Sponsors Link

18 Penyebab Terjadi Perang Margarana Dan 6 Tujuannya

Sponsors Link

Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai perang Margarana anda juga bisa melihat dampak perang Puputan Margarana bagi Indonesia, tentunya anda perlu mengetahui sedikit ulasan mengenai perang Margarana terlebih dahulu. Dalam ilmu pengetahuan maupun sejarahnya, perang Margarana ini juga dikenal sebagai perang puputan Margarana dimana ini merupakan salah satu perang terbesar di Indonesia setelah kemerdekaan diproklamasikan.

ads

Dalam hal ini, perang Margarana sendiri terjadi pada 20 November 1946, seperti perang- perang di Indonesia tentunya perang Margarana ini juga melibatkan banyak sekali pihak mulai dari pemerintah, rakyat dan para pahlawan. Salah satu pahlawan yang telah gugur dalam perang Margarana ini dan menjadi tokoh paling berpengaruh yaitu Kolonel I Gusti Ngurah Rai, dimana ia merupakan salah satu pimpinan dan seorang kepala dari divisi sunda kecil.

Terjadi di Bali pada saat itu TKR di wilayah ini bertempur habis- habisan dan memiliki slogan yang cukup familiar serta dikenal banyak orang yaitu “Bertempur hingga titik darah penghabisan”. Dan inilah mengapa perang ini disebut dengan Puputan Margarana berbeda dengan contoh interaksi antar negara Asean, dimana puputan sendiri memiliki arti hingga akhir yaitu hingga titik darah penghabisan masyarakat serta pejuang di Bali untuk mengusir penjajah.

Selain kata “Puputan” juga ada kata “Margarana” kata ini sendiri diambil dari nama daerah di Bali dimana daerah ini menjadi pusat terjadinya perang yaitu desa Adeng, kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Indonesia. Dari sini pula bahwa perang Margarana ini menjadi satu- satunya perang puputan di era awal kemerdekaan dimana pada waktu itu merupakan masa terjadinya perang dunia II.

Itulah sedikit ulasan dari perang Margarana dan anda juga bisa melihat contoh politik Devide Et Impera, setelah anda mengetahui apa itu perang Margarana kini saatnya anda mempelajari lebih mendalam seputar penyebab dari adanya perang ini. Dan di berikut kami sampaikan apa saja yang menjadi penyebab terjadinya perang Margarana hingga menyebabkan banyak sekali kematian pada rakyat Bali.

Penyebab Terjadinya Perang Margarana

  • Penyebab utama terjadinya perang Margarana yaitu dipicu pada 2 hingga 3 Maret 1946 dimana pada waktu itu Belanda kembali ke Indonesia khususnya sejumlah 2000 orang tentara Belanda mendarat di pulau Bali.
  • Tentunya kedatangan orang Belanda di Bali menimbulkan kecurigaan masyarakat pada saat itu sehingga banyak sekali tokoh- tokoh maupun pejuang yang mengikuti serta mengawasi pasukan Belanda tersebut.
  • Pada saat itu salah seorang Kolonel yaitu I Gusti Ngurah Rai sebagai pimpinan laskar Bali sedang tidak ditempat melainkan bertugas untuk menghadap ke markas tertinggi TKR di Yogyakarta.
  • Dalam misinya, I Gusti Ngurah Rai bertujuan untuk membicarakan masalah pembinaan resimen Sunda kecil serta taktik menghadapi Belanda.
  • Penyebab terjadinya perang margarana berikutnya yaitu setelah I Gusti Ngurah Rai kembali dari markas besar TKR, ia dikejutkan dengan kondisi pasukannya yang porak poranda oleh pasukan Belanda.
  • Dalam hal ini I Gusti Ngurah Rai sempat dibuat kesulitan untuk mengumpulkan kembali pasukannya yang telah porak poranda berbeda dengan sejarah singkat insiden hotel Yamato, dan inilah salah satu pemicu amarah I Gusti Ngurah Rai terhadap pasukan Belanda.
  • Adapun penyebab terjadinya perang Margarana berikutnya yaitu ketika Belanda mengajak dan menghasut I Gusti Ngurah Rai untuk membantu dan bekerjasama dengan pihak Belanda.
  • Penolakan I Gusti Ngurah Rai terhadap ajakan Belanda untuk bekerjasama dengan pernyataan “ Bali bukan tempat untuk perundingan dan perundingan merupakan hak dari pimpinan kami pusat”.
  • Adapun perkataan I Gusti Ngurah Rai yang membuat perang Margarana pecah yaitu “Pulau Bali bergolak karena kedatangan pasukan Belanda. Dengan demikian, apabila ingin pulau Bali damai maka Belanda harus angkat kaki dari pulau Bali.
  • Dalam hal ini tentu untuk memperjuangkan Bali dari Belanda berbeda dengan contoh etnosentrisme di Indonesia, maka I Gusti Ngurah Rai menghimpun dan mempersatukan pasukannya.
  • Pada 8 November 1946 serangan pasukan I gusti Ngurah Rai untuk mengawali perang mulai melakukan serangan ke markas Belanda di kota Tabanan. Dalam hal ini markas Belanda di gempur habis- habisan.
  • Pasukan Ngurah Rai berhasil meraih kemenangan untuk sementara waktu, dalam hal ini satu Detasemen polisi Belanda lengkap beserta senjatanya menyerah dan berhasil di lumpuhkan.
  • Namun kemenangan tidak bertahan lama, perang Margarana kembali terjadi dan dipusatkan di kota Tabanan desa Margarana karena pasukan Belanda mundur ke arah Utara.
Sponsors Link

  • Adapun penyebab lain dari terjadinya perang Margarana sendiri yaitu setelah terjadinya kekalahan, Belanda mengerahkan seluruh kekuatannya dengan persenjataan lengkap termasuk pesawat tempur untuk menyerang daerah Margarana pada 20 November 1946 dimana pertempuran Margarana pecah.
  • Pertempuran dahsyat pun tidak dapat terelakkan dan untuk membakar semangat pasukannya beserta penduduk Margarana maka I Gusti Ngurah Rai menyemarakkan kalimat “ Perang habis- habisan”.
  • Selain itu adapun penyebab lain dari pecahnya perang Margarana ini yaitu munculnya rasa kecewa rakyat Bali terhadap isi dari perjanjian Linggarjati. Isi dari perjanjian Linggarjati dimana dalam perjanjian disebutkan bahwa hanya ada beberapa daerah saja di Indonesia yang dapat diakui secara de facto.
  • Tidak hanya memporak- porandakan pasukan I Gusti Ngurah Rai saja tetapi Belanda juga telah memporak- porandakan seluruh wilayah Bali sehingga ini juga memicu amarah orang Bali dan menjadi penyebab terjadinya perang Margarana.
  • Selain menolak kerjasama pasukan Belanda rupanya I Gusti Ngurah Rai juga menolak ajakan Belanda untuk bergabung dalam NIT (Negara Indonesia Timur)

Itulah penyebab- penyebab dari terjadinya perang Margarana di Bali berbeda dengan syarat terjadinya aktivitas sosial dilingkungan masyarakat sekitar, perlu anda ketahui pula selain mempelajari apa saja penyebab dari perang di atas akan lebih lengkap lagi jika anda juga mempelajari apa saja tujuan dari perang Margarana.

ads
  • Tujuan Perang Margarana

Berbeda dengan penyebab perang, tujuan perang ini merupakan salah satu dasar dari kemenangan yang diraih oleh rakyat bali. Walaupun I Gusti Ngurah Rai telah gugur dalam perang, namun semangat rakyat Bali masih berkobar karena tujuan dari perang tersebut seperti berikut ini.

  1. Penolakan kerjasama antara I gusti Ngurah Rai dan NICA dalam pembentukan NIT (Negara Indonesia Timur). Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pada dasarnya perang puputan pecah karena Belanda ingin membentuk NIT dan mengajak I Gusti Ngurah Rai untuk bekerja sama. Tentu ini sangat berbahaya karena Belanda bisa menguasai Bali seutuhnya nantinya.
  2. Mempertahankan daerah Bali dari tentara Belanda yang ingin menguasai Bali kembali. Dalam hal ini tentunya masyarakat Bali sangat cemas akan wilayahnya apalagi Belanda bersikap tidak ramah dan sewenang- wenang terhadap masyarakat bali berbeda dengan jenis-jenis migrasi, sehingga untuk mempertahankan wilayah harus ada perang habis- habisan atau puputan.
  3. Mengusir penjajah dan mencegah kerusakan di daerah Bali. Peperangan Margarana ini berpusat di daerah Bali utara, hal ini bertujuan agar sebagian besar daerah Bali tidak akan terkena imbas yang besar. Dengan begini maka kerusakan di sebagian daerah Bali karena peperangan dapat diminimalisir. Selain itu wilayah utara merupakan wilayah strategis untuk perang.
  4. Mempertahankan serta menunjukkan bahwa Indonesia telah resmi meraih kemerdekaan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa perang Margarana ini terjadi beberapa bulan setelah Indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaan dan menyatakan bahwa Negara Indonesia Merdeka. Untuk mempertahankan kemerdekaan tentunya ada berbagai cara dan salah satunya yaitu perang Margarana ini, karena pada masa itu masih saja penjajah tidak terima dan ingin berkuasa kembali.
  5. Membalas dendam anggota ciung wanara yaitu kelompok I Gusti Ngurah Rai yang di porak- porandakan Belanda. Kelompok pasukan I Gusti Ngurah Rai yaitu ciung wanara yang ditinggal oleh I Gusti Ngurah Rai beberapa hari ke Yogyakarta tampaknya diporak-poranda oleh Belanda secara tidak pantas, ini menimbulkan kemarahan serta dendam . selain itu susahnya menghimpun kembali pasukan, I Gusti Ngurah Rai harus bisa menyusun taktik serta melengkapi persenjataan untuk meraih kemenangan.
  6. Mempertahankan Indonesia agar tidak terpecah belah karena Belanda ingin membentuk NIT (Negara Indonesia Timur). Tujuan utama dari Belanda yang datang kembali ke Bali yaitu menghasut masyarakat Bali karena perjanjian linggarjati serta membentuk NIT (Negara Indonesia Timur). Untungnya masyarakat Bali tidak mudah percaya dengan tentara Belanda mereka pun memilih untuk perang. Karena apabila NIT terbentuk maka wilayah Negara Indonesia akan terpecah belah dan kemerdekaan Indonesia juga tidak sah.

Itulah informasi seputar penyebab dan tujuan dari perang Margarana, adapun fakta yang perlu anda ketahui selain I Gusti Ngurah Rai seluruh pasukannya juga ikut gugur melawan pasukan Belanda. Hal ini tentunya karena jumlah dan kekuatan tidak sepadan namun tentu saja peperangan ini membuahkan hasil yang memuaskan. Pada saat itu perlu anda ketahui pula bahwa jumlah pasukan I Gusti Ngurah Rai hanya berjumlah 96 orang sedangkan jumlah pasukan belanda sendiri sebanyak kurang lebih 400 orang. 96 orang pasukan dari I Gusti Ngurah Rai tewas semua beserta 400 orang tentara Belanda.

Untuk mengenang kejadian tersebut maka dibuatlah sebuah monument bersejarah di Bali dan setiap tanggal 20 November akan ada hari khusus bagi masyarakat Bali memperingati perang puputan Margarana ini. Itulah sedikit informasi yang dapat kami sampaikan mengenai penyebab dan tujuan dari perang Margarana, semoga informasi di atas dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.

Sponsors Link
, , , ,




Post Date: Saturday 11th, May 2019 / 06:19 Oleh :
Kategori : Sejarah