Sponsors Link

Perbedaan Kelompok Sosial dan Asosiasi Berdasarkan Interaksi dan Komunikasinya

Sponsors Link

Kelompok merupakan kumpulan orang-orang yang mempunyai kesadaran untuk saling berinteraksi. Bergabungnya seseorang dalam sebuah kelompok bisa karena suatu kebetulan, contoh kelas sosial yang terbentuk karena adanya fungsi status sosial, namun bisa juga karena pilihannya sendiri untuk menghindari macam-macam kelas sosial. Seseorang memilih bergabung dengan suatu kelompok biasanya karena kesamaan dan kedekatan yang terjalin. Salah satunya kelompok sosial dan asosiasi. Apa saja yang membedakan keduanya? Berikut ulasannya!

ads

1. Definisi

Kelompok asosiasi adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran dan kesamaan dalam memenuhi kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Para anggota dalam asosiasi selalu melaksanakan hubungan sosial, komunikasi sebagai syarat terjadinya interaksi sosial dan terikat dalam oganisasi formal. Seperti macam-macam kelas sosial, kelompok asosiasi juga terdiri dari berbagai macam, seperti Negara, sekolah, OSIS, Badan Eksekutif Mahasiswa dan lainnya. Adapun kelompok sosial merupakan kelompok yang anggotanya saling berhubungan satu sama lain tetapi tidak tergabung dalam ikatan organisasi. Contohnya adalah kelompok pertemanan, kelompok belajar dan lainnya.

2. Anggota

Karena tidak terikat dalam suatu organisasi, maka sudah dipastikan bahwa kelompok ini ada secara fisik, tetapi tidak memiliki struktur dan organisasi yang pasti. Oleh karena itu, setiap orang bisa menjadi anggota baik sengaja atau tidak tanpa melalui persyaratan dan perekrutan khusus. Sedangkan asosiasi adalah organisasi formal yang nyata dalam suatu wadah sehingga diatur oleh struktur keanggotaan yang jelas. Keanggotaan yang direkrut pun akan melalui mekanisme yang terorganisir, jelas dan terarah dengan sistematis.

3. Interaksi dan komunikasi

Interaksi sesama anggota dalam kelompok sosial biasanya dipengaruhi oleh kedekatan fisik. Selain kedekatan fisik, kesamaan diantara anggota kelompok seperti kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, intelegensi atau sifat-sifat juga menjadi faktor utama adanya bentuk hubungan sosial dan komunikasi dalam kelompok sosial. Adapun komunikasi dalam asosiasi memang terjalin secara terus menerus, tetapi terkadang interaksinya bersifat kaku karena pembahasannya terkesan formal dan tidak pribadi.

4. Wilayah

Baik kelompok sosial ataupun asosiasi, keduanya bergantung pada lingkungan keanggotaan. Lingkungan keanggotaan ini tidak terbatas pada wilayah atau ruangan tertentu. Namun, yang membedakan adalah bagaimana seseorang menjadi anggota kelompok sosial atau asosiasi. Jika pada kelompok sosial tidak terikat secara formal, maka seseorang yang berada di lingkungan masyarakat dapat dinyatakan langsung sebagai anggota komunitas tersebut. Namun, jika ingin menjadi anggota dari sebuah asosiasi, seseorang harus melalui mekanisme guna mewujudkan dasar kesamaan dan tujuan yang hendak dicapai.

5. Ciri-ciri
Ciri-ciri kelompok sosial , diantaranya adalah :

  • Setiap anggota memiliki motif sama sehingga dapat bekerja sama dan berinteraksi demi mencapai tujuan yang sama
  • Anggota kelompok juga menyadari keanggotaanya di dalam kelompok sosial
  • Anggota kelompok saling berinteraksi satu sama lain
  • Karena memiliki struktur sosial, maka anggotanya memiliki peranan sendiri yang mempengaruhi tercapainya tujuan yang diinginkan
  • Memiliki norma dan aturan yang mengatur hubungan antar anggota
  • Memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan kelompok lain

Sedangkan, ciri-ciri asosiasi diantaranya:

  • Terencana atau memang sengaja dibentuk
  • Terorganisir secara nyata dalam suatu ikatan organisasi
  • Terjadi interaksi dan interrealsi serta komunikasi yang terus menerus
  • Saling memiliki kesadaran antar sesame anggota
  • Ada secara konstan dan tidak berubah-ubah

Demikian perbedaan kelompok sosial dan asosiasi, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Friday 08th, February 2019 / 02:03 Oleh :
Kategori : Sosiologi