Sponsors Link

4 Perbedaan Konflik Sosial Destruktif dan Konstruktif yang Mudah Anda Pelajari

Sponsors Link

Konflik berasal dari Bahasa Latin configure dan berarti saling memukul. Konflik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Anda dapat membaca contoh-contoh dari konflik sosial pada artikel bentuk-bentuk konflik sosialMenurut Max Weber, konflik dimaknai sebagai keinginan untuk memaksakan kehendaknya pada pihak lain. Menurut Gilin dan Gilin, konflik mengacu pada perjuangan di antara pihak yang bersaingan, berusaha untuk mencapai tujuan, berusaha untuk menghilangkan lawan dengan membuat pihak lain tidak berdaya. Jadi secara sosiologi konflik adalah proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok ketika salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dapat bermakna positif dan negatif bagi masyarakat. Bacalah artikel mengenai dampak positif dan negatif konflik sosial.

ads

Pengetian Konflik Sosial Destruktif dan Konstruktif

Konflik menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi konflik sosial destruktif dan konstruktif. Pada artikel ini akan dibahas perbedaan konflik sosial destruktif dan konstruktif. Namun, sebelum membahas hal tersebut, akan dijelaskan terlebih dahulu makna konflik sosial destruktif dan konstruktif.

  1. Konflik sosial destruktif

Destruktif menurut KBBI berarti bersifat destruksi (merusak, memusnahkan, atau menghancurkan). Pengertian destruktif dalam ilmu sosiologi berarti konflik yang menghasilkan efek negatif pada seseorang baik kelompok, lembaga, maupun lapisan sosial lainnya. Jadi yang dimaksud dengan konflik sosial destruktif adalah konflik yang berdampak negatif bagi pengembangan organisasi. Baca juga artikel mengenai Penyebab Terjadinya Konflik.

  1. Konflik sosial konstruktif

Pengertian konstruktif menurut KBBI berarti bersifat membina, memperbaiki, membangun, dan sebagainya. Pengertian konstruktif dalam sosiologi berlawanan dengan makna destruktif. Hal  ini berarti bahwa konstruktif menghasilkan efek positif kepada seseorang baik kelompok, lembaga, maupun lapisan sosial lainnya. Berdasarkan hal tersebut, maka yang dimaksud dengan konflik sosial konstruktif adalah konflik yang berdampak positif bagi pengembangan organisasi. Untuk mengetahui ciri-ciri organisasi sosial, bacalah artikel ciri-ciri organisasi sosial.

Perbedaan Konflik Sosial Destruktif dan Konstruktif

Setelah mengetahui makna dari kedua jenis konflik tersebut, selanjutnya akan dibahas perbedaan kedua konflik tersebut. Baca juga artikel mengenai perbedaan struktur sosial dan konflik sosial. Perbedaan konflik sosial destruktif dan konstruktif adalah:

  1. Konflik sosial destruktif berdampak negatif, sedangkan konflik sosial konstruktif bermakna positif bagi pengembangan organisasi. Terkait dengan pengembangan organisasi bacalah artikel tentang tujuan organisasi sosial.
  2. Konflik yang konstruktif akan membantu dalam pengambilan keputusan, sedangkan konflik yang destruktif akan mempersulit pengambilan keputusan.
  3. Konflik sosial konstruktif dapat menciptakan win&win solution, sedangkan konflik destruktif menghambat terciptanya solusi yang bijak bagi kedua belah pihak. Bacalah artikel mengenai bentuk-bentuk pengendalian konflik sosial.
  4. Konflik yang konstruktif akan meningkatkan kualitas hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, sedangkan konflik yang destruktif akan menurunkan kualitas hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan konflik sosial destruktif dan konstruktif. Semoga Anda dapat memahami kedua perbedaan jenis konflik tersebut. Baca juga artikel mengenai perbedaan konflik sosial dengan masalah sosial.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Wednesday 27th, February 2019 / 02:29 Oleh :
Kategori : Sosiologi