Sponsors Link

8 Proses Sosial Disosiatif dan Asosiatif Dalam Bentuknya Terlengkap

Sponsors Link

Di dalam berlangsungnya kehidupan masyarakat, terdapat proses sosialisasi yang sangat beragam. Proses sosialisasi sendiri merupakan suatu contoh dari adanya proses interaksi sosial. Sebagai seorang makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, maka sosialisasi juga sangat penting adanya untuk dapat membangun kehidupan masyarakat seperti yang diinginkan dan diharapkan oleh masyarakat itu sendiri.

ads

Terlebih lagi, terdapat suatu nilai dan norma yang tidak dapat terlepas dari berlangsungnya kehidupan masyarakat, dimana peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi juga penting adanya. Hal ini juga disebabkan karena sosialisasi yang berlangsung tidak selalu bersifat positif, artinya bahwa terdapat pula proses sosialisasi yang bersifat negatif. Proses sosialisasi yang bersifat positif dan negatif tersebut didalam ilmu sosiologi dikenal dengan proses sosialisasi asosiatif dan disosiatif. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai segala sesuatu tentang proses sosialisasi disosiatif dan asosiatif.

Proses Sosialisasi Disosiatif

Untuk penjelasan yang pertama akan dibahas mengenai proses sosialisasi disosiatif dalam kehidupan masyarakat, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa dalam kehidupan masyarakat proses sosialisasi yang terjadi tidak selalu bersifat positif, ada pula yang bersifat negatif. Proses sosialisasi yang lebih bersifat negatif tersebut yang disebut sebagai suatu proses sosialisasi disosiatif. Proses sosialisasi disosiatif merupakan suatu proses sosialisasi yang mengarah atau dapat menyebabkan terjadinya suatu perpecahan dalam kehidupan kelompok masyarakat. Oleh sebab itu, proses sosialisasi disosiatif dikenal sebagai suatu proses sosialisasi yang bersifat negatif.

Bentuk-Bentuk Proses Sosialisasi Disosiatif

Proses sosialisasi disosiatif yang bersifat negatif juga memiliki beberapa bentuk sosialisasi yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Beberapa bentuk proses sosialisasi disosiatif yaitu:

  1. Persaingan atau Kompetisi

Bentuk proses sosialisasi disosiatif yang pertama adalah persaingan atau kompetisi, yaitu suatu proses sosialisasi yang dilakukan oleh individu dengan tujuan untuk mencapai kemenangan secara kompetitif dan juga menghindari adanya benturan fisik. Persaingan juga merupakan suatu proses sosialisasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang saling bersaing satu sama lain untuk mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu, tetapi masih melalui suatu cara yang terbuka dan adil. Terdapat beberapa bentuk persaingan dalam beberapa aspek penting kehidupan, seperti:

  • Persaingan ekonomi – seperti persaingan dalam hal jual-beli, persaingan mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya.
  • Persaingan kebudayaan – seperti persaingan antara film barat dengan film nasional yang tayang di bioskop.
  • Persaingan kedudukan atau peran – seperti pemilihan gubernur dan wakil gubernur, maupuan adanya pilkada.
  • Persaingan ras – seperti persaingan antara orang berkulit putih dengan orang berkulit hitam yang terjadi di Afrika Selatan.
  1. Pertentangan, Perselisihan, atau Konflik

Pertentangan, perselisihan, atau konflik merupakan suatu proses sosialisasi dimana individu maupun kelompok melakukan suatu ancaman atau bahkan benturan fisik seperti kekerasan untuk dapat mencapai tujuannya. Banyak sekali bentuk-bentuk konflik sosial yang dapat ditemui dalam kehidupan masyarakat, dimana konflik biasanya terjadi karena adanya suatu perbedaan paham atau pendapat dan juga perbedaan kepentingan. Kondisi tersebut yang nantinya dapat mengganggu proses interaksi sosial yang berlangsung di antara pihak-pihak yang bertikai, hingga juga dapat membentuk gap atau jurang pemisah. Pertentangan, perselisihan, atau konflik biasanya timbul disebabkan karena beberapa hal berikut ini:

Sponsors Link

  • Adanya perbedaan pendapat, prinsip, hingga aturan-aturan yang diberlakukan antar individu maupu kelompok.
  • Perbedaan nilai, norma, adat istiadat serta kebudayaan dalam masyarakat.
  • Adanya perbedaan kepentingan, dapat dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial.
  • Terjadinya suatu perubahan sosial, disorganisasi, serta disintegrasi.
  1. Kontroversi

Bentuk proses sosialisasi disosiatif yang terakhir adalah kontroversi, dimana kontroversi merupakan suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk menghalangi atau menggagalkan tercapainya suatu tujuan dari individu maupun kelompok yang lainnya. Upaya yang dilakukan dapat melalui cara memfitnah, provokasi, maupun melalui suatu intimidasi. Kontroversi sendiri berada diantara persaingan dan pertentangan yang ditandai dengan adanya rasa ketidakpuasan terhadap hubungan yang berlangsung. Beberapa bentuk kontroversi seperti:

  • Umum – seperti adanya penolakan atau proses terhadap rencana atau kebijakan publik.
  • Sederhana – seperti menyangkal pendapat atau pernyataan orang lain di muka umum.
  • Intensif – seperti menyebarkan isu, menghasut, hingga mengecewakan pihak-pihak yang bersangkutan.
  • Rahasia – mengungkap rahasia pihak lain atau melakukan suatu pengkhianatan.
  • Taktis – seperti adanya provokasi dan intimidasi.
ads

Itulah beberapa penjelasan mengenai proses sosialisasi disosiatif. Berikut ini akan dibahas mengenai proses sosialisasi asosiatif atau proses sosialisasi yang lebih bersifat positif dalam kehidupan masyarakat.

Proses Sosialisasi Asosiatif

Proses sosialisasi asosiatif ini penting adanya dalam keberlangsungan hidup masyarakat, terlebih lagi dengan adanya kodrat manusia yang terlahir sebagai seorang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat terus bertahan hidup.

Pengertian

Proses sosialisasi asosiatif secara singkat dapat dipahami sebagai suatu proses sosialisasi yang bersifat positif dan mengarah pada kesatuan masyarakat. proses sosialisasi asosiatif sendiri juga memiliki sifat membangun, mempererat, serta memperkuat hubungan yang berlangsung dalam masyarakat, seperti adanya solidaritas satu sama lain. Hal ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh dan lebih erat lagi. Proses sosialisasi asosiatif juga memiliki beberapa bentuk-bentuk yang hadir dalam kehidupan masyarakat seperti yang akan dibahas berikut ini.

Bentuk-Bentuk Proses Sosialisasi Asosiatif

Sama halnya dengan proses sosialisasi disosatif, proses sosialisasi asosiatif juga memiliki bentuk-bentuk tertentu, beberapa diantaranya seperti:

  1. Kerja Sama

Kerjasama merupakan bentuk proses sosialisasi asosiatif yang pertama, dimana merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Kerjasama yang berlangsung dapat mengarahkan untuk saling memberikan dukungan, bantuan, hingga sama-sama membangun sinergi satu sama lain, sehingga tujuan bersama dapat tercapai. Kerjasama sendiri merupakan bentuk proses sosialisasi asosiatif yang sering berlangsung setiap harinya didalam masyarakat. Terdapat beberapa bentuk kerjasama, beberapa diantaranya seperti:

  • Kerukunan

Kerukunan merupakan salah satu bentuk kerjasama yang paling mudah dan sederhana untuk diwujudkan dalam kehidupan masyarakat, seperti adanya kegiatan gotong royong, perkumpulan remaja, PKK, dan lain sebagainya.

  • Kooptasi

Kooptasi merupakan bentuk kerjasama melalui proses penerimaan unsur-unsur baru dalam pelaksanaan politik atau kepemimpinan dalam masyarakat dengan tujuan untuk menghindari adanya perpecahan di dalam masyarakat atau organisasi tersebut.

  • Bergaining

Bergaining merupakan bentuk kerjasama yang terbentuk karena adanya tindakan negosiasi atau tawar menawar, baik oleh individu maupun kelompok untuk dapat mencapai suatu kesepakatan atau keputusan bersama. Sebagai contoh seperti tawar menawar dalam kegiatan jual beli untuk menentukan harga yang disepakati bersama.

  • Koalisasi atau Coalition

Koalisi merupakan bentuk kerjasama atas perpaduan dua pihak yang berbeda hingga mencapai suatu tujuan yang sama. Seperti koalisasi yang dilakukan oleh beberapa partai politik untuk memenangkan seorang tokoh pemimpin dalam pemilihan umum, ditambah lagi dengan dukungan berbagai macam sarana sosialisasi politik dalam masyarakat.

  • Join Venture

Join venture merupakan suatu bentuk kerjasama yang dilakukan beberapa pihak dalam waktu-waktu tertentu dalam upaya untuk menyelenggarakan suatu usaha bersama. Bentuk kerjasama ini akan berakhir ketika tujuan bersama telah tercapai. Seperti adanya proyek pembangunan dan lain sebagainya.

  1. Akomodasi
Sponsors Link

Bentuk proses sosialisasi asosiatif yang kedua adalah akomodasi, dimana akomodasi merupakan suatu bentuk keseimbangan yang memiliki kaitan dengan nilai dan norma sosial dalam berlangsungnya interaksi atau hubungan sosial, baik oleh individu maupun kelompok. Proses akomodasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk meredakan adanya konflik atau permasalahan yang terjadi, baik antar individu maupun kelompok, sehingga dapat terwujud suatu kestabilan masyarakat. Beberapa bentuk akomodasi seperti:

  • Koersi – bentuk akomodasi melalui suatu kekerasan atau paksaan, baik secara fisik maupun psikis.
  • Kompromi – bentuk akomodasi melalui pengurangan tuntunan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bersangkutan, sehingga permasalahan dapat lebih cepat teratasi.
  • Arbritasi – bentuk akomodasi melalui adanya pihak ketiga dalam penyelesaian masalah, dimana pihak ketiga akan memiliki kedudukan yang lebih tinggi, sehingga keputusan bersifat mutlak.
  • Mesdiasi – bentuk akomodasi melalui pemilihan pihak ketiga sebagai penengah yang bersifat netral atau tidak memihak satu pihak saja dalam upaya menyelesaikan masalah yang terjadi.
  • Konsiliasi – bentuk akomodasi dengan mempertemukan keinginan kedua pihak yang bertikai melalui bantuan lembaga-lembaga untuk mencapai tujuan bersama.
  • Toleransi – bentuk akomodasi yang didasarkan pada adanya kesadaran untuk saling menghormati satu sama lain, sehingga perselisihan atau masalah yang mungkin timbul dapat dicegah sebelumnya.
  • Ajudikasi – bentuk akomodasi yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan atau konflik yang terjadi melalui jalur pengadilan atau meja hijau.
  • Stalemate – bentuk akomodasi dimana permasalahan yang terjadi pada suatu konflik berhenti pada tingkatan tertentu, hal ini disebabkan karena pihak-pihak yang bersangkutan atau yang bertikai sudah tidak dapat maju maupun mundur kembali, artinya sudah dalam keadaan seimbang.
  1. Akulturasi

Bentuk proses sosialisasi asosiatif yang selanjutnya adalah akulturasi. Akulturasi merupakan suatu proses penerimaan budaya-budaya baru atau kebudayaan lain ke dalam kebudayaan sendiri, hanya saja dalam hal ini tidak disertai dengan menghilangkan kepribadian asli atau ciri-ciri khas dari kebudayaan yang dimiliki sendiri dari awal.

  1. Asimilasi

Asimilasi merupakan bentuk proses sosialisasi asosiatif dimana terjadi suatu peleburan dua unsur kebudayaan yang berbeda untuk menjadi satu kebudayaan yang utuh dan dimiliki bersama. Asimilasi juga mengarah kepada hilangnya suatu perbedaan yang ada didalam dua kebudayaan yang berbeda.

  1. Amalgamasi

Amalgamasi merupakan suatu peleburan dua unsur kebudayaan atau lebih menjadi satu kelompok budaya yang baru. Pada proses amalgamasi biasanya ciri khas setiap kebudayaan akan hilang atau terlebur bersama, banyak contoh amalgamasi yang dapat dilihat dari zaman yang semakin berkembang dan maju, dimana unsur-unsur kebudayaan baru lebih mudah masuk.

Demikian penjelasan lengkap mengenai proses sosialisasi disosiatif dan asosiatif, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 14th, June 2018 / 04:23 Oleh :
Kategori : Sosiologi