Sponsors Link

3 Perbedaan Modernisasi dan Perubahan Sosial yang Mudah Dipahami

Sponsors Link

Manusia senantiasa memiliki macam-macam kebutuhan manusia yang harus dipenuhi setiap harinya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diupayakan dapat dipenuhi dengan apa yang mereka miliki dalam lingkungan mereka, entah menggunakan alat pemuas kebutuhan fisik maupun sosial.

ads

Seiring berjalannya waktu, kompleksitas kebutuhan masyarakat semakin tinggi. Banyak bermunculan kebutuhan baru yang mungkin tidak dapat dipenuhi dengan apa yang miliki satu kelompok masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan masyarakat yang kompleks harus diimbangi dengan upaya pemenuhan kebutuhan yang lebih ekstra.

Upaya manusia memenuhi kebutuhan dapat dilakukan dengan cara berinteraksi dengan masyarakat lain yang lebih berpotensi memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Misalnya daerah Bandung perlu pasokan ikan laut, maka mereka  berinteraksi dengan masyarakat daerah Pangandaran yang memiliki pasokan ikan laut banyak. Interaksi sosial yang tadinya bermotif kebutuhan pun tidak menutup kemungkinan akan berkembang menjadi interaksi sosial yang lebih luas pengaruhnya dalam kehidupan.

Proses terjadinya interaksi sosial memungkinkan adanya transfer informasi, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai sosial budaya, sehingga lebih lanjutnya akan memunculkan macam-macam realitas sosial yang di antaranya modernisasi dan perubahan sosial. Nah artikel kali ini akan membahas mengenai modernisasi dan perubahan sosial berikut perbedaan antara keduanya.

Pengertian Modernisasi dan Perubahan Sosial

Modernisasi yaitu suatu proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dengan seluruh aspeknya dari tradisional ke modern. Modernisasi identik dengan penggunaan cara-cara baru dengan mengganti cara-cara lama untuk mengikuti kehidupan zaman sekarang yang dianggap lebih baik. Ada pun perubahan sosial ialah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Sistem sosial yang dimaksud meliputi nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara macam-macam kelompok sosial dalam masyarakat.

Perbedaan Modernisasi dan Perubahan Sosial

Selanjutnya, terdapat perbedaan modernisasi dan perubahan sosial dalam berbagai aspek yang dapat kita kenali dalam kehidupan sehari-hari di antaranya :

  • Aspek Esensi Proses

Modernisasi merupakan perubahan masyarakat yang cenderung direncanakan. Para agen pelaksana modernisasi dapat menentukan bidang-bidang apa saja yang ingin mereka ubah dan tingkatkan. Contohnya pemerintah Indonesia ingin meningkatkan mutu pendidikan dengan sistem belajar yang mudah diakses kapanpun dimanapun. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengupayakan pengenalan dan pengembangan e-learning di sekolah-sekolah.

Adapun perubahan sosial dapat direncanakan maupun tidak, bahkan cenderung terjadi akibat adanya perubahan pada satu bidang yang merembet ke bidang lain. Misalnya, saat remaja mengenal internet, mereka mulai sibuk bermain gadget-nya daripada menghabiskan waktu dengan melakukan komunikasi langsung dengan orang-orang di dekatnya.

  • Aspek Bidang

Perbedaan modernisasi dan perubahan sosial selanjutnya terletak pada aspek bidang. Modernisasi cenderung terjadi pada bidang-bidang kehidupan yang lebih luas. Bidang-bidang tersebut meliputi teknologi, budaya, ekonomi, dan sebagainya. Berbeda dengan modernisasi, bidang yang terkait dengan perubahan sosial terbatas pada unsur-unsur sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Bidang-bidang tersebut terdiri atas macam-macam nilai sosial, norma sosial, adat, interaksi sosial, sistem mata pencaharian, dan peralatan hidup.

  • Aspek Efek

Efek atau dampak modernisasi umumnya berupa disorganisasi masyarakat. Hal ini terjadi karena modernisasi juga dapat dikategorikan contoh perubahan sosial cepat. Perubahan sosial yang cepat, terlebih yang berupa pengenalan beberapa contoh discovery dan invention yang berwujud teknologi seringkali tidak dapat diterima masyarakat secara cepat. Masyarakat cenderung kaget, bahkan tak jarang menolak penemuan-penemuan tersebut. Umumnya sikap seperti ini dapat kita temukan pada ciri-ciri masyarakat tradisional.

Adapun perubahan sosial dapat terjadi secara cepat maupun lambat. Jika terjadi secara cepat dan kondisi masyarakat belum siap menerima, maka yang terjadi adalah munculnya bentuk-bentuk konflik sosial atau disorganisasi masyarakat. Beda halnya jika perubahan sosial terjadi secara lambat, masyarakat berpotensi dapat mengadopsi unsur-unsur baru yang datang ke mereka dalam jangka waktu tertentu hingga mereka siap menerimanya secara utuh. Itulah tiga aspek perbedaan modernisasi dan perubahan sosial. Semoga bermanfaat !

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Tuesday 23rd, October 2018 / 02:51 Oleh :
Kategori : Sosiologi