Sponsors Link

3 Perbedaan Konsumerisme dan Hedonisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Sponsors Link

Manusia dalam kehidupannya tidak hanya tercipta menjadi mahluk sosial, tetapi juga sebagai mahluk ekonomi. Ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi salah satunya adalah adanya upaya memuaskan macam-macam kebutuhan manusia.

ads

Meski manusia memiliki berbagai kebutuhan, kebutuhan tersebut dalam ilmu ekonomi dapat dikategorikan menjadi tiga kategori berdasarkan intensitas kepentingannya. Tiga kategori kebutuhan manusia dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi manusia guna kelangsungan hidupnya. Contoh kebutuhan pokok yaitu pakaian, rumah, dan makanan;
  • Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan pelengkap yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contohnya peralatan rumah tangga;
  • Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan yang sifatnya tidak terlalu penting, umumnya bersifat menaikkan prestise seseorang. Contohnya perhiasan.

Upaya manusia memenuhi kebutuhan terkadang tidak disesuaikan skala prioritas di atas. Manusia seringkali menuruti keinginannya untuk memuaskan kebutuhan sesegera mungkin tanpa melihat derajat kepentingannya. Kecenderungan manusia yang seperti ini mampu melahirkan falsafah hidup masyarakat baru yaitu konsumerisme dan hedonisme.

Bila mendengar kata konsumerisme dan hedonisme, umumnya hal yang langsung terbesit adalah ketamakan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Sekilas pun antara keduanya tidak memiliki perbedaan karena sama-sama berkonotasi negatif pada perilaku pemenuhan kebutuhan manusia yang irrasional. Agar mampu membedakan antara konsumerisme dan hedonisme, maka artikel kali ini akan membahas mengenai perbedaan konsumerisme dan hedonisme.

Perbedaan Konsumerisme dan Hedonisme

Konsumerisme dan hedonisme telah menjadi falsafah hidup baru di berbagai negara termasuk Indonesia. Keduanya menjadi contoh fenomena sosial yang terjadi di masyarakat masa kini. Masyarakat berlomba-lomba memenuhi kebutuhan yang sifatnya kurang penting secara besar-besaran demi kepuasan diri. Adapun perbedaan konsumerisme dan hedonisme dapat diidentifikasi melalui beberapa aspek di antaranya :

  • Hakikat Falsafah

Konsumerisme adalah falsafah atau paham yang merujuk pada upaya seseorang atau kelompok yang melakukan kegiatan konsumsi (pemakaian barang-barang hasil produksi) secara berlebihan. Adapun hedonisme ialah falsafah atau paham yang menganggap pencapaian kebahagiaan semaksimal mungkin sebagai tujuan hidup. Berdasarkan definisi kedua istilah, dapat disimpulkan bahwa konsumerisme mutlak berasal dari kegiatan konsumsi dan berwujud tindakan, sedangkan hedonisme dapat dilakukan melalui upaya lain selama seseorang atau kelompok mencapai kebahagiaan.

  • Kondisi Pelaku

Perbedaan konsumerisme dan hedonisme selanjutnya terletak pada kondisi pelaku. Ciri-ciri konsumerisme  tertanam pada seseorang  mayoritas tidak disadari keberadaannya. Misalnya seorang ibu yang tadinya hanya hendak membeli kebutuhan rumah tangga ke supermarket tiba-tiba jadi menambah belanjaannya karena melihat diskon kosmetik. Berbeda dengan konsumerisme, hedonisme justru memang terjadi saat kondisi pelaku sadar. Seseorang atau kelompok hedonis dengan sadar melakukan upaya apapun demi mencapai kebahagiaan tersendiri dan sebisa mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan serta bentuk-bentuk konflik sosial lain. Misalnya Feni membeli tas branded untuk dipakai saat arisan bersama teman-temannya. Feni melakukan itu demi merasa setara dengan teman-temannya dan menghindari cibiran yang mungkin muncul jika ia tidak melakukan hal tersebut.

  • Upaya Pelaku

Konsumerisme identik dengan gaya hidup boros. Konsumerisme didukung adanya modal yang dimiliki seseorang atau kelompok, dalam kata lain jika seseorang memiliki banyak tabungan lalu ia hidup bermewah-mewahan, jalan-jalan ke luar negeri, dan sebagainya, maka tindakannya dikategorikan konsumerisme. Adapun hedonisme lebih menghalalkan segala cara demi mencapai kebahagiaan. Misalnya seseorang yang hidupnya pas-pasan rela meminjam uang berjuta-juta demi membeli mobil mewah.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan konsumerisme dan hedonisme. Semoga menjadi penambah wawasan !

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 22nd, November 2018 / 10:28 Oleh :
Kategori : Ekonomi