Sponsors Link

10 Faktor Penyebab Perilaku Penyimpangan di Lingkungan Masyarakat

Sponsors Link

Konsumsi adalah bagian dari perilaku manusia yang tidak dapat dihindari. Namun,  dampak globalisasi seperti pekembangan teknologi serta pergeseran nilai dan makna menjadikan seseorang berperilaku konsumtif. Perilaku penyimpangan merupakan kegiatan konsumsi yang dilakukan seseorang secara berlebihan dan menimbulkan dampak positif dan negatif konsumerisme. Ciri-ciri konsumerisme biasanya membeli produk dan jasa hanya untuk memperoleh kesenangan semata tanpa memperhatikan barang-barang yang menjadi kebutuhannya. Lalu, apa saja faktor-faktor yang menyebabkan perilaku penyimpangan tersebut? Berikut ulasannya!

ads

Faktor Penyebab Perilaku Penyimpangan

Adapun faktor-faktor penyebab perilaku penyimpangan, antara lain:

  1. Motivasi diri sendiri

Faktor pertama yang melatarbelakangi adalah adanya motivasi dari dalam diri sendiri. Yakni adanya kemauan dan dorongan untuk melakukan perilaku penyimpangan. Jika tidak segera diatasi, maka akan semakin berlebihan.

  1. Gaya hidup

Tuntutan gaya hidup juga mempengaruhi seseorang berperilaku penyimpangan. Ia bisa saja memiliki lebih dari satu kartu kredit untuk memudahkan transaksi ketika akan melakukan kegiatan konsumsi.

  1. Ingin diakui

Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki kepercayaan diri rendah namun tergabung dalam kelompok yang kurang tepat. Mereka biasanya mengharuskan untuk memiliki produk yang sama walaupun barang tersebut tidak mereka butuhkan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat diakui oleh anggota yang ada di kelompok tersebut.

  1. Dikemas dengan menarik

Salah satu strategi pemasaran yang tidak bisa kita hindarkan adalah adanya barang-barang yang dikemas dengan menarik dan berbeda dari yang lain. Mereka menganggap bahwa produk yang dikemas semenarik mungkin berarti memiliki kualitas barang yang sangat bagus.

  1. Ada diskon

Diskon juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku penyimpangan sebagai bentuk perilaku masyarakat dalam perubahan sosial budaya di era global saat ini. Mereka yang sudah terlanjur tergiur dengan harga diskon akan langsung membelinya tanpa pikir panjang. Padahal barang diskon adalah barang-barang yang harganya dinaikkan terlebih dahulu baru didiskon. Jadi perhatikan baik-baik saat membeli barang diskonan.

  1. Pengaruh orang lain

Pengaruh dari orang lain apalagi teman-teman terdekat, keluarga atau pun pasangan seringkali dapat mempengaruhi keinginan kita dalam mendapatkan sesuatu. Apabila kita tidak memiliki perangai yang cukup kuat, maka akan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

  1. Jumlah pendapatan

Pendapatan setiap individu juga berpengaruh terhadap perilaku penyimpangan. Seseorang dengan pendapatan yang lebih terkadang mudah tergiur melakukan perilaku penyimpangan. Namun, tidak menutup kemungkinan, perilaku penyimpangan sebagai upaya manusia memenuhi kebutuhan juga dapat dilakukan oleh seseoang yang memiliki pendapatan rendah.

Sponsors Link

  1. Pendidikan

Selain faktor pendapatan, pendidikan juga berpengaruh besar terhadap perilaku penyimpangan. Seseorang yang memiliki pengetahuan lebih akan mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan pengeluaran besar-besaran terhadap sesuatu, meskipun barang tersebut begitu ia sukai.

  1. Ingin tampil beda

Penyimpangan biasanya muncul akibat dari keinginan seseorang untuk membeli macam-macam kebutuhan manusia seperti barang yang tidak dimiliki oleh orang lain. Ia akan mencari barang limited edition sebagai cara mendapatkan status sosial sosial meskipun dengan harga yang fantastis. Orang-orang seperti ini adalah mereka yang memiliki rasa kebanggan tersendiri terhadap penampilan.

  1. Menarik perhatian orang lain

Faktor berikutnya yang menjadikan seseorang berperilaku penyimpangan adalah keinginan untuk menarik perhatian dari orang lain, salah satunya yakni dengan membeli barang-barang terbaru.

Demikian faktor penyebab perilaku penyimpangan, semoga bermanfaat. Dengan ini anda bisa mengenali bagaimana penyebab kenapa orang bisa berperilaku penyimpangan.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Tuesday 11th, December 2018 / 03:04 Oleh :
Kategori : Sosiologi