Sponsors Link

3 Perbedaan Modernisasi dan Tradisional yang Mudah Dipahami

Sponsors Link

Sejarah telah mencatat bahwa masyarakat senantiasa mengalami perkembangan dari masa ke masa. Masyarakat mengalami dinamika sosial dalam kehidupannya berdasarkan apa yang ia temukan. Salah satu contoh dinamika sosial yang tampak pada peradaban masyarakat adalah dinamika mata pencaharian masyarakat yang memunculkan istilah masyarakat agraris dan masyarakat industri. Dua tipe masyarakat ini kontras perbedaannya dalam hal penggunaan peralatan kerja dan karakter keseharian. Seringkali kita menyebut masyarakat industri telah mengalami modernisasi, sedangkan masyarakat agraris cenderung tradisional. Lalu apakah perbedaan modernisasi dan tradisional ?

ads

Nah artikel kali ini akan membahas mengenai perbedaan modernisasi dan tradisional dalam berbagai aspek. Sebelum kita membahasnya lebih lanjut, simak terlebih dahulu ulasan definisi mengenai modernisasi dan tradisonal.

Pengertian Modernisasi dan Tradisional

Modernisasi berasal dari bahasa Latin “modernus”  yang dibentuk kata “modo” yang berarti cara dan “ernus” berarti periode waktu masa kini. Modernisasi dengan ini dapat diartikan sebagai salah satu dari bentuk-bentuk perubahan sosial dalam konteks cara hidup yang berorientasi masa kini/masa depan/futuristik. Modernisasi identik dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir serta perilaku masyarakat.

Ada pun tradisional berasal dari bahasa Latin “traditio” yang artinya diteruskan. Tradisional ialah kondisi sekelompok orang yang menghasilkan benda atau menciptakan tingkah laku tertentu sebagai unsur-unsur budaya yang dituangkan berdasarkan pikiran dan imajinasi, serta diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, di dalamnya mencakup norma, nilai, harapan, dan cita-cita tanpa ada batas waktu yang membatasi. Tradisional identik dengan stagnan dan konservatif.

Perbedaan Modernisasi dan Tradisional

Secara singkat, perbedaan modernisasi dan tradisional memiliki tendensi antara kemajuan dan kemunduran peradaban masyarakat. Adapun perbedaan lebih jelasnya akan dibahas dalam tiga aspek yaitu :

  • Orientasi hubungan

Masyarakat pada era modernisasi mayoritas ialah masyarakat profesi yang menjunjung tinggi produktivitas dan profesionalitas. Umumnya orang yang mengalami modernisasi lebih memaknai waktu sebagai sesuatu yang berharga untuk disia-siakan, sehingga orientasi hubungan yang dibangun dalam interaksi sosialnya ialah kepentingan (kepentingan profesi dan kepentingan individu).

Berbeda dengan modernisasi, orientasi hubungan tradisional ialah kekeluargaan. Proses terjadinya interaksi sosial diwarnai keakraban dan kasih sayang antar anggota masyarakat yang berinteraksi tanpa mempertimbangkan untung rugi dari hasil interaksi yang dilakukan. Umumnya lebih mementingkan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan pribadi.

  • Keterbukaan interaksi

Perbedaan modernisasi dan tradisional selanjutnya terletak pada keterbukaan interaksi. Modernisasi dicirikan dengan interaksi yang bersifat terbuka, yang mana orang-orang dengan senang hati membuka diri dalam menerima informasi dari luar. Kayanya informasi yang dimiliki memandu masyarakat modern untuk berpikir lebih netral dan objektif dalam menyikapi sesuatu.

Ada pun tradisional dicirikan dengan eksklusivitas yang mana cenderung pada ideologi konservatif. Ciri-ciri masyarakat tradisional salah satunya mempercayai bahwa apa yang telah terjadi sudah begitu adanya, cenderung tidak dapat diubah, dan mereka menerima keadaan tersebut. Interaksi sosial yang terjadi sifatnya tertutup dan dipengaruhi pikiran-pikiran subjektif terhadap orang-orang di luar mereka, sehingga sulit menerima hal-hal baru.

  • Kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi

Modernisasi sering disandingkan dengan industri. Hal ini terjadi karena ciri-ciri modernisasi salah satunya adalah adanya kemajuan teknologi berupa alat yang lebih canggih untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan manusia, umumnya dilengkapi perangkat mesin, berbeda dengan alat-alat tradisional. Penemuan dan penggunaan alatpun dapat berkembang karena modernisasi ditandai dengan adanya kepercayaan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Tradisional berbeda dengan modernisasi. Teknologi yang digunakan pada era tradisional umumnya dibuat secara manual dari bahan alami. Cara kerja alatnya pun cenderung lambat dan lebih menguras tenaga saat digunakan untuk memenuhi macam-macam kebutuhan manusia. Selain itu, ilmu pengetahuan dianggap sebagai hal yang tabu pada era tradisional karena sering dibenturkan dengan tradisi yang ada. Demikian penjelasan mengenai perbedaan modernisasi dan tradisional. Semoga bermanfaat !

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 18th, October 2018 / 02:44 Oleh :
Kategori : Sosiologi