masa sebelumnya, Bumi sudah memiliki suhu relatif dingin tidak sepanas pembentukan Bumi di awal. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun lalu dengan ciri khusus berupa adanya tanda- tanda kehidupan. Pada masa itu makhluk pertama kali yang dapat bertahan dan hidup di Bumi yaitu makhluk hidup bersel satu seperti bakteri dan amoeba.
  • Masa setelah masa Paleozoikum yaitu masa Mesozoikum, masa ini juga disebut sebagai masa sekunder setelah masa primer berakhir. Pada masa ini banyak sekali hewan reptile dan melata ditemukan dalam bentuk sangat besar. Masa ini juga disebut sebagai masa reptile dan zaman dinosaurus. Banyak sekali dinosaurus hidup di masa ini. Walaupun begitu berbeda dengan ciri-ciri manusia Liang Bua yang jarang diketahui, masa Mesozoikum hanya berlangsung sebentar sekitar 140 juta tahun lalu.
  • Berbeda dengan masa sebelumnya pada masa Neozoikum kehidupan di Bumi semakin Nampak. Bentuk dari kehidupan di Bumi pun mulai stabil dan pada masa ini sudah ditemukan beberapa jenis hewan mamalia. Selain itu hampir semua jenis hewan melata dan reptil mulai berkurang bahkan beberapa jenis dinosaurus dan hewan purba telah dinyatakan punah pada masa ini.
  • Dalam zaman pra aksara, masa Neozoikum dibagi menjadi dua bagian, pertama yaitu masa Alluvium atau Holosen. Pada masa ini terjadi sekitar 20.000 tahun lalu ditandai dengan munculnya hewan primata seperti jenis kera- kera besar. Selain itu pada zaman ini juga ditandai dengan munculnya homo sapiens atau bisa disebut dengan manusia purba dengan akal dan bentuk struktur tubuh hampir sempurna.
  • Bagian kedua dari masa Neozoikum berikutnya yaitu masa Diluvium dan biasa dikenal dengan masa Pleistosen atau Ice Age. Pada masa ini ditandai dengan mulai mencairnya es di kawasan kutub karena adanya perubahan iklim. Pada masa ini pula manusia sudah mulai beradaptasi dan beradab.
  • Disisi lain walaupun es di kutub mulai mencair berbeda dengan cara kehidupan manusia Liang Bua pada masanya, pada masa Diluvium juga ditandai dengan banyaknya persediaan air yang menjadi es. Dalam hal ini menjadikan permukaan air laut hampir di sebagian besar wilayah menurun hingga sekitar 100 sampai 150 m sehingga beberapa wilayah dengan laut dangkal menjadi daratan luas.
  • Hingga saat ini kita bisa melihat kehidupan manusia dan tumbuhan lalu anda juga bisa melihat cara kehidupan manusia Wajak pada zamannya, melihat sejarah pembentukan Bumi pada masa zaman pra aksara perlu anda ketahui pula karena ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam sejarah zaman pra aksara.
  • Dalam hal ini perlu anda ketahui pula bahwa manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang dapat bertahan hidup dan beradaptasi lebih baik dari makhluk hidup lain.
Sponsors Link

  • Seiring dengan berjalannya waktu dipengaruhi oleh iklim, keadaan bumi, dan mulai munculnya kehidupan baru, terjadilah evolusi pada manusia baik dari segi fisik maupun akal dan pemikiran.
  • Evolusi yang terjadi pada manusia saat zaman pra aksara yaitu ditandai dengan perubahan volume otak manusia yang semakin besar berbeda dengan manfaat mempelajari filsafat sosial bagi umat manusia, ditandai pula dengan berubahnya bentuk tengkorak dan struktur tulang pada tubuh manusia. Tulang kerangka manusia terutama tulang punggung yang tadinya membungkuk, semakin tegak sehingga semakin berakhirnya zaman pra aksara manusia pun dapat berjalan tegak dengan tengkorak kepala yang proporsional.
  • Adapun keadaan zaman pra aksara di Indonesia, di Indonesia sendiri sebenarnya zaman pra aksara hanya dikenal pada 3 masa saja yaitu Paleolitikum merupakan masa zaman batu tua, Mesolitikum merupakan masa pada zaman batu tengah, dan yang terakhir yaitu Neolitikum atau bisa dikenal dengan masa zaman batu baru.
  • Walaupun pada dasarnya orang Indonesia pada zaman pra aksara sudah lebih maju dan lebih beradab namun mereka belum mengenal aksara berbeda dengan peranan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang, simbol dan belum bisa menggunakan mulut sebagai alat komunikasi yang baik.

Itulah sejarah singkat dari zaman pra aksara secara kronologis dan dibedakan berdasarkan masa menurut perkembangan Bumi serta makhluk hidup yang tinggal di Bumi seperti dilihat dari tumbuhan, hewan dan manusia pada setiap masanya.

Peninggalan Zaman Pra Aksara

Sejarah dari ada dan terjadinya zaman pra aksara tentunya harus dibuktikan dengan fakta dan bukti tersebut telah diteliti serta ditemukan oleh sejarawan. Penemuan bukti atau bisa disebut dengan peninggalan zaman praaksara ini dibuktikan dengan adanya benda- benda dengan usia jutaan tahun lalu yang digunakan oleh manusia saat zaman pra aksara berlangsung seperti berikut ini.

ads
  1. Kapak Perimbas

Merupakan salah satu benda peninggalan zaman pra aksara berupa mata kapak dari batu tanpa tangkai, penggunaannya sangat sederhana hanya dengan menggenggamnya saja. Berfungsi untuk menguliti binatang

  1. Kapak Genggam

Lebih kecil ukurannya dari kapak perimbas namun bentuknya sama dan terbuat dari batu. Fungsinya sebagai alat pemotong seperti pisau namun juga bisa digunakan sebagai alat penggali tanah

  1. Flakes

Flakes atau lebih akrab dikenal sebagai alat serpih yang terbuat dari batuan kecil dengan ujung runcing berfungsi sebagai alat pemotong daging dan sayur

  1. Perkakas dari Tanduk dan Tulang Sapi

Jenis perkakas seperti ini paling banyak terdapat di Ngawi, Ngandong, Jawa Timur. Alat ini berfungsi sebagai salah satu alat berburu seperti mata tombak, alat penusuk, dan pengorek

  1. Peble

Di Indonesia sendiri banyak juga ditemukan benda peninggalan zaman pra aksara, salah satunya yaitu peble. Benda ini merupakan jenis kapak genggam terbuat dari batu kali yang dibelah menjadi 2 dan banyak ditemukan di daerah Sumatera, Aceh, dan Medan

  1. Abris Sous Roche

Berbeda dengan jenis peninggalan lainnya, abris sous roche sendiri merupakan gua yang dulunya ditinggali oleh manusia purba pada zaman pra aksara. Tidak hanya ditinggali secara menetap tetapi gua- gua ini juga digunakan sebagai tempat berlindung saat hujan maupun ketika ada serangan hewan buas. Gua yang dimaksud pun tidak sembarang jenis gua tetapi gua yang terbuat dari batu karang dan bisa juga disebut dengan ceruk

  1. Kapak Persegi

Berbeda dengan kapak lainnya, kapak jenis ini memiliki bentuk persegi dengan ujung lancip dan terbuat dari batu hitam. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di daerah Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Biasanya digunakan saat upacara adat dan memotong kayu

  1. Kapak Lonjong

Bentuknya yang lonjong sesuai dengan namanya, kapak jenis ini memiliki berbagai macam ukuran mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Kapak lonjong banyak ditemukan di daerah Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara. Berbeda dengan kapak jenis lainnya, kapak lonjong berfungsi untuk mencangkul dan bercocok tanam

  1. Gerabah

Kebanyakan jenis gerabah yang ditemukan pada zaman pra aksara yaitu jenis lempengan menyerupai piring- piring besar dengan bentuk macam- macam mulai dari lonjong hingga bulat

Itulah berbagai jenis peninggalan pra aksara yang dapat kami sampaikan, bacalah informasi di atas dengan cermat untuk mendapatkan ilmunya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah wawasan anda. Selamat membaca.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Tuesday 18th, June 2019 / 04:29 Oleh :
Kategori : Sejarah