Sponsors Link

7 Perbedaan Antara Akulturasi dan Asimilasi yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Untuk bahasan materi kali ini materiips.com akan membahas tentang perbedaan antara akulturasi dan asimilasi. Sebelum masuk jauh pada perbedaan itu alangkah baik memahami akan pengertian keduanya. Memahami pengertiannya merupakan gerbang masuk dalam memaknai kedua perbedaan tersebut.

ads

Proses sosial yang timbul di jika masyarakat dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing. Sehingga, unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan dioleh dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan sendiri (Soejono Seokanto). Secara sederhana diartikel alkulturasi merupakan sebuah proses di masyarakat di mana teradapat masuknya kebudayaan asing. Kebudayaan tersebut diterima tanpa meninggalkan kebudayaan sendiri.

Akulturasi ini ada semacam keterbukaan yang terjadi dalam masyarakat sosial. Tidak beranggapan bahwa kebudayaan lain jelek dan kebudayaan sendiri jauh lebih baik. Selain itu, dengan masukknya kebudayan lain juga tidak meninggalkan unsur-unsur budaya sendiri. Artinya terdapat pola di mana masyarakat mampu mengendalikan dan mengontrol diri untuk tidak larut dalam kebudayaan lainnya.

Contoh akulturasi;

  1. Menara masjid Kudus merupakan akulturasi kebudayaan Islam dengan Hindu. Ini dapat dilihat dari fungsinya sebagai masjid, namun bangunannya menyerupai bangunan pura para agama Hindu. Hal ini karena adanya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.
  2. Candi Borobudur merupakan contoh akulturasi budaya antara Budha dengan masyarakat sekitar magelang. Candi ini dalam masyarakat Budha digunakan sebagai tempat untuk sembahyang, sedangkan bentuk relief dalam dinding mengambarkan masyarakat Magelang saat itu.
  3. Kaligrafi merupakan akulturasi antara kebudayaan Islam di Arab Saudi dengan Indonesia. Ini ditandai dengan tulisan arab dan bentuk dari variasi atau hiasannya.

Pengertian Asimilasi

Asimilasi merupakan pembaharuan dari kebudayaan yang ditandai hilangnya ciri khas kebudayaan asli, yang membentuk suatu kebudayaan baru. Bentuk aslimilasi ini ditandai dengan mengurangi unsur-unsur perbedaan dalam sebuah kelompok tetentu. Tujuan dari mengurangi unsur perbedaan ini adalah untuk membantu dalam meleburkan kebudayaan yang lain, sehingga muncul kebudayaan yang baru. Asimilasi memunculkan dampak positif dan negatif perubahan sosial.

Contoh asimilasi, masyarakat Tioghoa yang tinggal di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama. Warga etnis tioghoa ini akhirnya mampu berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Sedangkan, bahasa sendiri secara masif tidak digunakan. Tentu hal ini  tegolong dalam bentuk dari asimilasi. Selain itu, ada beragam contoh dari Contoh asimilasi budaya di masyarakat kita.

Perbedaan Akulturasi dengan Asimilasi

  1. Akulturasi bersatunya dua kebudayaan, sehingga membentuk adanya kebudayaan baru. Sedangkan untuk Asimilasi bercampurnya dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan yang baru.
  2. Asimilasi dalam proses bersatunya kebudayaan saling mempengaruhi sehingga menimbulkan kebudayaan baru. Sedangkan Akulturasi kebudayaan asing yang diterima oleh masyarakat secara sadar.
  3. Akulturasi dalam terjadinya proses tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya, tetap berpegang teguh akan kebudayaan lokal. Sedangkan untuk Asimilasi meningalkan kebudayaan aslinya yang terbangun sejak lama.
  4. Dalam pembentukan Asimilasi terdapat tiga syarat;
  5. Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan
  6. Terjadi pergulakan individu secara intens dalam kurun waktu tertentu
  7. Kebudayaan masing-masing saling berubah
Sponsors Link

Asimilisasi juga memiliki tiga jenis, yaitu;

  1. Asimilasi budaya, proses pengabdosian nilai, kepercayaan, idiologi, dogma, bahasa dan simbol dari kebudayaan lain.
  2. Asimilasi Struktural, proses penetrasi kebudayaan dari suatu kelompok etnik ke dalam etnik lain melalui keluarga, teman, dan lainnya.
  3. Asimilasi perkawinan, sering disebut sebagai asimilasi fisik yang terjadi karena perkawinan antar etnik dan antarras yang melahirkan etnik atau ras baru.

Dalam prosesnya asimilasi ditandai dengan;

  1. Bersikap yang sama
  2. Kadangkala bersifat emosional
  3. Tujuan untuk mencapai kesatuan
  4. Akulturasi dalam prosesnya terjadi secara;
Sponsors Link

Faktor yang mendorong adanya asimilasi kebudayaan:

  • Adanya perbedaan kebudaya, suku, ras dan agama
  • Sifat kemenusiaan yang mendorong adanya interaksi
  • Adanya sifat manusia yang ingin selalu berubah dan memperbaiki diri
  • Adanya sifat saling menghargai dan menghormati antar individu
  • Adanya sifat toleransi yang tinggi
  • Memiliki sifat terbuka dalam masyarakat dengan macam-macam kelompok sosial.
  • Adanya persamaan visi dan misi antara kedua kebudayaan
  • Adanya sebuah perkawinan campuran antar budaya

Sedangkan, untuk faktor penghalang adanya asimilasi adalah:

  1. Minimnya pengetahuan tentang kebudayaan baru yang tengah dihadapi
  2. Kekhawatiran berlebih dari masyarakat akan budaya baru yang muncul
  3. Padangan bahwa kebudayaan tertentu dalam sebuah kelompok memiliki kualitas yang tinggi.
  4. Adanya perbedaan fisik yang sangat menonjol
  5. Adanya perasaan dan prasangka bahwa setiap idividu akan selalu terikat pada suatu kebudayaan kelompok tertentu.
  6. Kekhawatiran kelompok monoritas akan menerita oleh budaya kelompok meyoritas. Tentu katakutan ini akan menimbulkan dampak masalah sosial.

Itulah beberapa ulasan yang sudah di bahas tentang beberapa perbedaan antara akulturasi dan juga asimilasi yang bisa anda ketahui.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Saturday 09th, June 2018 / 08:39 Oleh :
Kategori : Sosiologi