Sponsors Link

Perbedaan Desosialisasi dan Resosialisasi yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Sosialisasi merupakan istilah yang berasal dari kata sosial berarti masyarakat dan sasi artinya proses yang disengaja. Jadi, sosialisasi merupakan suatu proses yang disengaja guna membantu individu dalam belajar dan menyesuaikan diri mengenai cara hidup dan cara berpikir agar dapat berperan dalam suatu lingkungan masyarakat sehingga hubungan sosialisasi dengan pembentukan kepribadian individu sangat erat. Seiring perkembangannya, kata sosialisasi tersebut memunculkan berbagai istilah-istilah baru diantaranya resosialisasi dan desosialisasi. Apa perbedaan kedua istilah tersebut? Berikut ulasannya!

ads

Perbedaan Desosialisasi dan Resosialisasi

Pada hakekatnya, desosialisasi dan resosialisasi adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Biasanya setelah individu mengalami proses desosialisasi, ia akan melakukan proses resosialisasi dan melewati tahap-tahap sosialisasi guna kembali kepada masyarakat. Adapun perbedaan kedua istilah tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya :

1. Berdasarkan Pengertian

Seperti kita ketahui, resosialisasi biasanya menggunakan ciri-ciri lembaga sosial yang ada dalam masyarakat untuk mengatasi perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada di dalam suatu masyarakat. Penyimpangan yang diatasi bisa berkadar ringan hingga berat. Lembaga-lembaga sosialisasi yang menangani proses resosialisasi adalah penjara, rumah singgah, rumah sakit jiwa, pendidikan militer dan sebagainya. Dalam proses resosialisasi ini, konsep hidup yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat diubah dan digantikan dengan nilai-nilai dan konsep hidup yang lebih sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh masyarakat dan terhindar dari contoh kesenjangan sosial di lingkungan masyarakat yang kompleks.

Sedangkan desosialisasi merupakan proses pencabutan identitas diri lama akibat melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi yang berlaku. Sama seperti proses resosialisasi yang melakukan pembelajaran nilai-nilai dan norma yang baru untuk mendapatkan identitas baru di masyarakat, desosialisasi juga seperti itu. Seperti halnya ketika proses desosialisasi yang dilakukan di pendidikan kemiliteran, individu secara sukarela dibantu dan dibina untuk menjalani kegiatan yang merubah mentalnya. Hal ini dilakukan agar seseorang dapat memiliki kepribadian yang positif dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

2. Berdasarkan Contoh

Seseorang dapat dikatakan mengalami proses desosialisasi atau pencabutan identitas lama dapat dilihat dari hal berikut. Seorang anggota polisi yang tidak bisa mempertahankan statusnya. Ia melakukan tindakan kriminal hingga dianjutkan menuju proses peradilan. Selama menjalani proses tersebut, statusnya sebagai seorang anggota polisi dicabut dan pencabutan inilah yang dinamakan sebagai desosialisasi. Untuk menariknya kembali kepada masyarakat, ia harus mendapatkan sosialisasi ulang atau jenis struktur sosial yang biasa kita sebut sebagai resosialisasi atau sosialisasi sekunder.

Tak hanya peristiwa-peristiwa negatif saja, desosialisai juga dapat terjadi ke hal-hal positif. Seperti halnya perubahan sikap seseorang yang dulunya sedikit kekanak-kanakan, tetapi berjalannya waktu, ia berubah menjadi lebih dewasa. Atau perubahan yang dilakukan oleh mantan PSK yang mengubah cara berpakaiannya sebab ia sudah tidak ingin melakukan perbuatannya kembali. Tidak hanya itu, mantan narapidana pun yang berkeinginan kembali kepada keluarga teman-teman dan masyarakat sekitar juga dapat disebut sebagai desosialisasi.

Sementara contoh perilaku resosialisasi adalah individu-individu yang mendapatkan ilmu berupa sosialisasi ulang di dalam suatu lembaga sosial. Sosialisasi ulang ini terjadi akibat seseorang telah menentang aturan-aturan dan norma yang berlaku. Jadi, dapat disimpulkan bahwa resosialisasi maupun desosialisasi merupakan suatu istilah sosialisasi yang saling terkait satu sama lain. Pencabutan identitas lama dilakukan dalam proses desosialisasi, sementara proses resosialisasi bertugas untuk mengajarkan sosialisasi ulang. Demikian perbedaan desosialisasi dan resosialisasi, semoga bemanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Wednesday 26th, December 2018 / 04:33 Oleh :
Kategori : Sosiologi