Sponsors Link

22 Perbedaan Mendasar Imitasi dan Identifikasi Dalam Penjelasannya

Sponsors Link

Dalam ilmu sosiologi, dikenal istilah imitasi dan identifikasi dalam suatu proses interaksi sosial. Yang mana keduanya sering diartikan terbalik karena keduanya sama-sama merupakan suatu proses meniru orang lain. Walaupun sama-sama merupakan suatu proses meniru tetapi antara imitasi dan identifikasi sebenarnya merupakan dua proses yang berbeda. Perbedaan imitasi dan identifikasi dapat dilihat dari proses berlangsungnya, artinya seberapa dalam seseorang meniru orang lain dalam proses perkembangan kehidupannya. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai perbedaan imitasi dan identifikasi, dan untuk membuatnya lebih jelas akan diberikan pula beberapa contoh-contoh imitasi dan identifikasi yang biasa terjadi dalam kehidupan masyarakat.

ads

 Perbedaan Imitasi dan Identifikasi

Perbedaan imitasi dan identifikasi dapat dilihat dari pengertian, proses, dan contoh nya di dalam masyarakat. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

Pengertian Imitasi dan Identifikasi

Perbedaan yang pertama dari imitasi dan identifikasi adalah dari pengertian keduanya, walaupun sudah disebutkan diatas bahwa keduanya sama-sama merupakan suatu proses meniru tetapi keduanya tetap berbeda.

Imitasi:

  • Dalam ilmu sosiologi, imitasi diartikan sebagai suatu dorongan untuk meniru sesuatu yang ada atau dimiliki oleh orang lain serta sesuatu yang dilakukan oleh orang lain, seperti cara berpakaian, gaya berbicara, gaya rambut, sikap atau pola tingkah laku, dan lain sebagainya.
  • Dalam proses interaksi sosial, imitasi diartikan sebagai suatu proses seseorang belajar dalam upaya mengembangkan pribadinya dengan cara meniru sikap atau tingkah laku, karakter, hingga termasuk pula gaya hidup orang lain untuk diterapkan dalam dirinya sendiri.
  • Secara sadar atau tidak sadar setiap orang pasti akan mengalami proses imitasi, karena proses imitasi biasanya pertama kali akan terjadi di lingkungan keluarga, kemudian baru akan terjadi dilingkungan luar keluarga seperti lingkungan pergaulan, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, dan lain sebagainya.

Identifikasi:

  • Sedangkan dalam ilmu sosiologi, identifikasi diartikan sebagai suatu kecenderungan atau keinginan yang mendalam dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain atau sama dengan orang yang ingin ditiru nya.
  • Berbeda dengan imitasi, biasanya identifikasi akan terjadi hanya diluar lingkungan keluarga, hal ini disebabkan karena pada umumnya yang menjadi objek atau orang yang ditiru dalam proses identifikasi merupakan seorang idola yang dijadikan panutan dalam kehidupan seseorang.
  • Artinya mereka merupakan orang yang memang sudah dikenal banyak orang dan segala proses kehidupannya sudah diketahui oleh banyak orang, sehingga akan lebih mudah ditiru.
  • Dalam proses interaksi sosial, identifikasi diartikan sebagai suatu proses kecenderungan seseorang untuk mengidentifikasikan dirinya dengan orang lain atau orang yang diidolakan.
  • Dimana orang yang melakukan identifikasi biasanya akan merasa bahwa dirinya merupakan orang yang ditiru atau di kagumi tersebut.
  • Identifikasi biasanya juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang dan bagaimana penilaian seseorang terhadap kehidupan lingkungan masyarakatnya.

Proses Imitasi dan Identifikasi

Jika hanya dilihat dari pengertian imitasi dan identifikasi maka tidak heran jika terkadang orang-orang masih bingung atau mengartikan nya terbalik, hal ini karena keduanya memang sama-sama proses meniru dalam terjalin nya suatu interaksi sosial. Oleh sebab itu, untuk memahami lebih dalam perbedaan imitasi dan identifikasi maka perlu diketahui mengenai perbedaan proses keduanya dalam suatu proses interaksi sosial.

Dimana sudah sewajarnya sebagai salah satu contoh tindakan sebagai makhluk sosial setiap individu dalam masyarakat akan melakukan suatu proses interaksi sosial, dan atau proses hubungan sosial. Sama seperti syarat terjadinya interaksi sosial yang harus dilakukan oleh minimal dua orang, syarat proses imitasi dan identifikasi juga biasanya terjadi diantara dua orang yaitu seorang peniru dan orang yang ditiru.

Sponsors Link

Proses Imitasi:

  • Secara umum, antara imitasi dan identifikasi memang sangat mirip, namun tetap saja ada perbedaan mendasar diantara keduanya.
  • Perbedaan mendasar tersebut adalah kedalam proses peniruan yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya.
  • Dimana pada proses imitasi, peniruan yang dilakukan hanya sebatas menggunakan panca indera tanpa adanya kesadaran atau pemikiran yang lebih dalam mengenai konsekuensi yang akan didapatkan. Baik itu konsekuensi buruk maupun konsekuensi baiknya.
  • Suatu proses imitasi tidak akan terjadi dengan sendirinya, artinya ada syarat-syarat terjadinya imitasi salah satunya bahwa seseorang pasti memiliki alasan untuk dapat memutuskan akan meniru orang lain.
  • Walaupun ada pula proses imitasi yang terjadi secara tidak sadar, seperti cara bicara yang ditiru dari lingkungan keluarga sebagai lingkungan pertama proses imitasi berlangsung.
  • Dimana seseorang secara tidak sadar akan meniru sesuatu yang menjadi suatu kebiasaan yang berlangsung atau dilakukan didalam keluarga tersebut.
ads

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa proses imitasi dapat terjadi ketika seseorang mengagumi dan menerima apa yang akan ditiru dari orang lain. Proses ini tentu saja dapat bernilai baik positif maupun negatif. Artinya, jika seseorang yang ditiru merupakan orang yang baik atau memiliki kepribadian atau gaya hidup yang positif maka orang yang meniru juga berkemungkinan menjadi baik pula. Namun, berbeda jika orang yang ditirunya berapa dilingkungan yang kurang baik, seperti kurang berpendidikan, memiliki kepribadian dan gaya hidup yang tidak benar, maka akan berpengaruh buruk pula pada orang yang meniru nya.

Proses Identifikasi:

  • Berbeda dengan proses imitasi yang sekedar meniru, proses identifikasi berada pada level peniruan yang lebih tinggi atau lebih dalam dibanding dengan proses imitasi.
  • Hal ini sebabkan oleh adanya proses imitasi, sugesti, dan simpati didalam suatu proses identifikasi. Artinya bahwa proses peniruan yang dilakukan oleh seseorang dilakukan secara sadar dan melibatkan perasaan yang lebih dalam.
  • Bahkan proses meniru dalam identifikasi dilakukan secara penuh hingga mendekati identik atau memiliki kemiripan yang hampir 100%, karena proses peniruan yang dilakukan tidak hanya sekedar bersifat fisik saja seperti gaya hidup, penampilan, perilaku, dan lain sebagainya, tetapi juga peniruan secara psikologis.
  • Oleh sebab itu, identifikasi dianggap merupakan suatu proses meniru yang lebih dalam dibanding dengan imitasi.
  • Dari penjelasan tersebut, maka dapat diketahui bahwa dalam proses identifikasi, seseorang akan menganggap bahwa dirinya adalah orang yang ditiru atau idolanya.
  • Orang tersebut akan menganggap bahwa dirinya sama dengan orang yang ditirunya, berbeda dengan imitasi yang hanya meniru apa yang biasanya orang lain atau orang yang akan ditiru lakukan.
  • Seseorang akan menganggap sama dengan orang lain karena proses identifikasi melalui suatu proses kejiwaan yang sangat mendalam, dimana keadaan tersebut biasanya sulit dipahami oleh orang-orang disekitarnya atau orang normal.

Sebagai suatu proses lanjutan dari proses imitasi, maka proses identifikasi biasanya dianggap akan memiliki banyak nilai negatif didalamnya. Hal ini disebabkan karena proses identifikasi akan membuat orang yang melakukan menjadi kehilangan jati diri dan karakter mereka yang sebenarnya, bahkan bisa pula membuat seseorang tidak memiliki karakter dan kepribadian yang jelas. Terlebih lagi jika yang ditirunya merupakan hal yang lebih bersifat negatif. Dalam proses identifikasi juga biasanya yang menjadi subjek untuk ditiru merupakan seseorang yang sangat terkenal atau seorang idola, baik diantara keduanya pernah bertemu maupun tidak. Namun yang jelas orang yang meniru akan menganggap mereka memiliki hal mendasar yang sama, serta ada rasa kagum serta keinginan untuk menjadi seperti orang yang ditiru.

Contoh Imitasi dan Identifikasi

Untuk memahami lebih dalam mengenai perbedaan imitasi dan identifikasi, berikut ini ada beberapa contoh proses imitasi dan identifikasi yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya:

Contoh Imitasi Positif:

  • Seorang anak yang bergaul dengan teman-teman sekolah yang rajin belajar, maka anak tersebut secara sadar atau tidak sadar pasti akan termotivasi untuk menjadi seorang yang rajin belajar. Hal ini dikarenakan lingkungan pergaulan nya dirasa benar dan baik untuk dilakukan, maka anak tersebut akan melakukan suatu proses imitasi atau meniru tindakan teman-temannya sebagai anak yang rajin belajar.
  • Seorang anak yang tumbuh dan hidup dilingkungan keluarga yang pekerja keras, seperti ayahnya yang merupakan seorang pekerja keras dan taat beribadah. Maka ada kemungkinan anak yang tumbuh dilingkungan tersebut dan memposisikan ayahnya sebagai seorang yang dikagumi akan mengimitasi sikap ayahnya tersebut. Sehingga anak tersebut juga akan menjadi seorang pekerja keras dan taat beribadah.

Contoh Imitasi Negatif:

Sponsors Link

  • Seorang anak yang merokok yang disebabkan karena meniru ayahnya sebagai seorang perokok. Dimana anak tersebut melakukan proses meniru yang didasarkan pada stimulus yang diterima oleh panca indera nya, tanpa memikirkan konsekuensi baik dan buruknya.
  • Anak-anak yang tumbuh dan hidup dilingkungan masyarakat yang tidak bersekolah atau bahkan tidak menyukai dunia pendidikan, maka pada akhirnya anak-anak tersebut juga akan putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah sama sekali.

Contoh Identifikasi:

  • Seorang wanita yang sangat mengidolakan Angelina Jolie dan terobsesi untuk menjadi sama sepertinya, maka wanita tersebut alan melakukan berbagai hal untuk dapat identik dengan Angelina Jolie, seperti melakukan berbagai macam operasi pada wajah dan tubuhnya. Tidak hanya penampilan saja, tetapi kebiasaan cara berjalan, berbicara, dan lain sebagainya juga akan ditiru seperti layaknya sang idola. Sehingga orang tersebut kehilangan jati dirinya, dan kepribadiannya sendiri.
  • Pernah pula menjadi viral adanya seseorang yang berpenampilan sama atau mirip dengan boneka Barbie dan Ken yang dilakukan oleh Valeria Lukyanova dan Justin Jedlica. Merek melakukan berbagai hal agar penampilan hingga cara berjalan atau pun berbicara nya sama seperti boneka Barbie dan Ken, walaupun sebenarnya kedua figur yang ditirunya tidak benar-benar ada atau hidup di dunia nyata.
  • Seorang pria bernama Hubert Chavez dari Filipina juga pernah melakukan operasi sebanyak 23 kali agar wajahnya identik dengan karakter Superman. Hal ini dilakukan karena orang tersebut benar-benar jatuh cinta hingga terobsesi pada karakter Superman sejak usianya lima tahun.

Itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan imitasi dan identifikasi, yang mana perbedaan paling mendasar terletak pada proses yang dilakukan seseorang dalam meniru orang lain. Proses imitasi hanya sekedar meniru saja, sedangkan proses identifikasi merupakan suatu proses lanjutan dari proses imitasi yang lebih dalam hingga seseorang benar-benar identik dengan orang yang ditirunya. Bahkan tidak hanya orang yang dapat ditiru tapi di beberapa kasus karakter-karakter yang tidak benar-benar hidup didunia juga dapat menjadi panutan atau ditiru. Demikian penjelasan mengenai perbedaan imitasi dan identifikasi, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Friday 04th, May 2018 / 08:02 Oleh :
Kategori : Sosiologi