Sponsors Link

14 Perbedaan antara Kontravensi dan Pertentangan Secara Lengkap

Sponsors Link

Kembali lagi di materiips.com. Di situs ini, Anda akan mendapatkan banyak sekali materi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial yang diulas secara mendetail sehingga Anda akan bisa mengidentifikasi hal-hal yang terjadi di dalam masyarakat. Dalam proses sosialisasi di masyarakat, kita menemukan bahwa ada proses interaksi sosial asosiatif dan disasosiatif. Kedua hal ini memang tidak dapat dihindari, namun bisa diatasi dengan baik.

ads

Setelah sebelumnya ada penjelasan mengenai perbedaan kontravensi dengan kontroversi, kali ini kita akan membahas perbedaan antara kontravensi dan pertentangan. Kontravensi dan pertentangan adalah hal yang serupa tapi tidak sama, sehingga kita perlu membedakannya secara cermat, agar tidak terjadi salah kaprah dalam mengidentifikasi persoalan di dalam masyarakat. Untuk itu, kita akan membahas apa saja yang membedakan antara Kontravensi dan Pertentangan.

1. Definisi

Pengertian pertentangan sebagai berikut:

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pertentangan berarti perihal yang bertentangan atau berlawanan. Dapat diartikan pula sebagai perselisihan atau pertikaian.
  • Pertentangan merupakan bentuk proses yang terjadi pada individu dimana adanya proses sosial dan juga kelompok terjadi seperti itu dengan adanya tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari beberapa ancaman dan serangan.

Pertentangan dapat diartikan sebagai konflik, yang akan dijelaskan lebih lanjut. Sedangkan kontravensi, adalah

  • Suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dengan konflik. 
  • Adanya kontravensi ini dikenal karena adanya bentuk gejala yang suatu tidak pasti pada diri seseorang, biasanya adanya perasaan tidak suka atau sering di sembunyikan pada diri sendiri karena adanya suatu kebencian seseorang.

2. Tingkat Intensitas

Meskipun keduanya adalah sama-sama proses sosial disasosiatif, akan tetapi ada hal yang membuatnya berbeda. Jika hanya sebatas tidak suka, benci atau hal-hal yang menunjukkan ketidakpastian pada sesuatu, maka hal tersebut dikatakan kontravensi. Namun jika sudah berada di tingkat yang lebih dari itu; dengan hal yang dipertentangkan dan aksi yang dilakukan lebih dari tidak suka, hingga mengarah pada kekerasan, maka sudah termasuk pertentangan. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai konflik di antara masyarakat, sehingga perlu ditindaklanjuti.

3. Penyebab

Banyak sekali penyebab dari kontravensi dan pertentangan, yang akan kita bahas satu per satu. Kontravensi berawal dari suatu hal yang terjadi di masyarakat, namun tidak disukai oleh tiap individu didalamnya. Contoh disintegrasi sosial adalah sebagai berikut :

  • Misalnya ada kegiatan sekolah atau di masyarakat, dan ada satu orang yang menyampaikan usulan mengenai kegiatan tersebut.
  • Akan tetapi, usulan tersebut tidak disepakati oleh orang lain di masyarakat tersebut sehingga muncul rasa tidak suka.

Sedangkan pertentangan berawal dari perbedaan. Sebagai berikut perbedaanya:

  • Di lingkungan masyarakat yang majemuk seperti kota besar, kita akan menemukan banyak hal yang tentunya berbeda dengan kita.
  • Perbedaan, baik antar individu, kepentingan, kebudayaan, dan sosial, merupakan hal yang biasa.
  • Akan tetapi, jika unsur-unsur perbedaan tersebut semakin jelas dan tidak dapat diterima, maka akan muncul pertentangan yang berujung pada suatu konflik.
  • Dengan kata lain, kontravensi terbatas pada perasaan, sedangkan pertentangan termanifestasi pada perbuatan atau aksi.

4. Bentuk atau Contoh

Dalam sub-bab kali ini akan dibahas mengenai bentuk-bentuk kontravensi dan pertentangan. Beberapa perbedaan lainnya yang bisa anda ketahui sebagai berikut:

  • Seperti yang dijelaskan di awal, kontravensi lebih terfokus pada perasaan tidak suka. Sedangkan pertentangan atau konflik mengarah pada perbuatan. Hal-hal seperti seperti penolakan, ketidaksukaan, konfrontasi, menghalang-halangi, protes, kekerasan, dan tindakan mengacaukan agenda pihak lain merupakan kontravensi.
  • Bahkan tindakan seperti mengumpat, mencerca, memfitnah, menghasut, dan lain sebagainya juga masih tergolong kontravensi.
  • Sementara pertentangan itu sendiri memiliki banyak macam. Apa saja yang ada di masyarakat dapat dijadikan bahan pertentangan atau konflik, mulai dari masalah ras, politik, pribadi, dan dari tingkat rendah seperti di masyarakat sampai melewati batas wilayah (dalam hal ini bisa sampai level internasional).
  • Dampaknya pun tidak sedikit, karena dapat mengganggu tatanan sosial yang ada di masyarakat. Mulai dari hilangnya kepemilikan suatu benda sampai dominasi dari suatu pihak kepada pihak lain.

Itulah tadi penjelasan mengenai perbedaan antara kontravensi dan perbedaan. Semoga dari penjelasan ini kita bisa mengidentifikasi apa yang terjadi di masyarakat, sekaligus menghindari apa saja yang menjadi penyebab kontravensi atau pertentangan. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Thursday 03rd, May 2018 / 08:27 Oleh :
Kategori : Sosiologi