Sponsors Link

Perbedaan Antara Pelapisan Sosial dan Diferensiasi Sosial yang Wajib Anda Ketahui

Sponsors Link

Dalam konsep sosial, seringkali kita menemui adanya perbedaan-perbedaan yang sangat kontras. Sehingga hal ini menciptakan sebuah kelompok sosial yang pasti. Wajar saja karena manusia hidup saling berdampingan, dimana setiap individu memiliki latar belakang sosial yang berbeda-beda. Maka dari itulah sering muncul istilah pelapisan sosial dan diferensiasi sosial. Keduanya sekilas memang menjelaskan tentang perbedaan di masyarakat. Namun tetap saja ada perbedaan antara pelapisan sosial dan diferensiasi sosial yang mendasar. Berikut beberapa penjelasannya.

ads
  1. Definisi

Perbedaan antara pelapisan sosial dan diferensiasi sosial yang pertama bisa dilihat dari definisi atau maknanya. Dimana pelapisan sosial memiliki konsep yang jelas dan mudah dipahami. Pelapisan sosial disebut juga dengan stratifikasi sosial, yaitu adanya golongan manusia yang ditandai dengan cara hidup tertentu. Pelapisan sosial ini dilihat secara vertikal, sehingga akan muncul kelas-kelas sosial, dari yang rendah hingga yang tinggi. Adapun tinggi rendahnya lapisan sosial ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam faktor. Contoh kelas sosial antara lain jabatan, faktor ekonomi, dan nilai sosial lainnya.

Sedangkan diferensiasi sosial merupakan pembedaan anggota sosial yang tidak dilakukan secara vertikal, melainkan secara horizontal. Diferensiasi sosial ini tidak terpaut dalam kelas sosial yang tinggi dan rendah, melainkan lebih mengarah ke keberagaman masyarakat itu sendiri. Misalnya adanya perbedaan pada suku, jenis kelamin, agama, macam-macam ras di Indonesia, dan etnis dalam satu komunitas masyarakat.

  1. Jenis

Perbedaan antara pelapisan sosial dan diferensiasi sosial bisa dilihat dari macam atau jenisnya. Jenis pelapisan sosial dibedakan menjadi 2 berdasarkan sifatnya. Adapun macam-macam stratifikasi sosial yaitu sebagai berikut.

  • Pelapisan sosial tertutup: yaitu pelapisan sosial yang membatasi adanya kemungkinan lapisan masyarakat yang satu berpindah ke lapisan masyarakat lainnya, baik itu pergerakan menuju ke atas atau pergerakan yang menuju ke bawah. Misalnya sistem kasta.
  • Pelapisan sosial terbuka: yaitu pelapisan sosial yang masih memberikan kemungkinan untuk lapisan masyarakat yang satu untuk berpindah ke lapisan masyarakat lainnya, baik itu berpindah ke atas atau berpindah ke bawah. Ciri-ciri stratifikasi sosial terbuka adalah lebih fleksibel daripada yang tertutup. Misalnya jabatan yang tidak bertahan seumur hidup.

Adapun jenis diferensiasi sosial dibedakan menjadi 3, antara lain sebagai berikut.

  • Diferensiasi tingkatan: yaitu perbedaan yang ada di masyarakat dikarenakan pola distribusi yang bertingkat. Misalnya distribusi barang yang menyebabkan perbedaan harga di pasaran yang lebih tinggi daripada harga di grosir.
  • Diferensiasi fungsional: yaitu perbedaan yang ada di masyarakat dikarenakan fungsi masing-masing individu yang berbeda. Misalnya perbedaan profesi yang melahirkan perbedaan tanggung jawab dan kewajiban.
  • Diferensiasi adat: yaitu perbedaan di masyarakat yang berdasarkan adanya aturan atau norma yang berbeda. contoh diferensiasi sosial adat misalnya area konflik akan memiliki aturan yang berbeda dengan area non konflik.

Itulah beberapa perbedaan antara pelapisan sosial dan diferensiasi sosial dan juga contohnya. Tentunya kedua hal ini memang saling berhubungan. Akan tetapi, keduanya memiliki makna yang berbeda secara mendasar. Namun pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial memang ada di dalam individu yang berada di komunitas sosial.

Demikianlah beberapa penjelasan tentang perbedaan antara pelapisan sosial dan diferensiasi sosial beserta contohnya yang mudah dipahami. Semoga bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Sunday 18th, November 2018 / 07:36 Oleh :
Kategori : Sosiologi