Sponsors Link

11 Perbedaan Kontravensi dan Kontroversi Dalam Pengertian dan Intensitasnya

Sponsors Link

Halo, pembaca. Selamat datang di materiips.com. Di sini, Anda akan menemukan banyak sekali materi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang akan dijelaskan secara rinci dan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Pada kesempatan kali ini, materi yang dibahas adalah kontravensi dan kontroversi, beserta perbedaan diantara keduanya, sehingga membawa pengaruh dinamika sosial dalam interaksi sosial.

ads

1. Pengertian

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, dan beberapa pengertian dari lainnya kontravensi adalah:

  • Dalam suatu proses bentuk saingannya ada suatu pertikaian dalam bentuk yang bisa anda tandai dalam bentuk gejala dan adanya suatu yang tidak pasti dalam kenal pribadi maupun perasaan yang seseorang alami dari yang tidak suka dan juga sering di sembunyikan pada orang tersebut.
  • Kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang bersifat disosiatif, diantara bentuk interaksi sosial disosiatif selain konflik dan persaingan.
  • Kontravensi ini berada di posisi antara persaingan dengan konflik. Bentuk adanya kontravensi ini sering sekali tertuju pada adanya pandangan khusus, pada suatu pikiran dan juga kenyakinan seseorang untuk rencananya.

Arti kontroversi, menurut dari beberapa pengertiannya sebagai berikut:

  • Sementara kontroversi, Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kontroversi berarti persengketaan atau pertentangan.
  • Lebih jauh lagi, kontroversi berarti suatu pertentangan atau perbedaan sikap yang berupa perdebatan atau suatu masalah yang bertentangan diantara dua sisi berlainan, sehingga memicu konflik.

2. Tingkat Intensitas

Dilihat dari tingkat intensitas dalam proses sosial, kontravensi setingkat lebih rendah dari kontroversi. Hal ini terjadi karena dalam kontravensi, pertentangan yang terjadi masih belum mengemuka. Sedangkan kontroversi, pertentangan yang terjadi sudah mengemuka, dan berpotensi konflik.

Contoh dari kontravensi adalah sebagai berikut :

  • Suatu organisasi atau lembaga di masyarakat mempunyai suatu rencana, tetapi sebagian orang kurang setuju terhadap rencana tersebut sehingga berkembang rasa tidak suka atau benci namun masih disembunyikan. Tindakan tersebut termasuk suatu kontravensi.

Sementara contoh kontroversi akan dideskripsikan sebagai berikut :

  • Seorang tokoh masyarakat yang membuat suatu karya.
  • Akan tetapi, karya tersebut menyinggung suatu keyakinan sehingga membuat masyarakat bereaksi keras dan meminta penegak hukum bertindak secepatnya. Alasannya cukup jelas, karena sudah menyinggung isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

3. Implementasi dalam Kehidupan Bermasyarakat

Perbedaan kontravensi dan kontroversi, dalam praktiknya, kontravensi dan kontroversi adalah dua hal yang berbeda sebagai berikut:

  • Kontravensi sendiri ibarat api dalam sekam, dimana keadaan yang dapat dikatakan sudah tidak kondusif, namun belum mengemuka.
  • Sedangkan kontroversi sendiri adalah hal yang sudah terasa dengan jelas pertentangannya, dan terdapat dua kubu yang berseberangan. Di paragraf berikutnya adalah penjelasan lebih rinci mengenai kontravensi dan kontroversi.
    Sponsors Link

  • Sedangkan kontroversi, meskipun tindakan-tindakan yang dilakukan serupa, namun sudah diperlihatkan kepada khalayak ramai dan dapat dirasakan di kalangan masyarakat. Contohnya isu LGBT yang mengemuka saat ini, dimana ada pihak yang mendukung dan menentang. Adanya perbedaan dalam menyikapi isu tersebut menyebabkan perdebatan yang tak kunjung usai diantara dua kubu.

Masyarakat awam seringkali rancu dengan istilah ini. Mulai dari hal-hal seperti penolakan, keengganan, perlawanan, protes, gangguan, kekerasan, ancaman, penghasutan, penyebaran desas-desus, intimidasi, provokasi, baru dalam tingkatan kontravensi. Hal yang dipertentangkan pun juga tidak dikemukakan sehingga belum dikatakan kontroversi.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kontravensi dan kontroversi adalah dua hal yang berbeda, meskipun sama-sama proses sosial yang disasosiatif dan sama-sama pertentangan. Yang membedakan adalah definisi dari tiap istilah itu sendiri, kemudian tingkat pertentangan dan praktiknya di masyarakat, yang merupakan contoh masalah sosial.

Kedua hal tersebut merupakan proses sosial yang dapat dihindari, karena tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Agar tidak menjadi contoh disintegrasi sosial dan juga contoh penyebab masalah sosial yang tidak diinginkan setiap orang, sebaiknya disikapi dengan arif dan bijaksana. Perbedaan diciptakan agar kita bisa belajar menerima dan menghormati orang lain. Boleh saja kita memiliki argumen sendiri, namun alangkah baiknya ketika kita bisa menghargai opini atau pendapat orang lain dan tidak merasa paling benar.

Sekian penjelasan dari kami mengenai perbedaan kontravensi dan kontroversi, semoga pembaca semua bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Tuesday 01st, May 2018 / 02:33 Oleh :
Kategori : Sosiologi