Sponsors Link

Inilah 4 Perbedaan Pengendalian Preventif dan Represif

Sponsors Link

Pengendalian Preventif adalah upaya pencegahan yang dilakukan untuk mencegah berbagai pelanggaran norma sosial yang kemungkinan terjadi di lingkungan masyarakat dan pengendalian ini adalah langkah pencegahan yang lumayan efektif. Langkah pencegahan ini juga sering diterapkan di sekolah untuk menghindarkan para muridnya melakukan pelanggaran norma di sekolah dan guru memiliki peranan yang sangat peting dalam penerapan pengendalian preventif di dalam sekolah. Cara guru menerapkan pengendalian ini dilakukan dengan bervariasi dan pengendalian preventif sangat cocok diterapkan di lingkungan sekolah.

ads

Pengendalian Represif adalah upaya pengendalian yang dilakukan terhadap suatu pelanggaran norma yang terjadi dan pengendalian ini dilakukan saat pelanggaran sudah dilakukan. Pengendalian ini dilakukan dengan sangat tega, untuk membuat efek jera bagi para pelakunya dan cara penerapan pengendalian ini dilakukan dengan pemberian denda atau sanksi. Upaya pengendalian terhadap pelaku pelanggaran norma dilakukan untuk membawa pelaku ke jalan yang lebih benar dan tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Pengendalian refresif memiliki ketegasan yang sangat baik dalam memberikan efek jera terhadap para pelakunya dan ada banyak sekali contoh pengendalian refresif yang diterapkan di Indonesia.

Perbedaan Pengendalian Preventif dan Represif

1. Tujuan

Pengendalian preventif memiliki tujuan untuk melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai pelanggaran norma, sedangkan pengendalian represif miliki tujuan untuk penindakkan terhadap pelanggaran norma, agar menimbulkan efek jera buat para pelakunya. Dari keduanya dapat disimpulkan bahwa tujuan pengendalian sosial adalah untuk menciptakan sebuah kedamaian di masyarakat dan menciptakan kehidupan yang rukun di lingkungan masyarakat. Konflik sosial memang seringkali terjadi di lingkungan masyarakat dan konflik sosial membuat banyak sekali permasalahan, hal ini dapat dicegah serta ditindak dengan adanya pengendalian sosial.

2. Penerapan

Pengendalian preventif diterapkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran norma sosial dan pengendalian represif diterapkan sebagai langkah penindakkan terhadap sebuah pelanggaran norma. Langkah pencegahan memang harus dilakukan, agar perilaku masyarakat menjadi lebih teratur dan memiliki kontrol dalam setiap tindakannya. Bagi masyarakat yang terlanjur melakukan pelanggaran norma, perlu ada penindakkan yang jelas pada setiap pelanggaran dan setiap masyarakat yang berulah akan merasakan efek jera. Kedua pengendalian sosial ini sangatlah tepat dan menjadi jenis pengendalian sosial yang banyak diterapkan di Indonesia.

3. Efek yang Ditimbulkan

Pengendalian preventif akan memiliki efek pencegahan terhadap masyarakat, jadi masyarakat akan memiliki batasan dalam berperilaku dan memiliki aturan yang jelas dalam bertindak. Sedangkan pengendalian represif akan menimbulkan efek jera bagi para pelakunya dan akan mencoba menjauhkan diri dari perilaku yang sama. Ada banyak sekali sifat pengendalian sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat dan berbagai efek pengendalian sosial bisa terjadi dengan berbagai macam kondisi. Setiap pengendalian sosial pasti memiliki sisi positif maupun negatifnya, namun pada dasarnya tujuan semua pengendalian sosial adalah untuk mengendalikan berbagai perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sisi Negatif

Pengendalian preventif memiliki sisi negatif bagi masyarakat seperti hilangnya kebebasan masyarakat dalam berperilaku dan kebebasan masyarakat untuk berekspresi menjadi terhambat. Sedangkan pengendalian represif memiliki dampak negatif bagi masyarakat yaitu ketakutan dan dendam terhadap masyarakat yang memberikan sangsi. Salah satu ciri-ciri pengendalian sosial yang bersifat negatif adalah tidak menimbulkan efek jera, namun malah menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan pengendalian yang dijalankan di masyarakat belum tentu tersampaikan dengan baik. Ada berbagai konflik yang bisa saja timbul di lingkungan, akibat dari penerapan pengendalian sosial yang kurang tepat.

Sponsors Link

Pengendalian preventif memang seringkali diterapkan di lingkungan masyarakat dan salah satu contoh pengendalian sosial preventif adalah himbauan dari ketua RW, agar masyarakat tidak menyalakan petasan saat malam takbiran. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah masyarakat yang selalu menyalakan petasan saat malam takbiran dan hal ini akan membuat masyarakat menjadi tercegah untuk melakukan perilaku yang membahayakan keselamatan. Malam takbiran adalah salah satu malam yang sangat dinantikan oleh umat islam, namun seringkali perayaan yang berlebihan membuat keselamatan terancam dan salah satu langkah pencegahannya adalah dengan adanya himbauan yang dilakukan oleh ketua rw.

Pengendalian represif juga sering dilakukan dalam lingkungan masyarakat dan ada banyak contoh yang biasa dilakukan seperti memberikan sangsi kepada anak-anak yang merokok, melakukan sangsi pada masyarakat yang minum alkohol dan memberikan sangsi kepada masyarakat yang tidak mengikuti kerja bakti. Semua langkah yang tadi disebutkan menjadi cara pengendalian sosial yang banyak dijalankan pada sebuah lingkungan dan efektivitas pengendalian represif lumayan baik, karena bisa menimbulkan efek jera pada masyarakat.

Semua pengendalian sosial pada dasarnya memiliki tujuan yang sangat baik untuk lingkungan dan hal ini dilakukan untuk mengendalikan berbagai perilaku menyimpang yang bisa saja dilakukan, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Berbagai bentuk-bentuk pengendalian konflik sosial memang sangat efektif untuk dijalankan, karena konflik sosial bisa menimbulkan keresahan di masyarakat dan lingkungan yang jauh dari konflik sosial, akan sangat mudah untuk mengalami kemajuan di berbagai bidang. Demikian ulasan lengkap mengenai perbedaan pengendalian preventif dan represif. Semoga artikel ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Thursday 20th, June 2019 / 07:37 Oleh :
Kategori : Sosiologi