Sponsors Link

3 Perbedaan Sosialisasi Represif dan Sosialisasi Partisipatif yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Sosialisasi merupakan suatu pembelajaran  peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi yang berlaku di masyarakat. Pembelajaran ini berlangsung agar individu dapat melakukan proses interaksi sosial sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Sosialisasi dalam ilmu sosiologi terbagi menjadi dua pola yakni sosialisasi represif dan sosialisasi patisipatif. Apa saja perbedaan keduanya? Berikut ulasannya! Adapun perbedaan-perbedaan sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatif, diantaranya adalah :

ads
  1. Berdasarkan pengertian

Sosialisasi represif adalah sosialisasi yang dilakukan dengan memberikan penekanan berupa hukuman tehadap seseorang yang melanggar norma dalam masyarakat. Sosialisasi ini bersifat komunikasi satu arah dan sangat otoriter. Contoh sosialisasi represif adalah guru yang memberikan hukuman karena seorang murid yang tidak mengerjakan PR. Sedangkan sosialisasi partisipatif merupakan sosialisasi yang menanamkan kebiasaan, adat istiadat, nilai-nilai dan norma tanpa disertai kekerasan fisik. Sosialisasi ini bersifat bebas artinya menerapkan sistem interaksi dan komunikasi. Contoh tindakan sebagai makhluk sosial yang mencerminkan sosialisasi partisipatif adalah seorang anak yang mendapatkan hadiah karena juara kelas.

  1. Berdasarkan konsep

Sosialisasi partisipatif adalah suatu pola yang menekankan pada pemberian sebuah imbalan atau hadiah kepada seseorang yang telah berperilaku baik. Pada pola partisipatif memfokuskan pada kebebasan individu dan penekanan komunikasi secara lisan sesuai dengan unsur struktur sosial dimana tidak ada yang lebih penting selain anak dan keperluan anak. Sedangkan, pada sosialisasi represif menekankan penggunaan kekerasan pada anak. Ciri-ciri lembaga keluarga dalam sosialisasi partisipatif mengedepankan rang tua berada pada posisi atas dan anak harus patuh terhadap segala peraturan keluarga. Bahkan tak jarang, hukuman yang diberikan sering menimbulkan traumatis demi menguatkan posisi orang tua dan lupa akan kepentingan anak.

  1. Berdasarkan Ciri-ciri

Berikut adalah ciri-ciri dari sosialisasi represif, diantaranya :

  • Memberikan hukuman pada anak yang tidak patuh terhadap peraturan keluarga
  • Hukuman dan imbalannya bersifat materi
  • Anak tidak memiliki kebebasan sama sekali
  • Anak harus patuh pada orang tua
  • Menggunakan perintah sebagai media komunikasi antara orang tua dan anak
  • Menggunakan komunikasi nonverbal
  • Orang tua adalah pusat sosialisasi daam keluarga
  • Peran orang tua lebih mendominasi disbanding si anak

Adapun ciri-ciri sosialisasi partisipatif adalah sebagai berikut :

  • Pemberian imbalan bagi anak yang berperilaku baik dan menuruti segala perintah
  • Hukuman dan imbalan yang diberikan bersifat simbolis
  • Kebebasan diberikan sepenuhnya pada anak
  • Menggunakan interaksi sebagai media komunikasi orang tua dan anak
  • Menggunakan komunikasi verbal
  • Sosialisasi dipusatkan pada anak
  • Orang tua sangat memperhatikan keinginan anak
  • Keluarga memiliki tujuan yang sama untuk dicapai

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan sosialisasi partisipatif dengan sosialisasi represif adalah pada pola penyampaian sosialisasi itu sendiri. Pada hakekatnya kedua sosialisasi ini bertujuan untuk mengarahkan faktor perubahan sosial si anak agar hidup sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku. Akan tetapi pada sosialisasi represif lebih menekankan bentuk kekerasan sebagai hukuman pada anak yang tidak patuh sehingga orang tua sering menggunakan perintah sebagai mediasi komunikasi dengan anak.

Sedangkan pada sosialisasi partisipatif mengedepankan interaksi sebagai media komunikasi sehingga menghindari bentuk-bentuk konflik sosial dan keinginan-keinginan anak dapat tersampaikan dengan baik. Demikian perbedaan sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatif, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 23rd, December 2018 / 07:10 Oleh :
Kategori : Sosiologi