Sponsors Link

Perbedaan Chauvinisme dan Etnosentrisme yang Perlu Anda Ketahui

Sponsors Link

Istilah lain yang sedang berkembang saat ini adalah etnosentrisme. Paham ini memiliki makna yang berbeda dengan chauvinisme. Meskipun keduanya sama sama merupakan suatu paham yang mengagungkan sesuatu dengan berlebihan, namun konteksnya berbeda. Apa saja perbedaan etnosentrisme dan chauvinisme? Berikut ulasannya!

ads

Perbedaan Etnosentrisme dan Chauvinisme

Lain halnya dengan perbedaan westernisasi dan hedonisme, berikut adalah perbedaan-perbedaan etnosentrisme dan chauvinisme, antara lain :

  1. Pengertian

Chauvinisme adalah suatu paham yang mengagungkan bangsa sendiri seperti contoh lingkungan sosial dan meremehkan bangsa lain. Sedangkan etnosentrisme bukan sarana sosialisasi politik melainkan persepsi individu yang menganggap bahwa budaya yang dimilikinya adalah yang terbaik daripada budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain. Munculnya etnosentrisme diakibatkan dari pluralitas bangsa Indonesia yang terdiri dari suku, agama, ras dan golongan.

  1. Dampak

Berikut ini dampak positif dan negatif dari etnosentrisme, antara lain :

Dampak Positif :

  • Meningkatkan semangat patriotisme
  • Melindungi keutuhan kebudayaan sehingga kondisinya lebih stabil
  • Menambah rasa cinta terhadap bangsa sendiri terutama dalam kebudayaan

Dampak Negatif :

  • Penyebab munculnya konflik antar suku
  • Masuknya aliran politik yang mempengaruhi
  • Proses asimilasi dan integritas menjadi terhambat
  • Keobjektifan dalam ilmu pengetahuan menurun
  • Pertukaran budaya tidak terlaksana

Selain dampak etnosentrisme, dampak chauvinisme ntara lain :

Dampak Positif ;

  • Menyatukan masyarakat di suatu negara sehingga lebih tunduk kepada pemerintah

Dampak Negatif :

  1. Contoh

Contoh etnosentrisme antara lain :

  • “Carok” adalah salah satu kebudayaan masyarakat Madura yang dinilai oleh masyarakat lain sebagai upaya penyelesaian masalah paling tidak masuk akal. Carok adalah tindakan pembunuhan oleh seorang pria yang merasa harga dirinya diusik. Perilaku carok memang dianggap sebagai perilaku brutal, namun harga diri bagi masyaakat Madura merupakan sesuatu yang sakral dan sangat dijunjung tinggi dalam masyarakat. Oleh sebab itulah, carok masih menjadi perdebatan antara masyarakat Madura dengan kelompok masyarakat lain sebab perbedaan pemahaman konteks sosial budaya bahkan sudah ditentang keras oleh para ahli ilmu sosial
  • Berbeda dengan contoh fasisme, penggunaan koteka oleh masyarakat Papua juga bagian dari etnosentrisme. Bagi masyakarakat Papua, penggunaan koteka ini dianggap sebagai suatu kewajaran dan kebanggaan tersendiri

Contoh dari chauvinisme, diantaranya :

  • Pembatasan atau bahkan penutupan barang-barang impor guna memajukan produk-produk lokal di Indonesia. Sebenarnya, tujuan dari kebijakan tersebut adalah baik, yakni mengembangkan kemampuan para produsen lokal untuk menciptakan barang-barang yang tak kalah dengan barang impor. Akan tetapi, hal ini justru malah mematikan produk itu sendiri sebab tidak adanya persaingan antara barang lokal dan barang impor sehingga tdiak ada perkembangan dan inovasi yang siginifikan
  • Munculnya kelompok-kelompok berlatarbelakang SARA yang bertujuan untuk memecah satu kelompok dengan kelompok lain. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kelebihan kelompok sendiri dan tidak segan-segan mejatuhkan kelompok lain. Bukan malah mendapatkan keuntungan, adanya kelompok-kelompok seperti ini justru malah membuat Indonesia terpecah belah

Demikian perbedaan etnosentrisme dan chauvinisme, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 09th, December 2018 / 09:31 Oleh :
Kategori : Pendidikan