Sponsors Link

Perbedaan Antara Sosialisasi Represi Dan Partisipasi Penjelasan Lengkap dan Jelas

Sponsors Link

Perilaku keluarga dengan sifat-sifat struktur sosial yang otoriter seringkali menghambat perkembangan pribadi seorang anak. Proses pendewasaan anak akan sulit berkembang sebab anak tidak mampu membentuk sikap  sesuai dengan perannya. Seorang anak yang terbiasa dikendalikan orang tuanya akan sulit mengembangkan kepribadiannya, sulit mengambil keputusan dan sangat bergantung pada orang lain. Tak hanya itu, si anak menjadi sulit bergaul dengan teman-teman di sekitarnya. Bahkan perilaku semacam ini bida ditularkan ke generasi berikutnya. Proses penanaman peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi orang tua pada anak ini terdiri dari dua jenis yakni sosialisasi represi dan partisipasi. Apa saja perbedaan kedua sosialisasi tersebut? Berikut ulasannya!

ads

Perbedaan Antara Sosialisasi Represi Dan Partisipasi

Adapun perbedaan-perbedaan antara sosialisasi represi dan partisipasi diantaranya adalah :

  1. Sosialisasi partisipasi

Proses ini mengedepankan proses interaksi sosial anak sebagai media sosialisasi dan komunikasi sehari-hari. Sehingga unsur penting dari proses sosialisasi partisipasi adalah bahasa. Selain menjadi alat pembentuk kepribadian dan perantara proses pengembangan diri seseorang, bahasa memiliki fungsi lain. Fungsi tersebut adalah bagaimana bahasa membantu seseorang untuk belajar komunikasi, berpikir dan mengenal diri. Pengalaman-pengalaman yang ditinjaub dengan bahasa dapat ditinjau dengan dibandingkan dengan masa sekarang sehingga seseorang dapat mengenal dirinya. Ciri-ciri sosialisasi partisipasi adalah ;

  • Imbalan bagi anak yang patuh
  • Hukuman dan imbalan berbentuk simbolis
  • Menggunakan hak otonomi anak
  • Melakukan interaksi sebagai media komunikasi
  • Bentuk komunikasi verbal
  • Memiliki tujuan sama
  • Keinginan anak yang diperhatikan

Sosialisasi ini betujuan mengajak seseorang untuk melakukan bentuk komunikasi tanpa adanya unsur paksaan dan bentuk-bentuk konflik sosial sehingga apapun yang dilakukan terjadi secara sukarela. Bentuk kegiatan sosialisais partisipasi adalah :

  • Adanya sosialisai yang dilakukan oleh dua orang satu sama lainnya dengan penuh kesadaran untuk saling berkomunikasi dan bersosialisasi
  • Bentuk sosialisasi yang terjalin terjadi tanpa ada pengaruh dinamika sosial dalam interaksi sosial dan paksaan dari siapapun
  • Memberikan hadiah atau imbalan bagi pihak yang melakukan kebaikan

Jadi, sosialisai ini sama sekali tidak melibatkan unsur paksaan didalamnya sebab terjadi dengan penuh kesadaran.

  1. Sosialisasi Represi

Sosialisasi represi adalah sosialisasi yang berjalan satu arah dari satu orang ke orang lainnya. Untuk lebih mudah memahamni, hubungan sosialisasi ini mirip dengan pola atau hubungan stuktural dalam suatu organisasi. Misalkan orang tua yang memberikan hukuman pada anak yang melakukan pelanggaran. Penggunaan hukum tersebut diberikan agar pelanggar dapr sadar atas kesalahan yang ia lakukan sehingga tidak mengulangi kesalahannya, menghindari faktor perubahan sosial dan pihak lain tidak meniru perbuatannya. Ciri-ciri sosialisasi represi adalah :

  • Memberikan hukuman bagi yang berperilaku buruk
  • Hukuman dan imbalan materi
  • Perintah sebagai media komunikasi
  • Non verbal adalah bentuk komunikasinya
  • Pusat sosialisasi adalah non verbal
  • Tahap-tahap sosialisasi adalah keinginan orang tua yang paling dominan

Bentuk kegiatan sosialisasi represi adalah sebagai berikut :

  • Sosialisasi yang hanya melibatkan satu orang sedangkan pihak lainnya adalah akibat dari sosialisasi tersebut
  • Bentuk sosialisasinya adalah teguran yang dilakukan secara terpaksa dan bukan atas dasar kemauannya sendiri
  • Memberikan hukuman bagi pelanggar atau pembuat kesalahan dalam sosialisasi ini

 

Demikian perbedaan antara sosialisasi represi dan partisipasi, semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Wednesday 26th, December 2018 / 04:45 Oleh :
Kategori : Sosiologi