Sponsors Link

3 Perbedaan Sosialisasi Otoriter dan Ekualitas dalam Interaksi Sosial

Sponsors Link

Sosialisasi bisa diartikan sebagai proses mempelajari, menyesuaikan diri, dan menerima unsur-unsur kehidupan dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Dalam sosialisasi, tercipta sebuah interaksi sosial dan hubungan-hubungan sosial. Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Hubungan Sosialisasi dengan Pembentukan Kepribadian Individu memang sangat erat. Sosialisasi dibedakan menjadi beberapa jenis. Salah satunya berdasarkan pihak-pihak yang terlibat, yaitu sosialisasi otoriter dan ekualitas. Berikut beberapa perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas yang perlu diketahui.

ads
  1. Definisi

Perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas yang pertama bisa dilihat dari definisi yang ada. Dimana sosialisasi otoriter merupakan sebuah proses sosialisasi yang dilakukan antara dua orang atau dua kelompok yang kedudukannya berbeda. Dalam sosialisasi otoriter ini ada pihak yang lebih tinggi kedudukannya dan ada pihak yang kedudukannya lebih rendah.

Adapun sosialisasi ekualitas merupakan sebuah proses sosialisasi yang dilakukan antara dua orang atau dua kelompok yang status masing-masingnya relatif setara atau bahkan sama. Sehingga pihak yang bersosialisasi ini tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi dan yang lebih rendah. Selain itu Tahap-Tahap Sosialisasi terjadi secara natural.

  1. Contoh

Perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas berikutnya bisa dilihat dari contoh yang ada di masyarakat. Contoh Proses Sosialisasi otoriter itu sendiri misalnya sosialisasi yang terjadi antara orang tua dengan anak. Dimana anak kedudukannya lebih rendah daripada orang tua. Karena Peran Keluarga Dalam Proses Sosialisasi juga sangat penting. Juga antara guru dengan murid, karena guru memiliki kedudukan sosial yang lebih tinggi daripada murid. Sosialisasi otoriter juga termasuk sosialisasi antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpin.

Sedangkan sosialisasi ekualitas lebih kepada orang-orang yang setara. Misalnya adalah sosialisasi antara teman sebaya dengan teman sebaya lainnya. Dalam hal ini kedudukan keduanya sama. Contoh Sosialisasi di Lingkungan Masyarakat lainnya adalah sosialisasi yang terjadi antar murid dalam satu lingkungan pendidikan. Juga sosialisasi antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lainnya.

  1. Tujuan

Perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas berikutnya bisa dilihat dari tujuan dilakukannya sosialisas tersebut. Adapun tujuan dari sosialisasi otoriter adalah untuk membentuk sikap disiplin dan agar semua pihak bisa menguasai hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi itu sendiri. Misalnya orang tua yang memberikan penjelasan kepada anak. Atau guru yang mengajari muridnya tentang Peran Nilai dan Norma dalam Proses Sosialisasi. Juga pemimpin yang memberikan briefing kepada para bawahannya.

Sedangkan tujuan dari sosialisasi equalitas adalah untuk saling membantu, saling melindungi, dan saling melestarikan interaksi sosial yang ada. Sehingga mereka bisa hidup dengan lebih banyak orang yang setara dan saling menguatkan. Misalnya teman sebaya yang berbincang setiap hari untuk menjaga kelestarian interaksi sosial mereka. Atau karyawan sebuah perusahaan yang bekerja sama dan saling menguatkan dalam pekerjaan.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perbedaan sosialisasi otoriter dan ekualitas yang merupakan salah satu jenis sosialisasi yang dibedakan berdasarkan pihak yang terlibat. Kedua jenis sosialisasi ini berlangsung beriringan di dalam masyarakat, layaknya Contoh Sosialisasi Primer dan Sekunder. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 29th, November 2018 / 06:25 Oleh :
Kategori : Sosiologi