Sponsors Link

5 Perbedaan Antara Konflik dan Pertikaian Dalam Bentuk Penyebabnya

Sponsors Link

Selamat datang di materiips.com. Disini Anda akan mendapatkan banyak sekali materi yang berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial, sehingga Anda akan terbantu dalam mempelajari mata pelajaran tersebut di bangku sekolah. Setelah sebelumnya kita membahas tentang perbedaan tindakan sosial dan interaksi sosial dan perbedaan kontravensi dan kontroversi, kali ini kita akan membahas tentang perbedaan antara konflik dan pertikaian. Untuk selanjutnya akan dibahas di bagian berikutnya.

ads

1. Definisi

Kata konflil sendiri berasal dari kata configere yang berarti saling memukul. Dalam istilah sosiologi, konflik dimaknai sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (dan atau kelompok) yang bertujuan untuk menyingkirkan salah satu pihak dengan menghancurkannya atau membuat keadaan tidak berdaya. Sedangkan pertikaian adalah perilaku atau perbuatan seseorang atau kelompok untuk mengalahkan pihak lain.

2. Penyebab

Penyebab terjadinya konflik sosial terjadi karena adanya perbedaan yang terjadi di kalangan masyarakat. Di lingkungan masyarakat yang majemuk seperti kota Jakarta, banyak hal yang tidak sama dengan kita yang membuat kita bisa menerima atau tidak. Perbedaan seperti kepentingan, kebudayaan, dan individu sendiri bisa menjadi pemicu konflik di masyarakat. Begitu pula dengan perubahan yang terjadi di masyarakat secara cepat, sehingga masyarakat tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Sedangkan pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Akibat dari perbedaan yang semakin jelas dan tajam adalah tumbuhnya rasa benci, sehingga memicu tindakan untuk melukai atau menghancurkan pihak lain. Dengan kata lain, konflik terjadi karena adanya masalah. Sedangkan pertikaian terjadi karena ada permusuhan; dapat pula terjadi karena masalah yang ada dibiarkan berlarut-larut sehingga menjadi pertikaian.

3. Jenis

Contoh konflik dan pertikaian dapat dilihat dari sisi jenis atau ciri-ciri, konflik dan pertikaian memiliki ragam yang serupa : baik secara individu maupun kelompok. Hanya saja, berdasarkan dari banyak literatur sosiologi, konflik memiliki banyak variasi. Artinya konflik terjadi secara lintas batas; konflik antara individu dengan kelompok; dan konflik antara suatu wilayah dengan wilayah yang lain. Bahkan unsur-unsur seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat menjadi pemicu konflik.

4. Bentuk

Bentuk-bentuk konflik sosial tidak sampai pada kekerasan. Sedangkan pertikaian didasari dengan agresivitas yang mengarah pada kekerasan. Dengan bentuk yang seperti itu, maka penanganannya akan berbeda. Konflik dapat diselesaikan dengan cara damai jika kedua kubu mau duduk dalam satu meja untuk menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Sedangkan pertikaian, jika sudah sampai pada tahap kekerasan, maka akan sulit untuk melakukan rekonsiliasi dengan damai, kecuali dengan gencatan senjata atau keterlibatan pihak ketiga dalam masalah tersebut yang memiliki kekuatan diatas dua pihak yang bertikai.

5. Dampak

Dilihat dari sisi akibat yang ditimbulkan, keduanya memberi dampak yang tidak kecil. Pihak-pihak yang sedang berkonflik akan menguatkan ikatan dan solidaritas di dalam kelompoknya dalam menghadapi pihak lain. Namun jika konflik terjadi dalam internal suatu kelompok, maka akan membawa dampak bagi kelompok itu sendiri.

Selain itu, ada dampak yang juga dirasakan oleh pihak luar yang bertikai. Kehilangan kepemilikan dan harta benda menjadi dampak yang begitu dirasakan dalam pertikaian, sehingga kita sebagai makhluk sosial perlu melakukan pengertian kepada orang lain agar tidak terjadi konflik.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara konflik dan pertikaian. Semoga dengan penjelasan ini memberi wawasan baru tentang konflik dan perbedaan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Thursday 17th, May 2018 / 04:18 Oleh :
Kategori : Sosiologi