Sponsors Link

Perbedaan Antropologi Budaya dan Antropologi Hukum Berdasarkan Ruang Lingkupnya

Sponsors Link

Antropologi berasal dari bahasa Yunani, antropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Jadi, antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia sesuai dengan jenis struktur sosial dengan sifat-sifat struktur sosial baik dari segi hayati ataupun budayanya. Antropologi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya antropologi budaya dan antropologi hukum. Apa saja perbedaan keduanya? Berikut ulasannya!

ads
  • Definisi

Antropologi budaya adalah ilmu yang melihat dan mempelajari manusia berkaitan dengan materi kebudayaan dalam proses interaksi sosial seperti alat-alat hidup, perumahan, kesenian, norma serta perilaku di dalam masyarakat. Antropologi ini juga mempelajari asal usul kebudayaan manusia, baik sejarah hingga penyebarannya serta mengenai karakteristik tingkah laku manusia sebagai hasil budaya sejak dulu, sekarang ataupun di masa depan. Sementara, antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari sengketa dan penyelesaiannya baik pada masyarakat sederhana maupun masyarakat modern guna sebagai bentuk-bentuk pengendalian konflik sosial. Antropologi hukum bersifat empiric sehingga teori yang dikemukakan harus berdasarkan fakta yang relevan atau setidaknya terwakili secara representative dari fakta yang ada.

  • Ruang lingkup

Antropologi berpendapat bahwa gejala hukum timbul jika terdapat perilaku yang menganggu atau merusak lembaga-lembaga yang dihargai oleh masyarakat. Oleh karena itu, hukum memiliki fungsi fundamental untuk memelihara kedudukan masyarakat. E.A. Hoebel menjelaskan ruang lingkup hukum berkaitan dengan sarana pengendalian sosial, sarana memperlancar interaksi sosial dan sarana pembaruan berdasarkan :

  1. Merumuskan pedoman bagaimana masyarakat berperilaku sehingga ada integrasi minimal
  2. Menetralisir kekuatan masyarakat untuk mengadakan ketertiban
  3. Mengatasi macam-macam kebutuhan manusia  berupa persengketaan guna memulihkan keadaan
  4. Merumuskan pedoman yang mengatur hubungan warga dengan kelompok lain bila ada perubahan

Sedangkan, menurut Satjipto Raharjo menjelaskan bahwa ruang lingkupa antropologi hukum adalah sebagai berikut:

  1. Seperti apa badan-badan yang menjalankan pengadilan dan perantaraan dalam masyarakat?
  2. Apa landasan kekuasaan badan-badan yang berperan sebagai penyelesaian sengketa?
  3. Sengketa mana yang menghendaki penyelesaian melalui pengadilan dan mana yang hanya menghendaki perundingan?
  4. Fungsi mana yang bekerja atas proses hukum?
  5. Prosedur mana yang dipakai oleh jenis sengketa?
  6. Bagaimana keputusan itu dijalankan?
  7. Bagimana hukum tersebut berubah?

Ruang lingkup antropologi hukum, antara lain :

  1. Keanekaragaman budaya manusia
  2. Mencakup kebudayaan di berbagai bangsa yang ada di dunia
  3. Upaya manusia mengembangkan kebudayaannya
  4. Asal-usul dan evolusi kebudayaan
  5. Manusia dan ciri-ciri morfologi untuk mengubah lingkungannya
  6. Alasan masing-masing bangsa yang memiliki cara hidup, adat istiadat dan kepercayaan yang berbeda satu sama lain

Sehingga dalam hal ini yang termasuk antropologi budaya, yakni :

  1. Arkeologi, yaitu mempelajari sejarah manusia dan penyebarannya melalui objek-objek peninggalan
  2. Etnolinguistik, yaitu mempelajari terjadinya variasi bahasa serta penyebaran bahasa manusia di dunia
  3. Etnografi, yaitu mempelajari kebudayaan masyarakat secara detail yang diperoleh dari observasi langsung di masyarakat, hidup dengan orang primitive sehingga paham ciri ciri norma sosial, nilai-nilai dan motivasi mereka sehari-hari
  4. Etnologi, yaitu mempelajari asas-asas manusia dengan meneliti faktor perubahan sosial dan pola kebudayaan suku bangsa yang menyebar di seluruh dunia. Obyek penelitiaanya adalah pola kekuatan masyarakat (adat istiadat, kekerabatan, kesenia dan lainnya) serta dinamika kebudayaan yang ada sepeti kelembagaan, interaksi dan perubahan

Demikian perbedaan antropologi budaya dan antropologi hukum, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Tuesday 22nd, January 2019 / 06:38 Oleh :
Kategori : Antropologi