Sponsors Link

4 Perbedaan Mobilitas Sosial dan Stratifikasi Sosial Dalam Sosiologi

Sponsors Link

Masyarakat tidak dapat terlepas dari macam-macam realitas sosial  yang terjadi dalam kehidupan mereka setiap harinya. Realitas sosial  terjadi akibat adanya pola-pola tertentu yang terjadi di masyarakat. Pola-pola ini berpotensi menghasilkan dampak positif berupa kestabilan kondisi masyarakat maupun dampak negatif berupa terjadinya bentuk-bentuk konflik sosial. Salah satu bagian dari realitas sosial yang dapat ditemukan dalam bermasyarakat adalah realitas status dan peran.

ads

Status dan Peran

Status dan peran senantiasa melekat pada diri anggota masyarakat. Keduanya memengaruhi pola perilaku seseorang dalam proses terjadinya interaksi sosial sehari-hari. Status sosial ialah posisi seseorang dalam masyarakat yang dominan bersifat statis. Ada pun peran sosial hadir sebagai konsekuensi dari status yang dimiliki seseorang. Peran sosial merupakan pola tindakan atau perilaku dari orang yang memiliki status tertentu yang umumnya memiliki sifat dinamis.

Status dan peran senantiasa berjalan beriringan serta mengalami singgungan dengan proses sosial lain hingga memunculkan fenomena sosial baru di lingkungan masyarakat. Contoh fenomena sosial yang muncul karena adanya status dan peran seseorang adalah mobilitas sosial dan stratifikasi sosial.

Perbedaan Mobilitas Sosial dan Stratifikasi Sosial

Artikel kali ini akan membahas secara spesifik mengenai perbedaan mobilitas sosial dan stratifikasi sosial yang telah memberi warna pada kehidupan masyarakat. Perbedaan antara keduanya dalam sosiologi dapat ditinjau berdasarkan segi esensi proses, jenis status, proses terbentuk, dan jenis-jenisnya yang akan dijelaskan dalam uraian berikut ini.

1. Esensi proses

Mobilitas sosial dan stratifikasi sosial diidentifikasi sebagai dua proses sosial yang berbeda. Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk ke dalam kelas-kelas secara bertingkat berdasarkan ukuran tertentu. Ada pun mobilitas sosial merujuk pada gerak dalam struktur sosial melalui pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Mobilitas sosial ini dapat dikatakan sebagai akibat dari adanya stratifikasi sosial yang mana terjadi dalam bentuk perpindahan status sosial seseorang dari status lama ke status baru.

2. Jenis status

Perbedaan mobilitas sosial dan stratifikasi sosial dapat terlihat dari jenis status yang mengalami perubahan. Mobilitas sosial identik dengan pertukaran status sosial yang jenis achieved status. Achieved status ialah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usahanya sendiri. Contoh achieved status salah satunya adalah status guru. Status seorang guru terbuka untuk diperoleh siapa saja selama memenuhi persyaratan sebagai seorang guru.

Berbeda dengan mobilitas sosial, stratifikasi sosial cenderung berkisar pada pelapisan masyarakat yang umumnya bersifat alamiah. Istilah status sosial mengenalnya dengan sebutan ascribed status. Ascribed status adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat yang diperoleh karena kelahiran. Contoh ascribed status adalah seseorang yang terlahir sebagai anak bangsawan akan otomatis menjadi kalangan bangsawan juga, tanpa memedulikan kemampuan yang ia miliki.

3. Proses terbentuk

Mobilitas sosial dan stratifikasi sosial terbentuk dengan caranya masing-masing. Mobilitas sosial seperti yang sudah dijelaskan di atas, terbentuk dari adanya usaha seseorang untuk mengubah kedudukannya di masyarakat secara mandiri. Ada pun stratifikasi sosial dapat terbentuk melalui dua cara, yaitu terjadi dengan sendirinya dan sengaja disusun untuk mengejar tujuan bersama.

4. Jenis

Stratifikasi sosial berdasarkan sifat-sifat stratifikasi sosial dibedakan menjadi dua jenis yaitu stratifikasi sosial terbuka dan tertutup. Stratifikasi sosial terbuka memiliki peluang pertukaran status sosial antar macam-macam kelas sosial masyarakat, sedangkan stratifikasi sosial tertutup mobilitasnya terbatas, bahkan mungkin tidak ada.

Beda halnya dengan dengan stratifikasi sosial, mobilitas sosial jelas merupakan proses perpindahan status hanya saja ditinjau dari derajat perpindahannya. Mobilitas sosial memiliki dua jenis yaitu mobilitas sosial horizontal dan mobilitas sosial vertikal. Seseorang dikatakan mengalami mobilitas horizontal ketika ia atau objek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Ada pun mobilitas sosial vertikal terjadi bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat.

Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan mobilitas sosial dan stratifikasi sosial dalam sosiologi. Semoga bermanfaat!

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Tuesday 11th, September 2018 / 03:15 Oleh :
Kategori : Sosiologi