Sponsors Link

3 Perbedaan Internalisasi dan Asimilasi yang Mudah Dipahami

Sponsors Link

Dalam lingkup sosial sering kali dijumpai sebuah proses adaptasi budaya. Pembudayaan ini bisa melewati banyak cara. Beberapa di antaranya dikenal dengan istilah internalisasi, sosialisasi, difusi, akulturasi, asimilasi, dan enkulturasi. Masing-masingnya memiliki definisi dan cara yang berbeda dalam pembudayaan. Kali ini akan dibahas tentang perbedaan internalisasi dan asimilasi.

ads
  1. Definisi

Perbedaan internalisasi dan asimilasi yang pertama adalah dari segi definisi. Pada dasarnya internalisasi adalah sebuah proses yang terjadi dalam satu individu, dari ia lahir sampai hampir meninggal dalam hidupnya. Di mana individu akan mendapatkan pembelajaran dalam banyak hal. Baik itu mengenai kepribadian, emosi, perasaan, dan segala macam hal yang berkaitan dengan diri sendiri. Internalisasi adalah tahap pembentukan kepribadian yang terjadi sesuai proses kehidupan dari hari ke hari, seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman hidupnya.

Adapun asimilasi merupakan sebuah proses perubahan kebudayaan dikarenakan membaurnya dua kebudayaan, sehingga kedua kebudayaan sebelumnya tidak lagi memiliki perbedaan yang mendasar. Asimilasi bisa menciptakan kebudayaan baru dari dua kebudayaan lama yang berbeda menjadi satu kebudayaan yang mengurangi perbedaan antara dua kelompok.

  1. Contoh

Perbedaan internalisasi dan asimilasi akan lebih mudah dipahami jika diberikan contoh-contoh dalam masyarakat. Maka dari itu berikut ini adalah contoh internalisasi, yaitu dimana seorang individu akan memiliki kepribadian yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Inilah salah satu peran keluarga dalam proses sosialisasi. Misalnya kepribadian anak yang tidak jauh dari kepribadian orang tuanya. Hal ini terjadi karena setiap individu mengalami proses kehidupan yang mirip dengan orang tuanya. Sehingga pada akhirnya memiliki kepribadian yang serupa. Jadi bisa dikatakan internaslisasi adalah proses pembentukan kepribadian pada diri seseorang.

Adapun contoh asimilasi adalah ketika ada dua kelompok sosial yang hidup secara berdampingan. Masing-masing kelompok memiliki kebudayaan yang berbeda. Namun karena memiliki hubungan yang erat, kedua kebudayaan tersebut lama-lama membaur dan terciptalah kebudayaan baru. Inilah salah satu contoh pembangunan sosial budaya. Misalnya saat terdapat pernikahan dari dua keluarga yang berbeda latar belakang. Bisa jadi setelah pernikahan akan muncul kebudayana baru yang lahir dari proses adaptasi kedua keluarga. Itulah contoh asimilasi budaya yang sederhana.

  1. Faktor yang mempengaruhi

Perbedaan internalisasi dan asimilasi berikutnya berdasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses internalisasi antara lain sebagai berikut:

  • Warisan biologis
  • Lingkungan fisik
  • Kebudayaan
  • Pengalaman hidup

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah asimilasi yang termasuk di dalamnya adalah syarat-syarat terjadinya asimilasi antara lain sebagai berikut.

  • Adanya toleransi sesama kelompok
  • Adanya kesempatan yang sama atau kesetaraan dalam bidang ekonomi
  • Adanya kesediaan untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan
  • Adanya sikap yang terbuka antar golongan
  • Memiliki persamaan di dalam unsur kehidupan antara dua budaya
  • Adanya musuh bersama
  • Pernikahan lintas kelompok

Dari penjelasan di atas asimilasi mirip dengan akulturasi. Namun perbedaan antara akulturasi dan asimilasi tetap ada, yaitu pada hasil akhir kebudayaan yang terbentuk. Selain itu dampak positif dan negatif dari asimilasi juga pasti ada.

Demikianlah beberapa penjelasan tentang perbedaan internalisasi dan asimilasi dalam proses pembudayaan di lingkungan sosial. Semoga bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Saturday 17th, November 2018 / 04:37 Oleh :
Kategori : Antropologi