Sponsors Link

Perbedaan Antropologi Sosial dan Sosiologi Berdasarkan Objek dan Metodenya

Sponsors Link

Pada hakekatnya, antara antropologi sosial dengan sosiologi tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Antropologi sosial dan sosiologi sama-sama mengkaji macam-macam kebutuhan manusia berupa kebudayaan masyarakat guna mencapai asas-asas kehidupan dan kebudayaan masyarakat di dalamnya. Meskipun sama-sama memiliki objek berupa masyarakat, terdapat perbedaan yang diantara keduanya mengingat sejarah perkembangannya yang berbeda. Berikut ulasannya!P

ads
  • Sejarah Perkembangan

Sejarah perkembangan antropologi sosial dibedakan menjadi beberapa fase. Fase pertama sebelum 1800-an, kedatangan orang Eropa barat di benua Afrika, Asia dan Amerika mempengaruhi suku-suku pribumi dalam hal tulisan dan catatan. Pandangan orang-orang terpelajar Eropa barat saat itu menganggap bahwa selain warga Eropa barat adalah manusia keturunan iblis atau manusia jadi-jadian. Hal inilah yang kemudian mendorong meeka untuk meneliti adat istiadat, benda-benda kebudayaan atau hal-hal yang berhubungan dengan etnografi. Fase kedua sekitar abad ke-19, antropologi sosial bersifat akademis untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan sejarah evolusi dan sejarah persebaran kebudayaan manusia di dunia.

Fase ketiga abad ke-20, antropologi sosial bersifat praktis, yakni mempelajari suku-suku primitive dengan tujuan mengetahui masyarakat modern secara kompleks. Fase keempat sekitar tahun 1930-an, antropologi sosial memiliki tujuan akademis, yakni mempelajari bentuk, fisik dan kebudayaan masyarakat. Serta memiliki tujuan praktis, yakni mempelajari beragam suku bangsa agar masyarakat tersebut menjadi lebih baik. Ilmu sosiologi berkembang dari ilmu filsafat, namun juga tak terlepas dari masalah sosial pada proses interaksi sosial sehingga menciptakan filsafat sosial. Ahli filsafat H.de Saint Siumon (1760-1825) dan A. Comte (1789-1857) menyadari sisi positif suatu ilmu sesuai dengan peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi termasuk relasi masyarakat sehingga memunculkan ilmu sosiologi, yang kemudian diakui oleh dunia pada tahun 1925.

  • Obyek-obyek penelitian

Pada awalnya, objek-objek penelitian antropologi sosial adalah masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di lingkungan bangsa Eropa dan Amerika Modern. Sedangkan sosiologi mengarah pada penelitian di lingkungan Ero-Amerika. Namun, setelah mengalami fase perkembangan, antopologi sosial juga meneliti faktor perubahan sosial dan gejala masyarakat di lingkungan Ero-Amerika, sementara sosiologi memperhatikan suku-suku kebudayaan di lingkungan luar Eropa.

  • Metode Ilmiah

Antropologi sosial lebih memilih untuk meneliti kebudayaan-kebudayaan suku bangsa penduduk di Amerika, Asia, Afrika dan Osenia. Sedangkan sosiologi lebih memusatkan perhatian untuk menganalisa macam-macam kelompok sosial khusus, hubungan kelompok dengan individu atau proses yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat. Misalnya, ketika ahli antropologi sosial dan sosiologi akan mengkaji masyarakat kota kecil di kota Surabaya. Ahli antropologi sosial akan meneliti segala unsur kehidupsan dengan mengkhususkan suatu unsur tetentu seperti kehidupan keagamaan lalu menghubungkannya dengan seluruh unsur struktur sosial dan sifat-sifat struktur sosial kehidupan di kota. 

Sementara, ahli sosiologi meneliti gejala atau proses khusus tanpa perlu menghubungkannya dengan struktur keseluruhan seperti perkumpulan, hubungan pemerintah dengan penduduk, gerakan buruh dan sebagainya. Para ahli antropologi mengembangkan metode-metode penelitian yang intensif dan mendalam seperti metode wawancara. Sedangkan, ahli sosiologi lebih banyak menggunakan metode penelitian yang bersifat penelitian meluas, seperti metode angket. Sejatinya, antropologi sosial dan sosiologi adalah dua ilmu yang dasarnya memiliki tujuan sama, saling dapat mengisi satu sama lain dalam meneliti suatu masyarakat. Demikian perbedaan antropologi sosial dan sosiologi, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Friday 18th, January 2019 / 04:19 Oleh :
Kategori : Sosiologi