Sponsors Link

3 Perbedaan Interaksi Sosial dan Integrasi Sosial yang Paling Jelas

Sponsors Link

Dalam berkehidupan, manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan orang lain. Maka dari itu lahirlah sebuah sosialisasi atau proses interaksi sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Inetraksi sosial adalah kegiatan yang selalu dilakukan setiap hari. Selain interaksi sosial ada juga istilah dalam kehidupan sosial yang dinamakan integrasi sosial. Sekilas keduanya memang terasa mirip. Namun sebenarnya keduanya cukup berbeda. Lalu apa perbedaan interaksi sosial dan integrasi sosial? Berikut penjelasannya.

ads
  1. Definisi

Perbedaan interaksi sosial dan integrasi sosial bisa dilihat dari definisinya. Interaksi sosial bisa dikatakan adalah sebuah dasar dari terciptanya hubungan sosial. Interaksi sosial adalah sebuah hubungan timbal balik yang menjadikan seseorang atau sekelompok orang dapat bersosialisasi atau berkomunikasi. Bisa dikatakan interaksi sosial adalah kunci dari kehidupan bermasyarakat. Karena jika tidak ada interaksi sosial, maka tidak akan ada kehidupan sosial. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Individu adalah dua orang yang berbincang dan saling sapa.

Sementara itu, integrasi sosial adalah sebuah proses penyesuaian dari elemen-elemen yang berbeda di suatu komunitas masyarakat sehingga bisa menjadi satu kesatuan yang harmonis. Unsur-Unsur Integrasi Sosial yang berbeda ini bisa berupa perbedaan agama, perbedaan ras, perbedaan suku, perbedaan kebiasaan, kebudayaan dan lain sebagainya. Contoh Integrasi Kebudayaan ketika satu negara memiliki kebudayaan yang berbeda-beda namun tetap saling menghormati.

  1. Faktor Penyebab

Perbedaan interaksi sosial dan integrasi sosial berikutnya dilihat dari faktor penyebab atau faktor yang mempengaruhi terjadinya. Karena tentunya Proses Interaksi Sosial juga berbeda dengan integrasi sosial. Adapun beberapa sumber terjadinya interaksi sosial bisa berupa:

  • Imitasi, atau tindakan ingin meniru orang lain baik secara penampilan maupun secara tindakan
  • Sugesti, atau pengaruh yang diberikan seseorang kepada orang lain
  • Simpati, atau perasaan tertarik kepada orang lain karena sesuatu hal
  • Identifikasi, atau keinginan untuk sama dengan seorang idola
  • Empati, atau perasaan yang ingin turut serta merasakan penderitaan orang lain

Adapun faktor pendorong terjadinya sebuah integrasi sosial di dalam masyarakat bisa karena:

  • Musuh bersama dari luar komunitas
  • Toleransi yang tinggi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada
  • Persamaan terhadap beberapa elemen, misalnya persamaan kebudayaan
  • Adanya pernikahan dari dua kebudayaan yang berbeda
  • Sikap yang terbuka terhadap sesama atau golongan yang sedang berkuasa
  • Adanya sikap saling menghargai terhadap kebudayaan lain dan perbedaan yang ada
  • Adanya keseimbangan di bidang ekonomi

Hal-hal di atas bisa membangun integrasi sosial yang lebih baik dan juga bisa menjadi Faktor Penyebab Reintegrasi sosial.

  1. Syarat Terjadinya

Perbedaan interaksi sosial dan integrasi sosial berikutnya dilihat dari syarat terjadinya interaksi maupun integrasi sosial. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial antara lain sebagai berikut.

  • Adanya kontak sosial
  • Adanya komunikasi, dan ini adalah syarat paling penting dari sebuah interaksi sosial
  • Adanya encoding, atau proses memilih kata-kata sebelum menyampaikan gagasan
  • Adanya penyampaian gagasan itu sendiri
  • Adanya decoding, atau proses memahami gagasan tersebut

Adapun Syarat Terjadinya Integrasi Sosial antara lain sebagai berikut:

  • Adanya nilai dan norma sosial yang berlaku dan dijalankan secara baik dan konsisten di masyarakat
  • Adanya kesepakatan bersama di masyarakat mengenai nilai dan norma tersebut
  • Adanya perasaan nyaman di dalam suatu masyarakat karena mereka berhasil hidup berdampingan dengan baik dan bisa memenuhi kebutuhan masing-masing

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perbedaan interaksi sosial dan integrasi sosial yang perlu diketahui. Semoga bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Wednesday 31st, October 2018 / 07:14 Oleh :
Kategori : Sosiologi