Sponsors Link

10 Perbedaan Fakta Sosial dan Realitas Sosial yang Paling Lengkap dan Jelas

Sponsors Link

Dalam ilmu sosial, seringkali kita mendengar istilah fakta sosial dan realitas sosial. Sekilas, kedua istilah ini sama, fakta adalah “kebenaran” atau “real” sedangkan realitas merupakan “kejadian sebenarnya” atau “kejadian sesuai real”. Akan tetapi, kedua fakta sosial dan realitas sosial adalah dua hal yang berlainan. Apa saja perbedaan keduanya? Berikut ulasannya! Berikut beberapa perbedaan fakta sosial dan realitas sosial, diantaranya adalah:

ads
  1. Berdasarkan Pengertian

Fakta sosial dikembangkan oleh Emile Durkheim, beliau menjelaskan bahwa fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang dapat menjadi pengaruh, faktor perubahan sosial atau unsur-unsur perubahan sosial bahkan hambatan eksternal bagi seseorang. Dorongan dari luar dan pengaruh masyarakat luas juga menjadi unsur penting contoh struktur sosial dan fakta sosial.

Lain halnya dengan realitas sosial yang merupakan hasil konstruksi sosial oleh individu dan masyarakat dimananya didalamnya terdapat pikiran atau pengalaman. Pengalaman ini didapatkan dari fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari hari-hari. Atau lebih singkatnya, contoh realitas sosial dalam masyarakat dibangun karena pengalaman sosial sehari-hari yang dialami seseorang.

  1. Berdasarkan Jenis

Menurut Durkheim, fakta sosial terdiri dari dua jenis yakni fakta sosial materil dan fakta sosial nonmaterial. Fakta sosial materil adalah sesuatu yang mudah dipahami dan diamati secara langsung guna menghindari bentuk-bentuk konflik sosial seperti gaya arsitektur, teknologi, hukum dan perundang-undangan dan lainnya. Sedangkan fakta sosial nonmateril adalah fakta sosial yang biasanya digunakan oleh masyarakat primitif seperti kultur, institusi sosial, agama dan lainnya. Sementara, realitas sosial dibedakan menjadi dua, yakni realitas subyektif adalah realitas sosial oleh individu berdasarkan pikiran dan pengalaman sendiri. Serta realitas objektif, yaitu tafsir kolektif masyarakat sesuai dengan faktor pendorong terjadinya hubungan sosial pada suatu kejadian atau fenomena sosial.

  1. Berdasarkan Contoh

Berikut adalah beberapa contoh kasus realita sosial :

  • Seorang ibu yang hendak pergi ke sawah tak sengaja bertemu dengan tetangganya yang akan pergi mengajar ke sekolah. Ibu tersebut membawa cangkul, sedangkan orang yang hendak mengajar ke sekolah membawa tas. Ketika berpapasan mereka saling sapa. Tindakan saling sapa dan sesuatu yang dibawanya adalah realitas sosial
  • Sekolah juga merupakan institusi sosial sebagai realitas sosial karena sekolah adalah tempat yang sudah disepakati oleh pihak-pihak terkait untuk menjadikan bangunan tersebut sebagai sekolah mulai dari aktivitas hingga sistem manajemennya.
  • Sebuah keluarga yang menyepakati nilai-nilai atau norma adalah sebuah realitas sosial sebab hal itu merupakan produk kesepakatan. Misalnya, keluarga menyepakati bahwa makan dengan tangan kiri tidak elok dan sebagainya
  • Adanya kecenderungan para ibu-ibu jaman sekarang enggan menyusui anaknya dengan air susu ibu (ASI) dan menggantinya dengan susu sapi
  • Perilaku anarkis sekelompok anggota masyarakat terhadap pihak tertentu
  • Aksi main hakim sendiri yang semakin hari semakin marak terjadi

Sedangkan contoh fakta sosial adalah :

  • Adanya kewajiban siswa untuk berseragam, datang tepat waktu dan hormat pada guru. Dari hal tersebut dapat dilihat adanya cara berpikir, bertindak, berperasaan dan sedikit bersifat memaksa untuk mengendalikan individu dalam hal ini adalah siswa
  • Adanya praktek-praktek agama atau sekuler yang ada di dalam norma-norma dan lembaga juga termasuk dalam fakta sosial.

Demikian perbedaan fakta sosial dan realitas sosial, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Monday 24th, December 2018 / 07:43 Oleh :
Kategori : Sosiologi