Sponsors Link

6 Perbedaan Fakta Mental dan Fakta Sosial yang Mudah Dipahami

Sponsors Link

Pada hakekatnya, fakta mental dan fakta sosial banyak ditemukan dalam pewarisan budaya dan kesusastraan. Karya sastra pada zaman dahulu adalah suatu tatanan mental yang sedang berkembang dan sumber-sumber penting bagi unsur-unsur budaya  yang mengungkap mentalitas masyarakat. Dalam sejarah sendiri terdapat dua jenis fakta yakni fakta mental dan fakta sosial. Apa saja perbedaan keduanya? Berikut ulasannya!

ads

Perbedaan Fakta Mental dan Fakta Sosial

  1. Berdasarkan Pengertian

Fakta mental merupakan suatu gambaran perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia yang menjelaskan suasana pikiran, perasaan, kerohanian dan sikap dasar suatu karya cipta. Fakta ini sangat berhubungan erat dengan peristiwa batin yang dialami manusia dimana kebanyakan peristiwa terjadi akibat dari perkembangan batin seseorang. Sifat fakta mental adalah abstrak sebab menggambarkan alam pikiran, keyakinan atau kepecayaan benda yang melambangkan nenek moyang seperti nekara yang dipuja di Bali. Sedangkan fakta sosial adalah kondisi yang menjelaskan tentang keadaan sosial, jenis struktur sosial, zaman dan sistem kemasyarakatan seperti pakaian adat. Bukti sosial yang timbul  dari fakta sosial dapat memunculjan peristiwa-peristiwa baru.

  1. Berdasarkan Contoh

Selain fakta yang dapat dipegang, dilihat atau dibaca, adapula fakta yang bersifat nonmateri atau nonfisik. Dari fakta mental, kita dapat memaham suatu peristiwa atau kejadianta beberapa serta faktor perubahan sosial dari latar belakangnya mulai dari awal peristiwa hingga berakhirnya peristiwa tersebut. Contoh dari fakta mental adalah :

  • Fakta mental suatu bangsa yang mempengaruhi sejarah daru bangsa yang bersangkutan, yakni sebagian besar orang Indonesia yang mudah terprovokasi sehingga bangsa asing mudah untuk memecah belah dan mengadu domba
  • Fakta mental berupa rasa trauma dan takut akan suatu kejadian seperti mantan tahanan politik yang dicurigai oleh pemerintah Soeharto sebagai kelompok PKI
  • Orang-orang Irak yang mengalami agresi Amerika Serikat tahun 2003 akan terguncang batinnya akibat dari peperangan tersebut. Psikologis warga Irak akan terganggu dan akan selalu menganggap bahwa Amerika Serikat adalah negara penjajah.

Tak hanya mental, masalah sosial dalam masyarakat juga mempengaruhi sejarah. Bahkan banyak fenomena sosial yang akhirnya menciptakan peristiwa sejarah gemilang. Setelah peristiwa tersebut terjadi, masalah sosial pun muncul. Masalah sosial tersebut diantaranya: banyak anak-anak yang kehilangan keluarganya, perempuan yang menjanda, bangunan-bangunan rusak, masalah pendidikan, sosial dan ekonomi terbengkalai dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan peran pemerintah dalam mengelola keberagaman sosial budaya bersama seluruh masyarakat. Contoh dari fakta sosial adalah :

  • Pemberontakan rakyat etnis Cina terhadap Belanda tahun 1970 di Batabvia disebabkan dari fakta sosial. Keturunan rakyat etnis Cina di Jakata saat itu sukses mengembangkan bisnis dagangnya sehingga Belanda khawatir perekonomian Batavia akan dikuasai Cina. Oleh karena itu, banyak waga Cina yang dihabisi oleh tentara Belanda. Namun, berjalannya waktu, munculah para etnis Cina (bersama warga pribumi) melakukan pemberontakan kepada Belanda walaupun dalam skala yang kecil.
  • Fakta sosial berdasarkan macam macam kelas sosial dalam sejarah yang lain adalah banyaknya bangunan arsitektur Eropa di kota-kota yang ada di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa tempat itu pernah ditinggali oleh orang-orang Eropa dengan membangun rumah atau gedung berasitektur seperti negara asalnya

Demikian perbedaan fakta mental dan fakta sosial, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Saturday 22nd, December 2018 / 05:02 Oleh :
Kategori : Pendidikan