Sponsors Link

5 Perbedaan Sosialisasi Otoriter dan Ekualitas Berdasarkan Proses dan Penerimaanya

Sponsors Link

Dalam arti sempit, sosialisasi merupakan suatu pembelajaran oleh individu untuk mengenal lingkungannya baik secara fisik ataupun sosial. Sementara, sosialisasi dalam arti luas berarti pembelajaran oleh individu dimulai sejak ia lahir hingga akhir hayatnya. Dalam tahap-tahap sosialisasi, seseorang akan menjalankan kewajibannya sesuai dengan peran dalam budaya masyarakat masing-masing. Bukan hanya sekedar mempelajari, namun mengembangkan perilaku sosial demi upaya mendewasakan diri. Sosialisasi sendiri dibagi menjadi beberapa bagian. Menurut pihak yang terlibat, sosialisasi dibagi menjadi dua, yakni sosialisasi otoriter dan ekualitas. Apa saja perbedaan keduanya? Berikut ulasannya!

ads

Perbedaan Sosialisasi Otoriter dan Ekualitas
Adapun perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas adalah sebagai berikut :

  1. Berdasarkan pihak yang terlibat

Sosialisasi ekualitas adalah sosialisasi berdasarkan kesamaan antara pihak yang melakukan sosialisasi dan yang disosialisasi. Sehingga pihak-pihak yang terlibat biasanya berasal dari derajat yang sama. Sedangkan sosialisasi otoriter merupakan sosialisasi yang melibatkan orang-orang yang lebih tua sebab anak-anak dianggap belum memiliki kemampuan untuk bersosialisasi bahkan dengan teman sebayanya sekalipun. Baik otoriter ataupun ekualitas, keduanya bertujuan untuk mengorganisir ingatan, perasaan dan batin seorang anak sesuai dengan  syarat terjadinya interaksi sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai peran yang harus mereka jalani di masyarakat.

  1. Berdasarkan proses

Sosialisasi ekualitas berjalan tanpa ada paksaan di dalamnya. Proses ini terjadi begitu saja sebab dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari latar belakang sama, sepahaman, senasib dan sepenanggungan. Karena unsur-unsur inilah yang menjadikan proses sosialisasi berjalan sesuai peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi tanpa pemaksaan. Sedangkan sosialisasi otoriter yang biasanya dilakukan orang-orang yang lebih tua masih sedikit mengandung unsur-unsur pemaksaan.

  1. Berdasarkan penerimaan

Sosialisasi ekualitas lebih mudah diterima oleh seseorang sebab dilakukan oeh seseorang dengan macam macam kelas sosial sama atau jabatan yang sama. Contoh proses sosialisasi berdasarkan penerimaan adalah seorang teman akan lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya. Sedangkan otoriter akan membutuhkan waktu untuk diterima karena dilakukan oleh individu yang lebih tua. Anak-anak akan lebih merasa dididik untuk tahu tata aturan, berdisplin dengan dikekang sehingga mereka membutuhkan waktu untuk menerimanya.

  1. Berdasarkan waktu

Sosialisasi ekualitas yang dilakukan oleh individu dengan derajat sama membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Waktu yang singkat ini akan menciptakan proses sosialisasi dengan baik. Sementara, pada sosialisasi otoriter oleh seseorang yang lebih tua akan membutuhkan waktu dan proses terjadinya interaksi sosial yang panjang karena terdapat perbedaan-perbedaan yang signifikan. Meskipun pada akhirnya, sosialisasi otoriter pun mampu menghasilkan interaksi sosial yang baik dan dinamis.

  1. Berdasarkan pelaksanaan

Pelaksanaan sosialisasi ekualitas lebih banyak dilakukan secara terbuka. Mengapa demikian? Sebab di dalamnya terdapat orang-orang dengan derajat sama yang saling berbagi cerita dan pengalaman. Oleh sebab itu, pihak-pihak yang terlibat akan saling mendukung dan membantu satu sama lain. Sehingga proses ekualitas sendiri dapat bertahan dalam waktu yang relatif panjang. Sedangkan, pada sosialisasi otoriter biasanya terjadi dalam waktu yang relatif sedikit dan dilakukan secara tertutup sebab di dalamnya terdiri dari orang-orang yang tidak sederajat seperti contoh interaksi sosial individu dengan individu biasanya antara orang tua dengan anak-anak.

Demikian perbedaan sosialisasi ekualitas dan otoriter, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Friday 11th, January 2019 / 07:15 Oleh :
Kategori : Sosiologi