Sponsors Link

5 Perbedaan Akulturasi dan Akomodasi Dalam Bentuk Contohnya

Sponsors Link

Selamat datang kembali di materiips.com. Ini adalah sarana yang tepat bagi Anda untuk mempelajari beragam materi yang ada di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Di artikel-artikel sebelumnya kita telah membahas tentang perbedaan antara kontravensi dan pertentangan. Kemudian kita sebelumnya juga pernah membahas tentang hubungan sosialisasi dan kepribadian individu. Dan yang terakhir kita telah membahas tentang perbedaan antara kontravensi dan kontroversi. Kali ini kita akan membahas tentang perbedaan antara akulturasi dengan akomodasi. Apa saja perbedaannya? Akan kita bahas nanti di paragraf selanjutnya

ads

1. Definisi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akulturasi memiliki beberapa makna sebagai berikut :

  • Adanya pengaruh budaya asing dalam masuknya proses itu ke sebuah masyarakat, yang besifat lebih selektif dari banyak ataupun sedikit yang masuk unsur kebudayaan asing itu, sehingga ada saja yang berusaha menolak pengaruh tersebut.
  • Hasil dari sebuah proses pertemuan dalam kebudayaan, maupun dalam proses bahasa dalam sebuah anggota dua masyarakan yang ditandai.

Sedangkan akomodasi memiliki makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :

  • Memenuhi adanya kebutuhan sesuatu yang harus disediakan, contohnya butuh penginapan, tempat tinggal sementara.
  • Objek yang berbeda bisa menjadi penyesuaian mata untuk bayangan yang jelas untuk di terima.
  • Untuk menghidari dan meredakan suatu interaksi dalam ketegangan dan konflik, harus dibutuhkan kesatuan sosial dalam sikap kesesuaian manusia.
  • Pribadi dan kelompok manusia harus melakukan penyesuaian sosial untuk meredakan pertetangan dengan cara melakukan interaksi diantara keduanya.

Dan masih banyak pengertian tentang akulturasi dan akomodasi berdasarkan para ahli, namun dalam sosiologi secara singkat akulturasi berarti percampuran dan akomodasi adalah penyesuaian.

2. Contoh

Jika melihat praktik yang ada di lingkungan masyarakat, banyak sekali kita menemukan akulturasi dan akomodasi. Misalnya di daerah Surabaya terdapat Masjid Cheng Ho. Masjid ini terbilang unik karena ada dua unsur budaya yang saling melengkapi : budaya Tionghoa dan ajaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa dua unsur budaya (atau lebih) dan aliran yang berbeda bisa seiring sejalan jika tidak ada penolakan dari masyarakat yang mendapat budaya-budaya tersebut. Hal tersebut merupakan contoh fisik dari akulturasi berupa seni bangunan.

Hal serupa juga kita temukan tentang akomodasi. Seperti yang telah disinggung di awal bahwa akomodasi adalah penyesuaian, maka perbedaan-perbedaan yang terjadi di masyarakat, kemudian dilakukan suatu proses penyesuaian untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalisir anasir tersebut, dapat dikatakan akomodasi. Contohnya gencatan senjata antara pihak-pihak yang berperang di suatu wilayah.

3. Bentuk

Akulturasi dan akomodasi adalah dua hal yang berbeda, meski keduanya sama-sama proses interaksi sosial asosiatif. Dalam akulturasi, kita mengenal bentuk-bentuk seperti substitusi (penggantian), sinkretisme (percampuran), adisi (penambahan), dekulturasi, originasi, dan rejeksi (penolakan).

Sementara akomodasi memiliki bentuk yang beragam. Kita mengenal adanya koersi (paksaan), kompromi (mengalah satu sama lain), arbitrasi (menggunakan pihak ketiga), mediasi (hampir sama dengan arbitrasi namun pihak ketiga orang yang netral), konsiliasi, stalemate, toleransi, dan ajudikasi.

Sponsors Link

4. Faktor yang Mempengaruhi

Dalam akulturasi dan akomodasi, ada faktor pendorong terjadinya hubungan sosial, baik itu faktor pendukung maupun penghambat. Akultrasi memiliki faktor yang dapat mendukung atau menghambat sebagai berikut :

  • Geografis, letak geografis suatu wilayah menjadi penentu apakah akulturasi bisa diterima atau tidak. Jika letak wilayah tersebut strategis, maka akan mudah suatu budaya masuk ke wilayah tersebut, begitupun sebaliknya.
  • Manfaat, apakah budaya baru tersebut memberi banyak manfaat atau tidak.
  • Unsur budaya itu sendiri. Apakah budaya tersebut memiliki kesamaan dengan budaya asli wilayah tersebut? Apakah budaya tersebut sesuai dan dapat diserap oleh masyarakat sekitar? Dan apakah budaya tersebut bersifat abstrak atau kebendaan.

Sedangkan akomodasi ditentukan dari masyarakat itu sendiri : apakah masyarakat tersebut mau menyesuaikan dengan perubahan atau tidak, dan dilihat dari tingkat perbedaan yang ada, sehingga bisa dilakukan tindakan penyelesaian.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan akulturasi dan akomodasi secara lengkap. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Saturday 19th, May 2018 / 06:44 Oleh :
Kategori : Sosiologi