Sponsors Link

Pengertian dan Perbedaan Animisme dan Totemisme

Sponsors Link

Pada masa di mana manusia belum mengenal adanya agama dan simak juga contoh kasus diferensiasi agama, pada dasarnya mereka sudah mengenal keyakinan. Ada banyak sekali keyakinan yang mereka percayai, dan bentuk energi yang mereka yakini ini belum bisa disebut sebagai Tuhan. Sistem kepercayaan yang mereka yakini terus berkembang dari masa zaman prasejarah hingga saat ini. Secara teori pun, keyakinan pada masa prasejarah ini juga dapat disebut sebagai agama primitif. Ada banyak sekali keyakinan pada zaman pra aksara dimana setiap kelompok manusia dan individu meyakini bahwa alam semesta tidak diciptakan dengan tiba-tiba.

ads

Menurut teori yang dikemukakan oleh Edward Burnett dan James George Frazer, agama primitif merupakan sebuah kepercayaan akan adanya kekuatan serta makhluk gaib. Kekuatan dan makhluk gaib ini menjadi sebuah penjelasan mengenai eksistensi dunia. Kepercayaan kepada makhluk ghaib tidak hanya sekedar tumbuh tetapi juga berkembang seiring dengan waktu dan tingkat pemikiran kelompok-kelompok manusia primitif. Tidak hanya berkembang dengan penegasan bahwa keyakinan itu penting dan memiliki sebuah hubungan simbiosis terhadap pemeluknya tetapi juga berkembang menjadi sebuah teori mengenai kehidupan dan kematian.

Dengan ini pula beberapa kepercayaan berkembang dengan teori adanya hidup setelah kematian dan adanya hidup sebelum kehidupan. Perkembangan agama primitif tidak hanya didasarkan pada pemikiran kepercayaan akan makhluk gaib saja berbeda dengan contoh kasus diferensiasi agama, tetapi juga mengenai kebudayaan yang sangat erat hubungannya dengan tradisi maupun ritual pada agama primitif tersebut. Ada 2 jenis agama primitif atau kepercayaan dimana keduanya memiliki latar belakang sama namun sangat berbeda.

Animisme dan dinamisme tentunya sudah ada sejak zaman prasejarah dimana manusia saat itu sudah memiliki keyakinan akan kekuatan yang ada di alam semesta. Sebelum membahas lebih dalam mengenai animisme dan dinamisme, Anda perlu mengetahui teori dan definisi yang menjadi dasar ke-2 agama primitif ini.

Pengertian dan Teori Animisme Menurut Para Ahli

  • Teori dan pengertian animisme dikemukakan oleh seorang ahli antropologi E.B. Tylor, dalam teorinya ia mengemukakan bahwa animisme merupakan bentuk kepercayaan asal manusia. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah buku teorinya dan ia juga mengemukakan bahwa asal mula adanya kepercayaan atau agama primitif animisme ini dari kesadaran manusia terhadap eksistensi jiwa.
  • Dari dasar tersebut, animisme di hadapan manusia berevolusi menjadi tingkat paling rendah dimana manusia mempercayai makhluk halus dan hantu. Untuk tingkat lebih tinggi dalam teori animisme oleh Tylor, manusia percaya kepada dewa dengan kekuatan yang dapat menggerakkan sistem alam semesta. Dan pada tingkatan lebih tinggi di mana manusia sudah mempercayai adanya Tuhan.
  • Adapun teori animisme menurut A.C. Kruyt, di mana animisme merupakan sebuah kepercayaan adanya suatu zat halus. Zat ini memberikan kehidupan dan dapat menggerakkan alam semesta sebagaimana mestinya.
  • Zat yang dimaksud oleh Kruyt mengisi bagian-bagian tubuh setiap manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda di sekitar alam semesta dan zat halus ini disebut sebagai zielestof. Kruyt juga mengemukakan, bagian-bagian tubuh manusia yang dipercayai oleh masyarakat dengan kadar zielestof paling tinggi, yaitu kepala, darah, rambut, kuku, jeroan, pusar, gigi, ludah, keringat, air mata, air seni, dan kotoran.

Pengertian dan Teori Totemisme Menurut Para Ahli

  • Teori totemisme dikemukakan oleh Robert Smith. Dalam teori primitifnya berbeda dengan manfaat mempelajari sosiologi agama, totemisme merupakan bentuk paling mendasar atau bisa disebut sebagai primitif.
  • Adapun teori totemisme oleh Emile Durkheim, totemisme merupakan sebuah kepercayaan dengan kultur dan struktur sosial paling sederhana. Dalam hal ini, Agama merupakan sebuah kesatuan sistem kepercayaan dan berkaitan dengan benda-benda suci maupun terlarang. Durkeim juga mengungkapkan bahwa totemisme merupakan sebuah Agama primitif dimana sebuah kepercayaan menyatu dalam kelompok-kelompok dinamakan dengan jamaah atau pengikut.
  • Dalam teorinya, Durkheim juga menyebutkan bahwa totem dalam totemisme merupakan sebuah simbol dari Tuhan dan sebagai simbol masyarakat. Tuhan dan masyarakat adalah hal yang sama atau identik. Di mana dalam hal ini, tuhan dan klan menjadi prinsip mendasar dalam ajaran totemisme yang diwujudkan dalam bentuk terlihat seperti binatang dan tumbuhan.
  • Dalam simbol totem, anggota klan memperlihatkan sikap moral dan rasa ketergantungan satu sama lainnya dan dengan begitu pula mereka dapat menjaga komunikasi serta menegakkan rasa solidaritas mereka.

Itulah pengertian serta teori-teori Animisme dan totemisme menurut para ahli berbeda dengan ciri-ciri diferensiasi agama, setelah Anda mempelajarinya maka Anda juga perlu mengetahui perbedaan di antara ke-2 nya. Memang animisme dan totemisme memiliki kesamaan dimana ke-2 nya merupakan agama primitif di mana masyarakat memiliki keyakinan terhadap kekuatan-kekuatan di alam semesta. Dan berikut merupakan perbedaan dari animisme dan totemisme beserta sedikit penjelasannya.

Sponsors Link

Perbedaan Animisme dan Totemisme

  1. Perwujudan Tuhan

Perwujudan dari Tuhan menurut agama primitif animisme dan totemisme sangatlah berbeda, pada pemahaman animisme semua benda di alam semesta bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk dari perwujudan tuhan. Hal ini karena pada teori animisme sendiri, setiap benda memiliki kekuatan, energi, dan roh. Sedangkan pada teori totemisme, perwujudan dari tuhan tidak terdapat pada semua benda di alam semesta tetapi diwujudkan pada hewan-hewan tertentu di alam semesta. Pada pemahaman totemisme pula, setiap kelompok manusia akan memilih salah satu hewan sebagai simbol totemnya dan bisa dianggap sebagai Tuhan.

  1. Energi dan Kekuatan pada Animisme dan Totemisme

Dalam pemahaman animisme simak juga penyebab diferensiasi agama, kekuatan maupun energi yang bersemayam dalam benda-benda dianggap memiliki kemampuan khusus. Kemampuan ini sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia meliputi keberuntungan dan kesialan. Untuk itu, pada pemahaman animisme, manusia akan selalu meminta pertolongan pada benda-benda suci maupun yang dianggap bertuah.

Benda-benda tersebut pun dipercaya mampu menolong mereka dalam menyelesaikan segala permasalahan hidup. Sedangkan pada paham totemisme, manusia lebih mempercayai bahwa semua hewan yang dianggap memiliki energi atau diyakini memiliki kekuatan akan dihormati dan dipelihara dengan baik. Dalam hal ini, para penganut totemisme tidak semuanya meminta pertolongan kepada hewan-hewan yang mereka yakini memiliki kekuatan atau energi.

  1. Ritual dalam Paham Animisme dan Totemisme

Adapun perbedaan animisme dan totemisme selanjutnya yaitu dalam hal melakukan ritual berbeda dengan perbedaan sosiologi agama dan antropologi agama, pada paham animisme karena paham ini sangat mempercayai bahwa setiap benda di alam semesta memiliki kekuatan maupun energi maka ritualnya tidak jauh dari benda-benda tersebut. Ritual yang dilakukan oleh penganut paham animisme tidak hanya memberikan sesaji terhadap benda-benda suci maupun bertuah saja, mereka juga harus memberi tumbal dan memandikan benda-benda tersebut.

ads

Dalam memandikan pun terdapat ritual seperti menggunakan wewangian dan bunga. Sedangkan dalam paham totemisme, ada beberapa jenis ritual yaitu terhadap manusia yang memuja hewan-hewan tersebut dan pada hewan-hewan itu sendiri. Ritual pertama, manusia dengan paham animisme akan memberikan sesaji dan memandikan hewan-hewan suci. Sedangkan untuk ritual ke-dua yaitu manusia tersebut dilarang mengkonsumsi hewan-hewan yang dianggap suci dan harus melindungi serta merawat hewan-hewan tersebut secara khusus.

  1. Sesaji pada Animisme dan Totemisme

Sesaji yang diberikan untuk benda-benda pada paham animisme memiliki pemahaman berbeda dengan totemisme. Dalam animisme berbeda dengan contoh interseksi antara ras dan agama, sesaji bisa diberikan sebagai salah satu ritual pemujaan dan penghormatan. Selain itu dalam paham animisme, sesaji juga diberikan kepada benda-benda di alam seperti gunung, pohon, hutan, dan lain-lain yang memiliki energi negatif atau sidat jahat.

Tujuannya yaitu agar energi maupun roh jahat tersebut tidak mengganggu kehidupan manusia. Sedangkan dalam paham totemisme, memberikan sesaji hanya dalam upacara-upacara tertentu seperti penyucian hewan dan pemujaan maupun penghormatan saja. Dan dalam paham totemisme, jarang sekali ditemui pemberian sesaji kepada roh jahat agar tidak mengganggu.

  1. Arwah Nenek Moyang dalam Animisme dan Totemisme

Dalam paham animisme, arwah nenek moyang bisa ada maupun menjelma sebagai benda-benda pusaka dan bertuah. Tidak hanya itu, arwah nenek moyang dalam paham animisme juga dapat berada di luar benda-benda. Dan arwah atau roh nenek moyang, dalam paham animisme juga dapat dimasukkan maupun di pindahkan ke dalam benda-benda tertentu untuk dipelihara, dirawat, dan dihormati keberadaannya. Namun dalam paham totemisme, arwah nenek moyang dapat menjelma atau terperangkap dalam tubuh hewan-hewan tertentu.

Dalam hal ini, penganut paham totemisme biasanya akan melihat persamaan sifat baik dalam hewan-hewan dengan nenek moyang mereka. Untuk itulah mengapa mereka tahu bahwa hewan-hewan pilihan mereka adalah nenek moyang mereka. Dan dari totem mereka, para penganut paham totemisme ini memiliki pedoman atas tingkah laku baik dan juga atas keyakinan mereka terhadap hewan-hewan tersebut atas arwah atau roh nenek moyang mereka.

  1. Simbol pada Animisme dan Totemisme

Pada paham animisme, kebanyakan penganutnya memiliki simbol-simbol khusus yang abstrak dan hanya kelompok mereka yang tahu. Simbol-simbol ini merupakan bagian dari kepercayaan setiap kelompok. Biasanya simbol berupa pakaian maupun ornamen dan bentuk rumah. Sedangkan pada paham totemisme, simbol- simbol yang digunakan cukup jelas berupa gambaran hewan yang mereka yakini sebagai totem. Kebanyakan kelompok penganut totemisme menggunakan tato atau topeng dengan gambaran hewan totem mereka.

Itulah beberapa perbedaan mengenai animisme dan totemisme yang dapat kami sampaikan beserta penjelasan dan teori dasarnya, bacalah dengan cermat dan semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Tuesday 20th, August 2019 / 07:24 Oleh :
Kategori : Pendidikan