Sponsors Link

5 Perbedaan Globalisasi dan Glokalisasi yang Harus Dipahami

Sponsors Link

Setiap waktunya di dunia ini selalu terjadi perkembangan dan perubahan. Keduanya tidak hanya terjadi di satu daerah, tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi terjadi di seluruh belahan dunia ini. Bahkan perkembangan dan perubahan yang terjadi melibatkan seluruh kalangan negara di dunia. Pentingnya perkembangan dan perubahan yang terjadi membuat sebuah arus yang kemudian disebut sebagai globalisasi.

ads

Banyak dari kita tentu sudah mengetahui apa itu globalisasi. Globalisasi mendorong masuknya berbagai unsur global ke dalam suatu daerah lokal. Misalnya, produk luar negeri mulai marak dijual di Indonesia atau orang Indonesia banyak yang mulai mengenal dan menyukai musik dari luar negeri. Bahkan globalisasi tidak hanya berbicara tentang suatu hal fisik yang terlihat, tetapi juga pada karakter masyarakat seperti pengaruh globalisasi pada perubahan sosial.

Ada terlalu banyak unsur global yang masuk dalam waktu singkat sehingga masyarakat Indonesia sendiri kesulitan untuk menyaring masuknya unsur-unsur tersebut. Hal ini membuat banyak masyarakat Indonesia ketakutan akan dampak globalisasi seperti permasalahan sosial budaya. Perlahan beberapa orang menolak mentah-mentah arus globalisasi yang terjadi di Indonesia. Hal ini kemudian malah membuat banyak pihak luar negeri ketakutan karena tidak dapat masuk ke Indonesia. Pemerintah pun ikut ragu karena bagaimanapun Indonesia tidak bisa terus-menerus menghindari arus globalisasi. Pemerintah harus memikirkan peran Indonesia di era globalisasi.

Baik pihak luar negeri maupun pemerintah berusaha mencari solusi yang terbaik. Dari luar sendiri, kemudian dikenal istilah glokalisasi. Glokalisasi membantu pihak luar negeri, terutama industri produk dan jasa, untuk dapat beradaptasi dan diterima di suatu negeri, seperti Indonesia. Industri luar negeri berusaha untuk mengambil unsur-unsur lokal dan menggabungkannya dengan unsur yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, terdapat perbedaan globalisasi dan glokalisasi. Berikut beberapa perbedaan globalisasi dan glokalisasi yang dapat diperhatikan.

  1. Globalisasi merupakan proses integrasi sedangkan glokalisasi merupakan proses adaptasi, sehingga banyak orang salah tangkap bahwa glokalisasi merupakan faktor akulturasi budaya.
  2. Globalisasi hanya mementingkan unsur internasional, sedangkan glokalisasi mempertimbangkan unsur nasional.
  3. Globalisasi tidak merubah bentukan produk internasional, sedangkan glokalisasi melakukan perubahan baik pada produk internasional maupun lokal.
  4. Globalisasi menyebabkan hilangnya makna, sedangkan glokalisasi hanya menyebabkan pergeseran makna.
  5. Globalisasi terjadi karena kebutuhan global, sedangkan glokalisasi terjadi karena kebutuhan pihak terkait.

Itulah beberapa perbedaan globalisasi dan glokalisasi. Mungkin perbedaan globalisasi dan glokalisasi tersebut agak sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, mari kita ambil sebuah contoh. Akibat globalisasi, ada banyak industri luar negeri yang masuk ke Indonesia, seperti restoran cepat saji McDonald’s. Masuknya restoran ini ke Indonesia merupakan contoh globalisasi. Kita tentu tahu menu makan di McDonald’s yang merupakan makanan cepat saji khas luar negeri, seperti burger, kentang goreng, dan lain sebagainya.

Saat ini, McDonald’s di Indonesia mengembangkan menunya. Mereka tidak hanya menyediakan menu umum seperti biasa, tetapi mereka berani menyediakan menu lokal seperti nasi uduk dan sambal terasi. Ini merupakan salah satu contoh glokalisasi. Mereka memanfaatkan fungsi kearifan lokal. Mereka berusaha mengadaptasi makanan lokal ke dalam restoran mereka agar menarik perhatian konsumen di Indonesia. Dengan melakukan hal tersebut, McDonald’s bisa mendapatkan konsumen tambahan dan menaikkan keuntungan restorannya.

Kini kita dapat lebih mengerti perbedaan globalisasi dan glokalisasi. Apapun yang terjadi pada unsur-unsur lokal di Indonesia, kita perlu menjaganya karena itu adalah milik kita sendiri yang sudah diwariskan sejak dahulu kala. Hal ini penting mengingat Indonesia memiliki karakteristik masyarakat multikultural. Kiranya kita bisa semakin bijak menghadapi dampak globalisasi dan glokalisasi.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 27th, June 2019 / 07:58 Oleh :
Kategori : Sosiologi