Sponsors Link

3 Perbedaan Antara Internalisasi dengan Kontrol Sosial di Masyarakat Indonesia

Sponsors Link

Kehidupan sosial merupakan sebuah proses dalam berkehidupan sehari-hari yang terjadi secara terus menerus. Di dalamnya banyak hal-hal yang berkaitan dengan individu dan juga kelompok atau golongan tertentu. Sehingga mungkin Anda pernah mendengar tentang istilah proses internalisasi nilai dan juga kontrol sosial atau pengendalian sosial. Apa yang dimaksud dengan keduanya? Dan perbedaan antara internalisasi dengan kontrol sosial? Berikut beberapa penjelasannya.

ads
  1. Definisi

Perbedaan antara internalisasi dengan kontrol sosial yang pertama bisa dilihat dari definisinya. Dimana internalisasi merupakan sebuah proses penghayatan atau pendalaman terhadap sebuah binaan yang terjadi sejak seseorang lahir. Internalisasi akan mempengaruhi kepribadian individu karena yang bersangkutan akan menyerap nilai-nilai, emosi, perasaan, dan setiap hal yang dia dapatkan dari kecil. Sehingga internaslisasi ini sangat bergantung pada individu dalam menerima perlakuan dari lingkungan di sekitarnya dan berporses di dalamnya. Maka dari itu peran keluarga dalam proses sosialisasi sangat penting, karena keluarga adalah lingkungan belajar pertama bagi anak-anak yang mempengaruhi karakternya di masa yang akan datang.

Sedangkan kontrol sosial atau pengendalian sosial merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mencegah adanya kerusakan atau penyimpangan sosial. Di dalamnya juga terdapat sebuah cara pengendalian sosial sebagai bentuk proses mengarahkan atau mengajak masyarakat menuju arah yang lebih baik lagi agar kehidupan sosial menjadi sesuai dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat. Sehingga pihak-pihak yang menyimpang bisa memperbaiki diri. Sebagai contoh gejala sosial kenakalan remaja yang perlu dikendalikan secara sosial dengan memberikan hukum dan norma yang bermanfaat.

  1. Pihak Terkait

Perbedaan antara internalisasi dengan kontrol sosial bisa dilihat dari pihak-pihak yang terkait. Dimana internalisasi terjadi pada setiap individu selama proses hidupnya. Sedangkan berbagai jenis pengendalian sosial tidak selalu dilakukan oleh setiap individu. Karena kadang kita juga menemui manusia yang cuek dengan lingkungannya, sehingga walau terjadi banyak penyimpangan sosial, mereka tidak melakukan pengendalian sosial yang dibutuhkan.

  1. Manfaat

Perbedaan antara internalisasi dengan kontrol sosial. Beberapa manfaat dari adanya internalisasi di dalam diri seseorang antara lain:

  • Mengembangkan, memperbaiki, dan menyaring kebudayaan kehidupan yang baik.
  • Mengembangkan potensi dari diri seseorang untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya sesuai dengan kebudayaan dan karakter yang baik.
  • Memperkuat kepribadian seseorang sehingga menjadi orang yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan dan hidup secara lebih bermartabat.
  • Menyaring kebudayaan-kebudayaan yang tidak baik dan meninggalkan kebudayaan buruk tersebut.

Adapun manfaat atau fungsi dari pengendalian sosial atau kontrol sosial antara lain sebagai berikut.

  • Memperkuat keyakinan masyarakat dan lingkungan sekitar mengenai norma sosial yang berlaku.
  • Mengembangkan rasa malu terhadap para pelaku penyimpangan sosial.
  • Fungsi norma sosial adalah untuk memberikan rasa takut kepada para pelaku penyimpangan sosial dengan hukum yang berlaku.
  • Tujuan pengendalian sosial adalah untuk menciptakan sebuah sistem hukum yang baik untuk diterapkan selanjutnya.
  • Memberikan imbalan atau reward kepada pihak-pihak yang menaati hukum dan norma yang berlaku.

Demikianlah beberapa perbedaan antara internalisasi dengan kontrol sosial yang perlu diketahui. Semoga bisa memberikan referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Friday 16th, November 2018 / 03:55 Oleh :
Kategori : Sosiologi