Sponsors Link

4 Peran Indonesia di ASEAN Sebagai Lembaga Kerja Sama Politik Regional

Sponsors Link

Indonesia sebagai sebuah negara tentu harus memiliki kedaulatan ke dalam dan ke luar. Kedaulatan ke dalam berkaitan dengan kemandirian suatu negara guna mengatur segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga negara dan perangkat lain yang dimilikinya.

ads

Berkaitan dengan kedaulatan yang dimiliki suatu negara, artikel kali ini akan akan membahas mengenai salah satu bentuk kedaulatan ke luar dari negara Indonesia, yang mana peran Indonesia dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).

Peran Indonesia dalam Kerja Sama Politik Regional Asean

Asean merupakan organisasi regional negara-negara di Asia Tenggara yang dibentuk guna menjalin bentuk-bentuk kerjasama internasional dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, keamanan, sosial budaya, dan sebagainya. Organisasi ini pertama kali didirikan 8 Agustus 1967 melalui pertemuan tujuan dibentuknya ASEAN atau disebut Deklarasi Bangkok yang dihadiri  Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Asean hingga kini bertambah keanggotaannya menjadi 10 negara dengan tambahan Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Perbedaan potensi yang dimiliki wilayah masing-masing negara membuat 10 negara ini saling bekerja sama untuk memenuhi kepentingan satu sama lain hingga kepentingan bersama dalam hal menjaga stabilitas regional Asia Tenggara. Penjelasan di atas juga telah menyebutkan bahwa kerja sama yang Asean jalin mencakup berbagai bidang salah satunya politik. Indonesia sebagai anggota sekaligus perintis berdirinya Asean turut mengambil peran penting dalam kerja sama politik regional Asean. Berikut beberapa peran Indonesia dalam kerja sama politik regional Asean:

  • Pendukung kesepakatan kawasan Asia sebagai kawasan ZOPFAN

Indonesia mendukung kesepatan mengenai wilayah Asia sebagai ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom, and Netrality) yang berarti kawasan yang damai, bebas, dan netral. Kesepakatan ini bertujuan menjaga stabilitas regional agar terhindar dari perpecahan dan tidak memihak kepada pihak-pihak tertentu ketika mengalami pertikaian dalam ranah internasional.

  • Ikut bekerja sama dalam penanggulangan napza di kawasan Asia Tenggara

Indonesia dengan perangkat keamanan negara senantiasa berupaya menanggulangi peredaran narkotika, psikotropika, dan zat-zat aditif lainnya (napza), baik yang masuk ke Indonesia maupun mencegah peredaran barang-barang tersebut dari Indonesia ke kawasan negara Asia Tenggara lainnya.

  • Mengadakan perjanjian ekstradisi

Perjanjian ekstradisi merupakan perjanjian mengenai penyerahan pelarian penjahat yang tertangkap di wilayah negara-negara anggota Asean. Indonesia menegakkan perjanjian ekstradisi ini dengan memulangkan orang-orang yang yang terjerat kasus kriminal di negara-negara anggota Asean yang melarikan diri ke Indonesia.

  • Ikut serta dalam penyelesaian konflik di regional Asean

Penyelesaian atau bentuk-bentuk pengendalian konflik sosial merupakan upaya yang dilakukan Indonesia sebagai bentuk kerja sama untuk  mempertahankan stabilitas politik di negara-negara yang bertikai. Indonesia melakukan berbagai upaya penyelesaian konflik di wilayah Asia Tenggara melalui cara-cara berikut :

  • Menjadi tuan rumah JIM (Jakarta Informal Meeting). JIM merupakan pertemuan informal yang diselengarakan pada tahun 1988 – 1989 dengan tujuan menyelesaikan konflik antara Kamboja dan Vietnam.
  • Menjadi pemrakarsa dan tuan rumah penyelenggara IAFMM (Informal Asean Foreign Minister’s Meeting). IAFMM adalah pertemuan informal para menteri luar negeri negara-negara anggota Asean yang diselenggarakan di Jakarta, 22 Februari 2011. Pertemuan informal satu ini merupakan tindak lanjut dari hasil sidang Dewan Keamanan PBB (baca juga: perbedaan PBB dan ASEAN) untuk penyelesaian konflik antara Thailand dan Kamboja;
  • Mengirim pasukan perdamaian yaitu Pasukan Garuda IV dan V untuk menyelesaikan konflik perang saudara di Vietnam (baca juga: bentuk-bentuk konflik sosial);
  • Mengupayakan perdamaian antara pemerintah Filipina dan gerakan pembebasan muslim Moro sebagai bentuk penegakan hak kebebasan beragama dan hidup berdampingan dalam perbedaan (baca juga: contoh diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari);
  • Mendorong Myanmar untuk lebih menghargai hak asasi manusia (HAM) antar etnis yang ada di negara terkait kasus kemanusiaan etnis Rohingya.

Itulah beberapa peran Indonesia bagi Asean sebagai lembaga politik regional. Semoga penjabaran mengenai peran-peran ini dapat menambah wawasan dan memberikan kebanggaan tersendiri terhadap Indonesia terhadap aksi-aksi politisnya di ranah regional AsiaTenggara.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Tuesday 10th, July 2018 / 04:05 Oleh :
Kategori : Pendidikan