Sponsors Link

3 Perbedaan Penggolongan Sosial dan Pelapisan Sosial yang Mudah Dipahami

Sponsors Link

perbedaan sosial dalam masyarakat seringkali menciptakan sebuah hubungan interaksi yang berbeda pula. Sehingga lahirlah golongan-golongan atau kelas-kelas sosial yang menjadi ciri dari sebuah kelompok masyarakat. Hal ini bisa diketahui dari adanya pelapisan sosial dan penggolongan sosial. Kedua istilah ini saling berdekatan dan terlihat mirip. Namun tentu ada perbedaan antara penggolongan sosial dan pelapisan sosial yang perlu diketahui. Berikut beberapa penjelasannya.

ads
  1. Definisi

Perbedaan antara penggolongan sosial dan pelapisan sosial yang pertama dilihat dari definisinya. Dimana penggolongan sosial dikenal juga dengan istilah diferensiasi sosial. Sedangkan pelapisan sosial dikenal juga dengan istilah stratifikasi sosial.

Diferensiasi sosial merupakan sebuah penggolongan di dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan horizontal. Pada jenis diferensiasi sosial, perbedaan yang ada tidak berdasarkan kelas sosial yang tinggi atau rendah. Namun lebih kepada ragam masyarakat yang berbeda-beda.

Sementara itu pelapisan sosial atau stratifikasi sosial merupakan penggolongan masyarakat yang berdasarkan unsur hirarki vertikal. Sehingga di dalamnya terdapat kelas-kelas sosial yang dipandang lebih tinggi maupun lebih rendah.

  1. Jenis

Perbedaan antara penggolongan sosial dan pelapisan sosial selanjutnya bisa dilihat dari jenisnya. Dimana diferensiasi sosial atau penggolongan sosial dibedakan menjadi 3 jenis. Berikut penjelasan mengenai contoh diferensiasi sosial.

  • Diferensiasi tingkatan yang merupakan sebuah perbedaan akibat adanya pola distribusi yang berbeda antara area yang satu dengan yang lain. Misalnya harga beras di pasar tentu lebih mahal jika dibandingkan harga beras di pusat grosir.
  • Diferensiasi fungsional yang merupakan sebuah perbedaan akibat fungsi individu dalam masyarakat yang berbeda. Misalnya satpam yang bekerja untuk keamanan akan berbeda fungsinya dengan guru yang bekerja untuk mengajar, karena keduanya memiliki kewajiban yang berbeda.
  • Diferensiasi adat yang merupakan sebuah perbedaan karena adanya aturan yang berbeda di sebuah wilayah dengan wilayah lainnya.

Sedangkan pelapisan sosial atau stratifikasi sosial dibedakan menjadi dua jenis. Adapun Macam-macam Stratifikasi Sosial akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Ciri-ciri stratifikasi sosial terbuka yang merupakan sebuah pelapisan sosial yang masih memungkinkan kelas sosial yang satu untuk berpindah ke kelas sosial lainnya. Misalnya si kaya yang bisa menjadi miskin, atau sebaliknya.
  • Stratifikasi sosial tertutup yang merupakan sebuah pelapisan sosial yang tidak memungkinkan kelas sosial yangs atu berpindah ke kelas sosial lainnya. Misalnya dalam kasus kasta sosial di Bali, dimana kasta ini dipercaya tetap sejak lahir.
  1. Contoh

Perbedaan antara penggolongan sosial dan pelapisan sosial bisa dilihat dari contohnya. Penggolongan sosial atau diferensiasi sosial yang menggolongkan masyarakat secara horizontal memiliki perbedaan yang jelas. Misalnya suku Jawa dan suku Sunda yang berbeda. Atau bisa juga berdasarkan perbedaan agama, dimana satu kota bisa memiliki beberapa komunitas masyarakat beragama yang berbeda. Contoh lain dari diferensiasi sosial adalah perbedaan macam-macam ras di Indonesia, etnis, dan semisalnya.

Adapun contoh untuk pelapisan sosial lebih bersifat hirarki. Contoh kelas sosial adanya perbedaan yang timpang antara si miskin dan si kaya. Dimana faktor ekonomi menjadikan kedua kelas ini benar-benar berbeda. Contoh lainnya adalah adanya kasta, seperti di Bali atau India. Dimana terdapat kelas-kelas sosial yang tidak bisa dilampaui oleh kelas sosial lainnya dan ditetapkan sejak lahir.

Demikianlah beberapa perbedaan antara penggolongan sosial dan pelapisan sosial yang mendasar dan perlu dipahami. Tentunya pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial memang ada di dalam masyarakat. Semoga artikel ini bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Monday 19th, November 2018 / 08:47 Oleh :
Kategori : Sosiologi